Salah satu penyebab kematian ibu melahirkan adalah pendarahan post partum
Perdarahan post partum menjadi salah satu penyebab kematian pada ibu melahirkan

Perdarahan postpartum merupakan salah satu penyebab kematian terbesar pada ibu melahirkan. Seringkali perdarahan tersebut dianggap sebagai suatu hal yang biasa. Padahal kondisi ini ternyata dapat menjadi masalah yang serius. Lalu, apa yang dimaksud dengan perdarahan postpartum?

Dampak Perdarahan Postpartum Setelah Melahirkan

Perdarahan postpartum adalah perdarahan hebat yang terjadi setelah melahirkan. Perdarahan paling sering terjadi setelah plasenta lahir. Volumenya rata-rata lebih dari 500 ml pada persalinan spontan, dan lebih dari 1.000 ml pada persalinan dengan operasi Caesar.

Akibatnya, terjadi penurunan tekanan darah secara ekstrem. Apabila tekanannya terlalu rendah, organ-organ tubuh akan kekurangan darah, dan menyebabkan risiko kematian.

Kemungkinan besar, perdarahan postpartum terjadi dalam 24 jam pertama setelah melahirkan. Namun kondisi ini bisa pula terjadi kapan saja dalam 12 minggu pertama setelah bayi Anda lahir.

Selain membawa darah keluar dari tubuh, perdarahan pascapersalinan ini pun mengandung potongan lapisan rahim, lender, serta sel darah putih.

Penyebab Umum Perdarahan Pascapersalinan

Penyebab paling umum dari perdarahan postpartum ini yaitu, terbukanya pembuluh darah pada rahim. Biasanya, pembuluh darah tersebut mengalami tekanan kontraksi rahim, yang terjadi setelah melahirkan.

Akan tetapi, jika rahim tidak berkontraksi dengan kuat, maka pembuluh darah tersebut akan terus berdarah, sehingga menyebabkan terjadinya perdarahan.

Perdarahan postpartum merupakan hal yang serius. Berikut ini tanda perdarahan postpartum yang tidak boleh Anda sepelekan.

  • Perdarahan berwarna merah terang di hari ketiga pascapersalinan
  • Gumpalan darah lebih besar dan banyak
  • Perdarahan tidak melambat atau berhenti
  • Tanda-tanda infeksi seperti cairan berbau busuk
  • Penglihatan kabur
  • Demam
  • Kulit lembap
  • Detak jantung cepat
  • Tekanan darah menurun
  • Pusing dan mual
  • Kelelahan dan lemas

Bila Anda mengalami hal tersebut setelah melahirkan, segera hubungi dan periksakan diri ke dokter. Selain itu, ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terhadap perdarahan.

Sementara itu, faktor-faktor berikut ini meningkatkan risiko terhadap perdarahan pascapersalinan.

  • Riwayat perdarahan postpartum
  • Melahirkan anak kembar
  • Berat badan bayi yang besar
  • Sudah pernah melahirkan
  • Waktu kehamilan yang panjang
  • Robeknya rahim saat persalinan
  • Operasi Caesar
  • Tindakan anestesi umum
  • Preeklampsia
  • Obesitas
  • Masalah yang memengaruhi plasenta

Komplikasi Perdarahan Postpartum

Perdarahan postpartum dapat menyebabkan komplikasi, salah satunya syok hemoragik. Tubuh mengalami syok hemoragik ketika mengalami perdarahan hebat, yang tidak segera dihentikan.

1. Syok Hemoragik akibat Perdarahan Pascapersalinan

Darah membawa oksigen dan zat penting lainnya ke organ dan jaringan Anda. Ketika pendarahan terjadi, tidak ada cukup aliran darah ke organ-organ dalam tubuh Anda.

Zat-zat ini bahkan hilang lebih cepat daripada gantinya. Organ-organ dalam tubuh pun mulai bermasalah, termasuk jantung yang gagal dalam mensirkulasi darah melalui tubuh sehingga gejala syok hemoragik terjadi.

2. Gejala Syok Hemoragik

Gejala-gejala syok hemoragik adalah gelisah, bibir dan kuku biru, urine sedikit atau bahkan tidak ada, keringat berlebih, napas pendek, sakit perut, pusing, sakit dada, muntah darah, hilang kesadaran, tekanan darah rendah, detak jantung cepat, dan nadi lemah.

Bila tidak segera ditangani, syok ini dapat menyebabkan kematian. Dokter akan melakukan penanganan syok hemoragik, dengan cara melakukan transfusi darah, maupun dengan bantuan obat-obatan.

Mengganti darah dan cairan yang hilang merupakan hal yang penting dalam mengobati perdarahan postpartum. Infus dan transfusi darah sebaiknya diberikan segera, untuk mencegah syok pada perdarahan postpartum.

Web MD. https://www.webmd.com/women/vaginal-bleeding-after-birth-when-to-call-doctor
Diakses pada 16 April 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/is-postpartum-bleeding-normal#recovery
Diakses pada 16 April 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/hemorrhagic-shock#diagnosis
Diakses pada 17 April 2019

Stanford Children’s Health. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=postpartum-hemorrhage-90-P02486
Diakses pada 17 April 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed