Tanda Luka Infeksi dan Pertolongan Pertama Mengobatinya di Rumah

(0)
Luka infeksi dapat terjadi karena tidak membersihkan luka dengan bersihLuka infeksi biasanya diiringi dengan intensitas rasa sakit dan kemerahan yang kian memburuk
Apa pun jenis luka yang dialami, Anda mungkin berpikir untuk segera menutupinya dengan plester atau perban. Padahal sebelum ditutup dengan plester atau perban, Anda harus membersihkan luka terlebih dahulu agar tidak menimbulkan infeksi. Lantas, seperti apa tanda-tanda luka infeksi?

Tanda-tanda luka infeksi yang patut diwaspadai

Jika luka yang terjadi segera ditangani dengan baik dan benar, biasanya goresan luka hanya membutuhkan waktu 2-3 hari untuk dapat sembuh sepenuhnya.Akan tetapi, jika luka sudah terinfeksi, biasanya intensitas rasa sakit dan kemerahannya dapat memburuk. Akibatnya, proses penyembuhan luka pun akan menjadi lebih lama.Lalu, seperti apa tanda-tanda luka infeksi? Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

1. Rasa nyeri tak kunjung hilang

Ketika muncul luka di kulit, Anda pun mulai merasa ada rasa nyeri yang berasal dari kulit yang terluka. Meski demikian, rasa nyeri akibat luka terbuka tersebut hanya akan bertahan selama beberapa saat.Namun, apabila luka yang terasa nyeri tak kunjung menghilang bahkan semakin terasa menyiksa setelah beberapa jam, sebaiknya jangan diabaikan.Anda disarankan untuk segera mencari penanganan medis karena rasa nyeri yang tak kunjung hilang tersebut merupakan salah satu tanda luka infeksi.

2. Muncul kemerahan di area kulit yang terluka

Pada dasarnya, muncul warna kemerahan di area kulit yang terluka disertai rasa nyeri merupakan hal yang normal. Sebab, bisa jadi warna kemerahan tersebut menandakan luka mulai sembuh.Kendati demikian, jika warna kemerahan disertai rasa nyeri justru semakin parah dan meluas ke area kulit lainnya dengan cepat, sebaiknya Anda perlu waspada dan segera menemui dokter. Pasalnya, kondisi ini bisa saja menjadi tanda luka infeksi.Pastikan Anda tidak menyentuh atau menggosok area luka yang mengalami kemerahan tersebut.

3. Keluar cairan kehijauan beraroma tak sedap dari luka infeksi

Selain rasa nyeri yang tak kunjung hilang, Anda juga perlu memerhatikan warna atau aroma yang mungkin keluar dari luka terbuka di kulit.Tanda luka infeksi yang lebih parah biasanya keluar luka yang disertai oleh munculnya lapisan berwarna kehijauan dan berbau tidak sedap. Ini berarti lapisan tersebut merupakan nanah yang menjadi tanda luka infeksi akibat bakteri.Apabila luka di kulit diikuti oleh lapisan berwarna kuning, Anda tak perlu khawatir. Sebab, keluarnya lapisan berwarna kuning keputihan bisa jadi merupakan jaringan granulasi. Jaringan granulasi adalah jaringan yang terbentuk selama proses penyembuhan luka.

4. Demam, mual, muntah, dan merasa lemas

Tanda luka infeksi ternyata tak hanya muncul di area kulit sekitarnya. Pada beberapa kasus, tanda luka infeksi juga menyerang tubuh Anda sehingga muncul rasa tidak enak badan.Akibatnya, tubuh Anda akan berusaha melakukan perlawanan yang berdampak pada gejala sistemik, seperti demam, mual, muntah, dan merasa lemas.Jika Anda mengalami gejala tersebut beberapa saat setelah mengalami luka terbuka, alangkah baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter guna mendapatkan penanganan medis.

Siapa saja orang yang rentan mengalami luka infeksi?

Munculnya luka infeksi rentan terjadi pada kelompok orang dengan kondisi sebagai berikut:
  • Apabila digigit hewan
  • Tergores atau tertusuk oleh benda yang tidak steril
  • Luka di kulit cukup besar dan dalam
  • Masih terdapat luka yang belum pulih sepenuhnya
  • Orang dengan berat badan berlebih atau obesitas
  • Orang lanjut usia
  • Orang yang mengidap penyakit diabetes tipe 1 atau tipe 2
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti menggunakan obat steroid, kemoterapi, atau mengidap penyakit HIV

Pertolongan pertama sebagai cara mengobati luka infeksi di rumah

Pertolongan pertama luka infeksi di rumah
Gunakan perban jika luka terbuka sudah dibersihkan
Anda perlu menemui dokter dengan segera apabila luka infeksi tergolong berat dan serius yang disertai demam, mual, muntah, merasa tidak enak badan, hingga keluar cairan berwarna dan beraroma tidak sedap. Sementara, apabila tanda luka infeksi yang muncul masih tergolong ringan atau sedang, seperti area yang berwarna kemerahan di sudut luka, maka Anda dapat melakukan pertolongan pertama cara mengobati luka infeksi sendiri di rumah. Bagaimana caranya?
  • Pertama, pastikan Anda mencuci tangan terlebih dahulu dengan sabun dan air hangat.
  • Kemudian, pastikan peralatan yang digunakan untuk membersihkan luka, seperti pinset, sudah dalam kondisi bersih. Anda dapat melakukan sterilisasi peralatan tersebut menggunakan cairan alkohol.
  • Bersihkan area luka terlebih dahulu dengan air hangat selama beberapa menit. Gunakan air sabun untuk membersihkan kulit-kulit di sekitar luka secara perlahan. Namun, hindari membasahi luka terbuka dengan air sabun secara langsung.
  • Jika ada serpihan-serpihan kecil, seperti tanah, kerikil, pecahan kaca atau benda tajam lainnya, gunakan pinset atau handuk lembut yang sudah dibasahi air dengan lembut untuk menyingkirkannya.
  • Setelah luka selesai dibersihkan, oleskan salep antibiotik atau petroleum jelly secukupnya.
  • Tunggu sampai obat topikal kering sepenuhnya, lalu tutupi luka dengan kain kasa atau perban. Pastikan untuk mengganti perban atau kain kasa sedikitnya satu kali dalam sehari atau ketika perban atau kain kasa sudah kotor atau basah.
Jika luka infeksi tak kunjung membaik setelah 1-2 hari pengobatan di rumah, sebaiknya segera temui dokter.Apabila Anda tidak dapat membersihkan luka infeksi sendiri di rumah, ada baiknya untuk menemui dokter.Dokter mungkin akan meresepkan obat antibiotik, seperti amoxicillin-clavulanate, cephalexin, doxycycline, trimethoprim-sulfamethoxazole, dicloxacillin, atau clindamycin.Selain itu, dokter akan mengoleskan obat topikal untuk mengurangi rasa nyeri, membersihkan luka infeksi, serta menutupnya dengan perban atau kain kasa yang tepat.

Apa yang terjadi jika luka infeksi tidak ditangani dengan baik dan benar?

Jika Anda tidak menangani luka infeksi dengan baik dan benar, kondisi ini dapat menyebar ke area tubuh lain sehingga meningkatkan risiko komplikasi serius, seperti:

1. Selulitis

Salah satu risiko komplikasi yang mungkin muncul apabila luka infeksi tidak ditangani dengan baik adalah selulitis. Selulitis adalah infeksi pada lapisan dan jaringan kulit paling dalam yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus.Infeksi ini dapat menyebabkan area kulit yang mengalami luka akan bengkak, memerah, nyeri, serta keluar cairan berbau dan berwarna. Biasanya jenis infeksi pada luka ini terjadi pada area kaki.Selain itu, Anda akan mengalami demam, menggigil, serta mual dan muntah.

2. Osteomielitis

Risiko komplikasi yang mungkin muncul berikutnya apabila luka infeksi tak kunjung ditangani dengan baik adalah osteomielitis.Osteomielitis adalah infeksi bakteri yang menyerang tulang. Gejala osteomielitis adalah rasa nyeri, kemerahan, dan pembengkakan pada kulit yang terinfeksi. Selain itu, demam dan merasa lemas juga menjadi gejala penyerta pada orang dengan osteomielitis.

3. Sepsis

Sepsis mungkin dapat berkembang sebagai risiko komplikasi yang muncul apabila kondisi selulitis tidak dapat ditangani dengan baik.Sepsis adalah reaksi imun ekstrem yang kadang-kadang dapat terjadi ketika infeksi masuk ke dalam aliran darah. Kondisi ini dapat menyebabkan organ tubuh tidak bisa berfungsi dengan baik sehingga mengancam nyawa.Sebelum ditutup dengan plester atau perban, Anda harus membersihkan luka terlebih dahulu agar tidak menimbulkan infeksi.Namun, apabila Anda mencurigai luka di kulit mengalami infeksi karena disertai nyeri, kemerahan, atau keluar cairan berbau dan beraroma, sebaiknya segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan luka infeksi yang tepat.
penyembuhan lukapertolongan pertama
Healthline. https://www.healthline.com/health/infected-cut#prevention
Diakses pada 31 Juli 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325040#when-to-see-a-doctor
Diakses pada 31 Juli 2020
The Healthy. https://www.thehealthy.com/first-aid/cuts/signs-a-cut-or-scrape-is-infected/
Diakses pada 31 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait