8 Tanda Kekurangan Karbohidrat yang Harus Diperhatikan


Kekurangan karbohidrat di dalam tubuh dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan, bahkan mengganggu aktivitas keseharian. Tubuh bisa merasa lelah, bau mulut tak sedap, hingga sembelit bisa datang!

(0)
29 Oct 2020|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Kekurangan karbohidrat dapat sebabkan banyak dampak buruk, salah satunya bau mulut.Sering lapar? Bisa jadi Anda kekurangan karbohidrat!
Saat tubuh kekurangan karbohidrat, ada banyak dampak buruk yang bisa terjadi. Bahkan, rendahnya kadar karbohidrat dapat mengundang gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari Anda.Berbagai fungsi tubuh membutuhkan karbohidrat untuk berfungsi sebagaimana mestinya. Berikut adalah sejumlah dampak buruk yang disebabkan kekurangan karbohidrat.

Kekurangan karbohidrat, apa dampaknya pada tubuh?

Karbohidrat adalah sumber energi utama bagi manusia yang terbuat dari karbon, hidrogen, dan oksigen. Ketika nutrisi ini masuk ke dalam tubuh, karbohidrat akan dipecah menjadi glukosa (gula darah) dan mengalir di dalam darah.Setelah itu, glukosa akan masuk ke dalam sel tubuh dengan bantuan hormon insulin karena semua sel di dalam tubuh manusia membutuhkan glukosa untuk berfungsi.Berikut adalah beberapa dampak buruk dari kekurangan karbohidrat yang bisa Anda alami.

1. Sering sakit kepala dan mual

Membatasi asupan karbohidrat di bawah 50 gram per harinya dapat menyebabkan ketosis. Proses biologis ini terjadi saat tubuh menggunakan lemak dan protein sebagai sumber energi utamanya. Hal ini dapat mengundang sakit kepala dan mual.Selain itu, ketosis juga bisa menyebabkan gejala merugikan lainnya, seperti kelelahan, mudah marah, sembelit, sulit tidur, sakit perut, kram, hingga nyeri otot.

2. Tubuh terasa dingin

Kekurangan karbohidrat juga bisa menyebabkan tubuh terasa dingin, sehingga tubuh mulai menunjukkan gejalahipotiroidisme. Kondisi ini terjadi akibat kelenjar tiroid membutuhkan glukosa untuk memproduksi hormon T3. Sedangkan glukosa tidak dapat terpenuhi jika tubuh mengalami kekurangan karbohidrat.Perlu diketahui hormon T3 memiliki tugas untuk membuat tubuh terasa hangat. Jika tubuh kekurangan hormon T3, maka tubuh dapat terasa dingin dan menggigil. 

3. Lemah dan lesu

Dampak buruk kekurangan karbohidrat lainnya adalah lemah dan lesu. Karbohidrat adalah sumber energi utama bagi tubuh. Jika asupan karbohidrat Anda sangat kecil, atau bahkan tidak mengonsumsi karbohidrat sama sekali, maka rasa lemah dan lesu bisa datang, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

4. Bau mulut (halitosis)

Kekurangan karbohidrat dapat sebabkan bau mulut atau halitosis
Kekurangan karbohidrat dapat sebabkan bau mulut tak sedap
Bau mulut atau halitosis bisa terjadi jika tubuh kekurangan karbohidrat. Hal ini terjadi karena tubuh menggunakan lemak dan protein sebagai sumber energi utamanya. Akibatnya, ketosis pun datang dan menyebabkan bau mulut yang tidak sedap.

5. Perubahan suasana hati tidak menentu

Salah satu fungsi karbohidrat yang sangat penting adalah membantu tubuh memproduksi hormon kebahagiaan atau serotonin. Di saat tubuh kekurangan karbohidrat, produksi hormon serotonin akan terhambat.Jika hal ini terjadi, suasana hati menjadi tidak menentu. Ditambah lagi, rasa letih dan lapar yang terasa akibat kekurangan karbohidrat juga bisa berkontribusi dalam menyebabkan suasana hati semakin buruk.

6. Sering merasa lapar

Kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan Anda sering merasa lapar
Sering lapar? Bisa jadi Anda kekurangan karbohidrat!
Kebanyakan sumber karbohidrat sehat berasal dari makanan yang kaya akan serat. Serat dapat membantu tubuh Anda untuk merasa kenyang lebih lama.Namun, jika tubuh Anda kekurangan karbohidrat, kemungkinan besar asupan serat juga tak terpenuhi. Hal ini dapat membuat Anda sering merasa lapar sehingga program diet pun akan sulit berjalan lancar.

7. Sembelit

Seperti yang sudah dijelaskan, sumber karbohidrat berasal dari makanan yang kaya akan serat, seperti sayur, kacang-kacangan, hingga lentil. Jika Anda tidak mengonsumsi karbohidrat yang cukup dari makanan-makanan ini, maka asupan serat juga tidak terpenuhi.Hal ini dapat menyebabkan munculnya sembelit dan rasa tidak nyaman pada sistem pencernaan. Selain itu, karbohidrat kompleks, seperti roti, pasta, hingga sereal, juga dibutuhkan untuk menjaga pergerakan usus yang sehat.

8. Sesi olahraga jadi tidak maksimal

Salah satu dampak buruk dari kekurangan karbohidrat adalah rasa lemah dan lesu yang terus menghantui. Jika tubuh tidak berenergi, bagaimana bisa sesi olahraga dimaksimalkan?Nyatanya, karbohidrat dibutuhkan bagi tubuh untuk memasok energi yang cukup sehingga dapat digunakan sebagai bahan bakar saat olahraga. Para atlet pun juga diminta untuk mengonsumsi karbohidrat yang cukup supaya kebutuhan energinya terpenuhi sehingga dapat memberikan performa terbaiknya.

Sumber karbohidrat yang sehat

Untuk mengatasi kekurangan karbohidrat, tentu Anda harus meningkatkan asupan karbohidrat harian Anda. Namun hati-hati, pilihlah berbagai sumber karbohidrat sehat seperti di bawah ini:
  • Sayuran (segala macam sayuran)
  • Buah-buahan (apel, pisang, stroberi)
  • Kacang-kacangan (almond, macadamia, hazelnut)
  • Biji-bijian (biji chia, biji labu)
  • Gandum utuh (quinoa, oat, nasi cokelat)
  • Umbi (ubi atau kentang).
Selain mengenal sumber karbohidrat sehat di atas, kenali juga sumber karbohidrat jahat yang berbahaya bagi kesehatan ini:
  • Minuman manis, seperti soda
  • Jus buah yang sudah mengandung pemanis buatan
  • Roti putih
  • Kue
  • Es krim
  • Permen dan cokelat
  • Kripik goreng dan kentang goreng.

Kebutuhan karbohidrat harian

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sudah menetapkan kebutuhan karbohidrat harian yang sebaiknya dipatuhi agar tanda-tanda kekurangan karbohidrat tidak terjadi.
  • Bayi 0-5 bulan: 59 gram
  • Bayi 6-11 bulan: 105 gram
  • Anak 1-3 tahun: 215 gram
  • Anak 4-6 tahun: 220 gram
  • Anak 7-9 tahun: 250 gram
  • Anak laki-laki 10-12 tahun: 300 gram
  • Anak laki-laki: 13-15 tahun: 350 gram
  • Remaja laki-laki 16-18 tahun: 400 gram
  • Pria 19-29 tahun: 430 gram
  • Pria 30-49 tahun: 415 gram
  • Pria lanjut usia (lansia) 50-64 tahun: 340 gram
  • Pria lansia 65-80 tahun: 275 gram
  • Pria lansia 80 tahun ke atas: 235 gram
  • Anak perempuan 10-12 tahun: 280 gram
  • Remaja perempuan 13-18 tahun: 300 gram
  • Wanita 19-29 tahun: 360 gram
  • Wanita 30-49 tahun: 340 gram
  • Wanita lansia 50-64 tahun: 280 gram
  • Wanita lansia 65-80 tahun: 230 gram
  • Wanita lansia 80 tahun ke atas: 200 gram.
Untuk mengetahui berapa kebutuhan karbohidrat Anda secara lengkap, Anda bisa bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Apalagi jika Anda ingin tahu asupan karbohidrat harian yang dibutukan untuk menurunkan berat badan. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play!
penyakitmakanan sehatbau mulutkarbohidrat
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/161547#types
Diakses pada 15 Oktober 2020
Doctor NDTV. https://doctor.ndtv.com/living-healthy/7-signs-that-you-are-not-eating-enough-carbs-1874448
Diakses pada 15 Oktober 2020
Web MD. https://www.webmd.com/diabetes/type-1-diabetes-guide/what-is-ketosis#1
Diakses pada 15 Oktober 2020
Food NDTV. https://food.ndtv.com/health/7-signs-you-are-not-consuming-enough-carbohydrates-1873536
Diakses pada 15 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/good-carbs-bad-carbs#TOC_TITLE_HDR_7
Diakses pada 15 Oktober 2020
Kemenkes. http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf
Diakses pada 15 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait