Mengenal Gejala Infeksi Saluran Reproduksi yang Patut Diwaspadai


Gejala infeksi saluran reproduksi perlu disadari sedini mungkin. Pada wanita, kondisi ini umumnya ditandai dengan, keputihan abnormal, gatal pada kelamin, nyeri perut bagian bawah, nyeri menstruasi, ruam di selangkangan.

(0)
06 Jun 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Gejala infeksi saluran reproduksi pada wanitaApabila tidak diobati, infeksi saluran reproduksi dapat menyebabkan komplikasi.
Infeksi saluran reproduksi bisa dialami oleh saluran genital pria maupun wanita. Infeksi ini biasanya muncul dari saluran genital bagian bawah. Lebih banyak dialami oleh wanita di negara-negara berkembang, infeksi saluran reproduksi ini memiliki tiga jenis.Ketiga jenis infeksi saluran reproduksi ini meliputi infeksi menular seksual, infeksi endogenus, serta infeksi iatrogenik. Infeksi saluran reproduksi adalah kondisi yang bisa dicegah. Selain itu, dengan dilakukannya diagnosis yang tepat, kondisi ini juga bisa diatasi dengan baik.[[artikel-terkait]]

Gejala infeksi saluran reproduksi

Infeksi saluran reproduksi bisa timbul tanpa tanda-tanda. Meski demikian, tanda-tanda berikut ini pun bisa terjadi pada penderita infeksi saluran reproduksi.

1. Keputihan abnormal

Ini merupakan tanda yang paling umum dari infeksi saluran reproduksi pada wanita. Keputihan abnormal memiliki ciri berupa bau amis, volume tebal, warna putih kekuningan atau kehijauan, disertai nyeri panggul atau perdarahan, dan menyebabkan lecet atau luka pada alat kelamin.Apabila keputihan yang Anda alami serupa dengan gejala di atas, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang sesuai dengan penyebabnya.

2. Gatal pada kelamin

Rasa gatal pada alat kelamin dapat disebabkan oleh infeksi saluran reproduksi. Ketika mengalami infeksi tersebut, Anda akan merasa gatal yang hebat pada alat kelamin, hingga tak tahan untuk menggaruknya. Hati-hati, sebab menggaruk terlalu keras, dapat menyebabkan luka pada alat kelamin.

3. Nyeri perut bagian bawah

Nyeri perut bagian bawah bisa terasa tidak nyaman dan menyakitkan. Hal ini dapat disebabkan oleh infeksi saluran reproduksi. Perut Anda akan terasa kram, kembung, seperti ditekan, ditusuk atau diputar.

4. Nyeri menstruasi

Jika Anda merasa nyeri ketika mens, hal itu dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan. Salah satu masalah yang dengan tanda nyeri mens adalah infeksi saluran reproduksi. Nyeri mens akan terasa sangat hebat, bahkan membuat Anda sulit untuk beraktivitas.

5. Nyeri saat berhubungan intim

Kondisi ini merupakan salah satu tanda umum dari infeksi saluran reproduksi. Ketika berhubungan intim, Anda akan merasa nyeri yang tidak seperti biasanya. Bahkan, nyeri ini terkadang dapat disertai dengan perdarahan. Hal ini tentu harus mendapat perhatian medis.

6. Ruam di selangkangan

Ruam di daerah selangkangan dapat disebabkan oleh berbagai hal, termasuk infeksi saluran reproduksi.Jika mengalami infeksi tersebut, selangkangan akan mengalami ruam kemerahan yang terasa gatal dan menyakitkan. Hindari menggaruk area tersebut. Sebab menggaruknya, hanya akan memperparah ruam.

7. Sensasi terbakar saat buang air kecil

Ketika terkena infeksi saluran reproduksi, Anda dapat merasa nyeri saat buang air kecil. Bahkan, nyeri ini menimbulkan sensasi terbakar yang membuat kencing terasa perih. Terkadang, intensitas kencing juga menjadi lebih sering dan sulit ditahan.

Jenis-jenis infeksi saluran reproduksi

Infeksi menular seksual disebabkan oleh kontak seksual dengan pasangan yang terinfeksi. Contoh dari infeksi menular seksual yaitu gonore, klamidia, sifilis, trikomoniasis, herpes genital, HIV, chancroid, dan kutil kelamin.Sementara itu, infeksi endogenus diakibatkan oleh pertumbuhan berlebih dari organisme biasa, yang ada di saluran reproduksi. Infeksi ini biasanya tidak menular antarindividu. Contoh dari infeksi endogenus yaitu infeksi jamur dan bakteri vaginosis.Infeksi lain yang bisa dialami saluran reproduksi adalah infeksi iatrogenik. Infeksi ini berkaitan dengan prosedur medis, persalinan, program KB atau periode postpartum. Infeksi ini antara lain dapat disebabkan oleh aborsi atau pemasangan IUD.Infeksi iatrogenik dapat bergerak melalui serviks ke saluran genital bagian atas, hingga menyebabkan infeksi serius pada saluran tuba, rahim, dan organ panggul.

Komplikasi infeksi saluran reproduksi

Gonore, sifilis, dan kandida adalah infeksi saluran reproduksi yang paling umum. Jika tidak diobati, infeksi saluran reproduksi dapat menyebabkan komplikasi, seperti kesulitan hamil, kehamilan ektopik, nyeri panggul, kanker serviks, gangguan menstruasi, melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah, dan meningkatkan risiko terhadap infeksi virus HIV.Untuk menghindari terjadinya infeksi saluran reproduksi, sebaiknya Anda melakukan hubungan seks yang aman dengan menggunakan kondom. Selain itu, jagalah kebersihan alat reproduksi Anda dengan benar.
hivkram menstruasiruam kulitkeputihaninfeksi saluran reproduksi
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2851660/
Diakses pada 22 Mei 2019
Hetv.org. http://hetv.org/resources/reproductive-health/rtis_gep/types.htm
Diakses pada 22 Mei 2019
NHS UK. https://www.nhs.uk/conditions/vaginal-discharge/
Diakses pada 22 Mei 2019
WebMD. https://www.webmd.com/sexual-conditions/sexual-health-genital-itching
Diakses pada 22 Mei 2019
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/abdominal_pain_causes/views.htm#
Diakses pada 22 Mei 2019
Health Link BC. https://www.healthlinkbc.ca/health-topics/maleg
Diakses pada 22 Mei 2019
 Reviewed by dr. Reni
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait