6 Tanda Hubungan Keluarga Sehat yang Perlu Anda Ketahui


Terjalinnya hubungan keluarga adalah salah satu kunci kebahagiaan. Jika keharmonisan keluarga tak dijaga, kerugian bisa datang, seperti stres, konflik, hingga penyakit.

0,0
04 Jan 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Tanda-tanda hubungan keluarga yang sehat sangatlah beragam, salah satunya adanya komunikasi positif.Gemar berkumpul adalah salah satu tanda hubungan keluarga yang sehat.
Keluarga adalah tempat kita mencari kasih sayang, kenyamanan, dan dukungan. Hubungan keluarga yang terjalin dengan baik dapat membawa pengaruh baik terhadap kesehatan fisik dan mental. Untuk mewujudkan hubungan keluarga yang sehat, ada beberapa tanda yang perlu Anda ketahui.

Tanda hubungan keluarga yang sehat

Menurut sebuah penelitian, hubungan keluarga yang sehat memiliki beberapa karakteristik yang bisa Anda kenali, di antaranya:

1. Apresiasi dan kasih sayang

Adanya apresiasi dan rasa kasih sayang di dalam sebuah keluarga menjadi salah satu tanda hubungan keluarga yang sehat. Di saat ada anggota keluarga yang membutuhkan pertolongan, anggota keluarga lainnya akan menunjukkan dukungan dan rasa kasih sayangnya untuk membantu dengan cara apa pun.

2. Komitmen

Hubungan keluarga yang terjalin dengan baik dapat terlihat dari komitmen para anggota keluarganya. Komitmen ini bisa datang dalam berbagai bentuk, seperti ada di saat dibutuhkan, dapat menjadi pendengar yang baik saat ingin bercerita, hingga membuat keputusan bersama dalam menjaga keharmonisan keluarga.

3. Komunikasi yang positif

Di dalam hubungan keluarga yang sehat, tidak ada kritik yang menjatuhkan, menjelek-jelekkan nama anggota keluarga lainnya, atau kekerasan emosional. Justru sebaliknya, hubungan keluarga yang terjalin dengan baik diisi oleh komunikasi positif yang dapat membuat para anggota keluarganya merasa didukung dan disayangi.

4. Gemar menghabiskan waktu bersama

Baik itu spontan atau sudah direncanakan, keluarga yang hubungannya terjalin erat dapat bersenang-senang, tertawa, dan tersenyum lebar saat sedang bersama-sama. Para anggota keluarganya juga merasa bahagia untuk bisa menghabiskan waktu bersama.

5. Mampu menyelesaikan masalah bersama

Masalah dan konflik di dalam keluarga kadang tak terelakkan. Keluarga yang keharmonisannya terjaga cenderung dapat menyelesaikan berbagai macam konflik atau masalah bersama-sama tanpa rasa emosi. Mereka dapat melihat sisi positif di dalam situasi buruk.Dengan menjalani situasi-situasi yang sulit bersama, hubungan antar anggota keluarga dipercaya dapat semakin erat.

6. Mampu menerima anggota keluarga apa adanya

Anggota keluarga yang saling bisa menerima dan memahami kekurangan dan kelebihan masing-masing adalah tanda dari hubungan keluarga yang terjalin dengan baik.

Tanda-tanda toxic family yang harus diwaspadai

Toxic family dapat berdampak buruk pagi kesehatan mental
Kenali ciri-ciri toxic family pada keluarga
Setelah mengenal berbagai macam karakteristik hubungan keluarga yang sehat, Anda juga perlu memahami tanda-tanda toxic family supaya bisa menghindarinya:
  • Suka gosip

Pernah bertemu dengan anggota keluarga yang membicarakan anggota keluarga lainnya? Hal ini menjadi salah satu tanda toxic family yang harus segera dihentikan.
  • Mencari kekurangan anggota keluarga lainnya

Mencari-cari kekurangan anggota keluarga adalah ciri-ciri toxic family yang berbahaya. Kekurangan seorang anggota keluarga biasanya sudah diketahui dalam keluarga inti atau keluarga besar. Hal ini dikhawatirkan bisa dijadikan bahan olokan untuk mempermalukannya.
  • Terdapat kekerasan

Tidak hanya fisik, kekerasan mental juga bisa terjadi dalam keluarga yang toxic. Anggota keluarga yang toxic biasanya akan menindas korbannya secara emosional dan merasa korbannya layak diberi perlakukan buruk. Jika Anda menjadi korban atau saksinya, Anda mungkin akan disuruh diam demi menjaga nama baik keluarga.
  • Adanya kompetisi

Di saat ada seorang anggota keluarga yang selalu dielu-elukan, ditakutkan akan muncul rasa cemburu. Jika rasa cemburu sudah muncul, jangan kaget ketika anggota keluarga akan saling berkompetisi untuk menjadi yang terbaik. Padahal mereka seharusnya saling mendukung satu sama lain.

Tips membangun hubungan keluarga yang sehat

Terdapat berbagai macam cara menyenangkan untuk menjalin hubungan keluarga yang sehat, seperti:
  • Gunakan waktu luang untuk berbicara dan bersenda gurau bersama anggota keluarga setiap hari.
  • Matikan smartphone dan berbincanglah dengan anggota keluarga lainnya. Hal ini dapat membantu Anda fokus terhadap apa yang sedang dibicarakan dan dilakukan oleh anggota keluarga lainnya.
  • Cobalah memberanikan diri untuk lebih terbuka dan berbincang empat mata dengan anggota keluarga untuk memperkuat hubungan individu dengan anggota keluarga lainnya.
  • Lakukan hal seru bersama dengan keluarga, seperti berolahraga di lapangan atau liburan bersama.
Berbagai aktivitas di atas memang terkesan remeh, tapi dampaknya terhadap hubungan keluarga cukup besar.

Catatan dari SehatQ

Hubungan keluarga yang sehat dapat membawa dampak baik bagi kesehatan fisik maupun mental Anda. Oleh karena itu, ikuti berbagai tips di atas untuk mewujudkannya.Jika Anda atau anggota keluarga ada yang khawatir dengan kesehatannya, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga!
ibu dan anakgangguan mentalkesehatan mental
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/healthy-family-relationshps-and-stress-relief-3144541
Diakses pada 19 Desember 2020
Beyond Blue. https://beyou.edu.au/fact-sheets/relationships/healthy-families#:~:text=In%20healthy%20family%20relationships%2C%20people,so%20that%20everyone%20can%20relax).
Diakses pada 19 Desember 2020
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/women-autism-spectrum-disorder/202006/7-signs-toxic-family
Diakses pada 19 Desember 2020
Raising Children. https://raisingchildren.net.au/grown-ups/family-life/routines-rituals-relationships/good-family-relationships
Diakses pada 19 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait