Time Off! Ini Tanda-Tanda Anda Sedang Butuh Liburan


Menjaga level stres tetap terkendali salah satunya bisa dilakukan dengan menyeimbangkan kesibukan dan waktu bersantai. Jika tidak, seseorang bisa saja mengalami burnout hingga mulai tidak fokus. Ini adalah tanda-tanda sedang butuh liburan.

0,0
28 Sep 2021|Azelia Trifiana
Liburan baik bagi kesehatan mentalLiburan baik bagi kesehatan mental
Menjaga level stres tetap terkendali salah satunya bisa dilakukan dengan menyeimbangkan kesibukan dan waktu bersantai. Jika tidak, seseorang bisa saja mengalami burnout hingga mulai tidak fokus. Ini adalah tanda-tanda sedang butuh liburan.Garis bawahi pula bahwa berlibur bukan berarti mengabaikan tanggung jawab. Jadi, tak perlu merasa terbebani dengan pekerjaan atau kesibukan sehari-hari. Tinggalkan sejenak agar bisa kembali lagi dengan pikiran lebih fokus dan produktif.

Tanda-tanda butuh liburan

Tubuh dan pikiran bekerja dengan cara menakjubkan, bisa memberikan sinyal ketika merasa butuh liburan. Beberapa tanda-tandanya adalah:

1. Stres berlebih

Tubuh manusia didesain agar bisa merespons stres dalam rentang waktu singkat. Namun ketika stres terjadi terus-menerus dan dalam waktu lama, bisa menjadi stres kronis. Di situlah pintu masuk terjadinya masalah kesehatan yang sesungguhnya.

2. Masalah kesehatan

Stres kronis tadi juga akan membuat seseorang lebih rentan mengalami masalah kesehatan. Mulai dari pusing terus-menerus, tekanan darah tinggi, hingga masalah pencernaan. Tentu saja, ini meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.Bahkan, ketika level stres telah terakumulasi mencapai level tertentu, akan menjadi seperti bola salju. Tubuh dan pikiran terus-menerus berada dalam fase reaktif dan membuat kewalahan.

3. Kewalahan merespons berbagai hal

Tanda-tanda butuh liburan lainnya adalah ketika seseorang kewalahan merespons berbagai hal. Bahkan, kejadian yang seharusnya menyenangkan atau positif pun tak bisa dinikmati sepenuhnya. Terlebih jika kejadian itu perlu energi untuk bisa dinikmati.

4. Performa bekerja menurun

Hal lain yang juga terlihat adalah bagaimana kinerja di kantor. Mulai dari sering sinis tentang pekerjaan, sulit berkonsentrasi, kurang motivasi, mood buruk, dan secara umum kerap melakukan kesalahan. Sebelum berlarut-larut, sebaiknya segera luangkan waktu untuk bersantai demi meredakan stres.

5. Siklus tidur berantakan

Stres juga sangat berkaitan dengan siklus tidur. Ketika tidur malam tidak optimal, tentu juga akan berdampak pada performa keesokan harinya. Kualitas tidur yang buruk ini pun akan membuat sistem imun tak bisa bekerja dengan optimal.

6. Pelampiasan yang tidak sehat

Bukan tidak mungkin pula, melampiaskan diri pada hal-hal yang negatif juga merupakan tanda butuh liburan. Contohnya lari ke minuman beralkohol hingga obat-obatan narkotika. Ini biasanya berlangsung bersamaan dengan kecenderungan seseorang menutup diri dari orang terdekatnya.

7. Mudah sakit

Sering sakit, sembuh sebentar, lalu sakit lagi? Mungkin ini juga sinyal tubuh bahwa Anda butuh liburan. Bisa jadi, rutinitas yang dijalani selama ini sangat tidak sehat dan membuat sistem kekebalan tubuh pun kewalahan.Jadi, coba cermati pula apakah rutinitas sehari-hari Anda kerap mengganggu kesehatan? Contohnya mengganggu waktu tidur, lembur terus-menerus, melelahkan, dan sebagainya.

8. Gagal memecahkan masalah

Ketika menghadapi masalah, kemampuan problem-solving menjadi sangat penting. Namun ketika butuh liburan, bisa saja Anda kesulitan memecahkan masalah yang sepele sekalipun. Tak hanya itu, masalah sederhana saja bisa tiba-tiba menjadi luar biasa genting karena kegagalan menanganinya.

9. Pertanyaan dari orang sekitar

Jika belakangan ini Anda kerap mendapatkan pertanyaan keheranan dari orang sekitar seputar “apakah sedang baik-baik saja?” ini juga tanda-tanda butuh liburan. Pertanyaan ini bisa datang dari rekan kerja, teman, dan juga keluarga.Lebih jauh lagi, apabila dibiarkan sangat mungkin orang sekitar yang semula masih mau bertanya kini memutuskan menarik diri. Sebab, mungkin saja Anda lebih mudah tersinggung sehingga orang memilih menjaga jarak.

10. Merasa terjebak dalam pekerjaan

Apabila Anda jarang sekali bisa rehat sejenak dari pekerjaan apalagi berlibur, sangat mungkin muncul pikiran bagaimana bisa berada dalam posisi ini. Tidak ada lagi ingatan tentang mengapa Anda menginginkan pekerjaan ini dulunya. Rasa bahagia datang di hari pertama bekerja pun sirna.Ini adalah tanda-tanda serius terjadinya burnout. Selain berlibur, ingat kembali apa motivasi bekerja yang paling utama. Dengan menggambarkan apa yang jadi motivasi bekerja, ini akan memberi suntikan semangat.

Catatan dari SehatQ

Tubuh dan pikiran perlu reset secara berkala untuk mengatur ulang prioritas dalam kehidupan. Selain itu, berlibur juga merupakan penyeimbang stres agar jangan sampai berdampak pada kesehatan fisik maupun mental.Namun ingat, nikmatilah waktu berlibur sepenuhnya. Jangan membuka notifikasi surat elektronik atau ponsel terkait pekerjaan. Jangan mengingat tumpukan pekerjaan atau merasa meninggalkan tanggung jawab. Ini akan membuat berlibur jadi sia-sia.Justru, Anda perlu menikmati setiap detik saat berlibur. Lakukan apa yang selama ini mustahil dilakukan karena tumpukan pekerjaan.Bersantai bukanlah bermalas-malasan. Saatnya mengganti persepsi usang ini dengan menganggap bersantai sebagai salah satu asupan penting bagi kesehatan mental, sama seperti makan bergizi atau berolahraga.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar tanda-tanda seseorang burnout dan mulai memilih cara negatif sebagai pelampiasan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gangguan mentalkesehatan mentalmenjaga kesehatan
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/why-you-should-take-a-break-3144576
Diakses pada 14 September 2021
Health. https://www.health.com/mind-body/10-signs-you-really-need-a-vacation?
Diakses pada 14 September 2021
Future Science. https://www.future-science.com/doi/10.4155/fso.15.21
Diakses pada 14 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait