logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Mental

Sering Bertindak Merugikan Diri Sendiri Tanda Self-Sabotage, Begini Cara Mengatasinya

open-summary

Self-sabotage merupakan tindakan yang merugikan diri sendiri. Jika tidak dihilangkan, perilaku ini dapat menjadi kebiasaan yang nantinya memberi dampak buruk terhadap kondisi psikologis pelakunya.


close-summary

5

(4)

26 Mei 2021

| Bayu Galih Permana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Self-sabotage merupakan tindakan yang merugikan diri sendiri

Self-sabotage dapat berdampak buruk pada kondisi psikologis pelakunya

Table of Content

  • Tanda-tanda seseorang melakukan self–sabotage
  • Penyebab seseorang melakukan sabotase diri
  • Bagaimana cara menghilangkan kebiasaan sabotase diri?

Pernahkah Anda menahan diri untuk tidak pergi ke dokter padahal sedang sakit dan butuh pertolongan? Atau mungkin menunda-nunda pekerjaan yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan mudah dan cepat?

Advertisement

Jika Anda pernah melakukannya, kebiasaan tersebut dapat menjadi tanda self-sabotage atau sabotase diri. Apabila tak segera diubah, kebiasaan buruk ini dapat menghambat Anda untuk maju dan berdampak negatif bagi kehidupan secara keseluruhan.

Tanda-tanda seseorang melakukan self–sabotage

Tanda-tanda seseorang melakukan self-sabotage bisa dilihat dari sikap dan perilaku yang Anda tunjukkan. Beberapa tanda mungkin akan terlihat dengan jelas, tetapi ada juga yang sulit untuk dikenali.

Berikut beberapa sikap dan perilaku yang bisa menjadi tanda Anda melakukan sabotase diri:

1. Menyalahkan orang lain ketika semua berjalan tidak sesuai rencana

Orang yang melakukan sabotase diri kerap menyalahkan orang lain ketika mereka berhadapan dengan suatu masalah. Padahal, bisa saja  masalah tersebut terjadi karena sikap dan perilaku Anda sendiri.

Sebagai contoh, pasangan Anda mungkin mempunyai beberapa perilaku yang bisa berdampak buruk bagi hubungan. Merasa bahwa ia tidak bisa mengubahnya, Anda kemudian memutuskan untuk mengakhiri hubungan. 

Tindakan itu menunjukkan bahwa Anda melakukan sabotase diri untuk belajar dan tumbuh bersama pasangan dari pengalaman. Bisa saja sikap dan tindakan Anda turut berkontribusi dalam perilaku buruk yang sering dilakukan oleh pasangan.

2. Memilih untuk menjauh saat semua tidak berjalan dengan baik

Memilih untuk menjauh saat semua tidak berjalan dengan baik menjadi salah satu tanda self-sabotage. Mundur terkadang merupakan keputusan yang bijaksana, namun tanyakanlah pada diri sendiri apakah Anda sudah benar-benar berusaha semaksimal mungkin.

Tindakan sabotase diri biasanya terjadi karena Anda takut akan konflik maupun kritik. Perlu diingat, terus lari dari masalah hanya akan membuat Anda meragukan kemampuan diri dan kesulitan untuk berkembang.

3. Menunda tugas atau pekerjaan

Tindakan self sabotage adalah dengan menunda tugas
Menunda pekerjaan tanpa alasan jelas merupakan bentuk sabotase diri

Menunda tugas atau pekerjaan adalah salah satu tindakan menyabotase diri. Misalnya, Anda sebenarnya sudah siap untuk melakukan pekerjaan tertentu, namun memilih menghindarinya dengan melakukan aktivitas lain seperti bermain gadget, menonton film, maupun tidur siang.

Terkadang, menunda pekerjaan dapat terjadi tanpa alasan jelas. Namun, beberapa penyebab yang biasa mendasari kondisi ini, meliputi:

  • Kesulitan untuk mengatur waktu
  • Meragukan kemampuan dan keterampilan diri sendiri
  • Merasa kewalahan dengan tugas yang hendak dikerjakan

4. Bertahan meski menjalin hubungan dengan orang yang tidak tepat

Tindakan menyabotase diri seringkali terjadi dalam hubungan. Salah satu contohnya yaitu tetap bertahan dengan orang yang terus menyakiti Anda sembari berharap bahwa suatu saat nanti ia akan berubah.

Beberapa contoh tindakan self-sabotage dalam hubungan, di antaranya:

  • Mengikuti keinginan pasangan yang sebenarnya tidak ingin Anda lakukan
  • Bertahan dengan pasangan yang mempunyai tujuan berbeda di masa depan
  • Menjalin hubungan dengan orang yang bertipe sama seperti sebelumnya, padahal tahu tidak akan cocok

5. Kesulitan dalam menyampaikan kebutuhan

Banyak orang yang memilih mengesampingkan kebutuhan diri sendiri demi orang lain. Hal tersebut menjadi tanda Anda melakukan sabotase diri. Sikap dan perilaku ini dapat terjadi dalam lingkungan keluarga, kerja, pertemanan, hingga hubungan dengan pasangan.

Contohnya, antrian Anda tiba-tiba diserobot orang lain ketika sedang berbelanja di minimarket.  Padahal, saat itu Anda sebenarnya tengah terburu-buru karena hendak mengikuti rapat penting, Namun, Anda memilih diam dan membiarkan orang tersebut, hingga akhirnya datang terlambat ke rapat.

Penyebab seseorang melakukan sabotase diri

Self sabotage dilakukan untuk menghindari konflik dengan pasangan
Tindakan menyabotase diri biasanya terjadi dalam sebuah hubungan 

Banyak alasan yang membuat seseorang kemudian melakukan self-sabotage. Sejumlah faktor yang dapat menjadi pemicunya, antara lain:

  • Pola asuh dan ajaran orangtua ketika masih anak-anak
  • Langkah adaptasi untuk untuk bertahan saat menghadapi masalah atau tantangan
  • Trauma di masa lalu yang membuat mereka merasa dunia bukanlah tempat aman dan tidak layak menerima hal-hal baik dalam hidup
  • Menghindari konflik dan ancaman, baik fisik maupun psikologis, yang mungkin dapat ditimbulkan saat mengambil sikap atau perilaku tertentu
  • Penolakan dan pengabaian yang dilakukan orang lain. Sabotase diri dilakukan sebagai upaya untuk menghindari penolakan dan pengabaian lebih lanjut.

Baca Juga

  • Sentuh Hati di Hari Raya dengan Cara Minta Maaf yang Benar
  • Suka Percaya Takhayul? Mungkin Anda Terkena Gangguan Skizotipal
  • Mengalami Sesak Napas karena Stres? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bagaimana cara menghilangkan kebiasaan sabotase diri?

Cara menghilangkan kebiasaan sabotase diri adalah dengan mengingat sekaligus menganalisis perilaku-perilaku yang cenderung merugikan diri sendiri saat merasa stres. Lalu, latih diri sendiri untuk meresponnya dengan cara yang lebih sehat, misalnya berbagi cerita ke orang terpercaya, berolahraga, atau mengembangkan hobi baru.

Apabila Anda mengalami kesulitan dalam menghilangkan kebiasaan buruk tersebut, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter. Nantinya dokter akan membantu untuk menyelesaikan masalah sekaligus menghilangkan kebiasaan sabotase diri.

Untuk berdiskusi lebih lanjut terkait self-sabotage dan cara menghilangkannya dengan tepat, tanyakan langsung ke dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

kesehatan mentalstresgangguan psikologis

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved