Tanda Keguguran tanpa Pendarahan yang Perlu Diwaspadai Ibu Hamil

(0)
16 Feb 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Tanda keguguran tanpa pendarahan dapat mengganggu psikologis penderitanyaKeguguran dapat terjadi tanpa pendarahan
Keguguran merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang dapat dialami oleh ibu hamil. Setidaknya di Amerika Serikat, 25 persen dari kehamilan yang telah dikonfirmasi secara medis berakhir dengan keguguran.Pendarahan menjadi salah satu tanda utama terjadinya keguguran yang mudah dikenali. Namun, tahukah Anda kalau keguguran dapat terjadi walaupun tidak ada pendarahan? Waspadai terjadinya kondisi ini dengan mengenali berbagai tanda keguguran tanpa pendarahan yang bisa muncul.

Tanda keguguran tanpa pendarahan

Faktanya, keguguran tidak selalu ditandai dengan pendarahan. Tanda keguguran tanpa pendarahan bisa dideteksi dengan mengenali gejala-gejala lain yang dapat menandakan komplikasi kehamilan ini, seperti:
  • Gejala kehamilan (morning sickness, nyeri payudara, kembung, dan sebagainya) yang berkurang secara tiba-tiba.
  • Tes kehamilan yang menunjukkan hasil negatif.
  • Kram atau sakit pada panggul atau punggung. Rasa nyeri ini bisa berlangsung secara konstan atau datang dan pergi. Rasa sakit juga dapat terasa layaknya sedang menstruasi.
  • Terjadi mual, muntah, dan diare.
  • Sakit perut yang tergolong parah.
  • Keluar cairan dari vagina.
  • Keluar jaringan dari vagina.
  • Rasa lemah yang tidak bisa dijelaskan.
  • Berhentinya gerakan janin jika kehamilan sudah berkembang.
Ada kalanya ibu hamil tidak merasakan apa-apa saat mengalami keguguran, dan baru mengetahuinya saat dilakukan pemeriksaan. Oleh karena itu, lakukan kontrol kehamilan secara teratur dengan dokter kandungan Anda.

Penanganan keguguran

Penanganan keguguran tanpa pendarahan umumnya sama dengan keguguran biasa. Setelah dokter mengonfirmasi telah terjadi keguguran, jaringan janin dan jaringan dari rahim harus dikeluarkan. Proses ini umumnya akan terjadi secara alami dalam waktu 1-2 minggu setelah mengalami tanda keguguran tanpa pendarahan.Selain menunggu secara alami, dokter juga dapat memberikan pilihan untuk membantu pengeluaran jaringan dan lapisan rahim lebih cepat. Pilihan penanganan yang ditawarkan adalah dengan menggunakan pengobatan atau melakukan tindakan pembedahan, seperti dilatasi dan kuretase.Selama dokter tidak melihat adanya masalah medis yang mendesak, Anda dapat memilih untuk menunggu pengeluaran secara alami atau mengikuti prosedur medis.

1. Pembedahan

Tidak semua wanita yang mengalami keguguran membutuhkan prosedur dilatasi dan kuretase. Namun, jika Anda mengalami pendarahan hebat dan/atau terdapat tanda-tanda infeksi, maka pembedahan mungkin diperlukan.Selain itu, kedua prosedur ini dapat mengurangi kecemasan Anda untuk menunggu terjadinya pengeluaran sisa kehamilan secara alami. Prosedur pembedahan juga memungkinkan rahim untuk sembuh secara ideal dan mempersiapkan diri untuk kehamilan sehat selanjutnya.

2. Konsumsi obat-obatan

Konsumsi obat-obatan bertujuan untuk mengeluarkan sisa janin dan jaringan rahim serta mencegah komplikasi. Dokter dapat menganjurkan sejumlah obat-obatan yang dapat Anda gunakan, di antaranya:
  • Obat untuk mendorong pengeluaran janin.
  • Obat nyeri juga dapat diberikan karena biasanya proses pengeluaran janin disertai dengan kram atau nyeri.
  • Keguguran juga dapat menyebakan infeksi rahim sehingga dokter mungkin akan memberikan obat-obatan terkait infeksi yang terjadi.
Selain kondisi fisik, kondisi mental dari wanita yang mengalami keguguran juga perlu diperhatikan. Tidak sedikit wanita yang merasakan kesedihan dan kehilangan luar biasa di saat mengalami keguguran.Perasaan bersalah dan kecemasan berlebihan umumnya juga dapat dirasakan. Kondisi ini tentunya dapat mengganggu kesehatan mental wanita yang baru saja mengalami keguguran. Oleh karena itu, perawatan untuk memulihkan kesehatan mental penderita keguguran juga penting dilakukan.Perawatan yang dapat diberikan meliputi terapi dengan ahli profesional (psikolog) dan kelompok pendukung (support group). Sebagian mungkin dapat diberikan obat anticemas dan antidepresan untuk mengembalikan kesehatan mentalnya.

3. Waktu pemulihan

Waktu pemulihan setelah keguguran dapat berbeda bagi setiap orang. Semua itu tergantung berbagai faktor, seperti berapa lama usia kehamilan dan infeksi yang menyertainya.Kebanyakan wanita yang mengalami keguguran membutuhkan waktu relatif singkat untuk pemulihan fisik. Namun, jika keguguran disertai dengan infeksi rahim, waktu pemulihan yang dibutuhkan tentunya lebih lama.Pemulihan mental dan emosional kemungkinan juga memerlukan waktu lebih lama dari pemulihan fisik pada sebagian kasus. Ada yang dapat merasa lebih baik setelah mengandung kembali, tapi ada juga yang mungkin akan berduka lebih lama.Dukungan moral akan sangat diperlukan untuk membantu proses pemulihan mental penderita keguguran. Berbicara dengan orang-orang tercinta, bertemu orang-orang dengan pengalaman serupa, atau mengunjungi terapis profesional mungkin dapat membantu.Itulah tanda keguguran tanpa pendarahan yang bisa terjadi dan cara menanganinya. Waspadai tanda keguguran tanpa pendarahan tersebut, khususnya di awal-awal masa kehamilan. Lakukan kontrol kehamilan secara teratur dan segera kunjungi dokter saat merasakan tanda-tanda keguguran.Jika Anda punya pertanyaan seputar masalah kehamilan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
keguguranmasalah kehamilan
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/miscarriage-without-bleeding
Diakses 3 Februari 2021
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/is-it-possible-to-have-a-miscarriage-with-no-bleeding-2371243
Diakses 3 Februari 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322509
Diakses 3 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait