Ragam Gejala Kekurangan Vitamin C, Picu Gangguan pada Kulit Hingga Gusi

Gejala kekurangan vitamin C dapat berupa masalah pada kulit, rambut, gusi, hingga kuku
Walau sumber vitamin C mudah didapat, beberapa orang masih kekurangan vitamin C

Vitamin C mungkin menjadi jenis vitamin yang paling dikenal dibandingkan teman-temannya. Sumber vitamin C pun sangat mudah dicari, seperti buah jeruk dan sayur brokoli.

Namun pada kenyataannya, beberapa orang masih mengalami kekurangan vitamin C. Kekurangan vitamin ini akan menimbulkan gejala tertentu yang tidak mengenakkan. Pada kasus yang parah, kekurangan vitamin dapat memicu kondisi yang disebut scurvy.

Apa gejala kekurangan vitamin C?

Berikut ini beberapa tanda, ciri, dan gejala jika tubuh kekurangan vitamin C:

1. Kulit kasar dan tidak rata

Vitamin C berperan dalam produksi kolagen, jaringan ikat yang ditemukan pada kulit, tulang, sendi, hingga pembuluh darah. Apabila tubuh kekurangan vitamin C, kondisi keratosis akan berisiko terjadi. Pada keratosis, kulit akan menjadi kasar terutama pada bagian lengan atas, paha, atau bokong.

2. Bintik merah pada kulit

Folikel adalah tempat tumbuhnya rambut yang tersebar di sekujur permukaan kulit. Pada folikel, terdapat pembuluh darah yang sangat kecil untuk menyediakan nutrisi dan darah di area folikel serta tempat tumbuhnya rambut dan bulu.

Karena vitamin C berperan dalam pemeliharaan pembuluh darah, kondisi defisiensi akan membuat pembuluh menjadi lemah dan mudah pecah. Hal tersebut memicu timbulnya bintik-bintik merah, yang dikenal dengan kondisi perifollicular hemorrhage.

3. Kuku menyerupai sendok

Individu yang mengalami kekurangan vitamin C juga akan menunjukkan gangguan pada kukunya. Gangguan tersebut berupa kuku yang menyerupai sendok, berbentuk cekung, serta menjadi tipis dan rapuh.

4. Kulit mudah memar

Masih berkaitan dengan peran vitamin C bagi pembuluh darah dan kulit, kekurangan vitamin ini akan membuat penderitanya menjadi mudah memar. Memar dapat terjadi karena adanya pembuluh darah yang pecah sehingga darah mengalir ke area di sekitarnya.

5. Luka yang memulih dengan lambat

Pemulihan luka yang lambat menjadi gejala kekurangan vitamin C pada tahap yang parah. Bahkan, pada beberapa kasus, defisiensi vitamin ini juga memicu luka lama kembali terbuka. Hal ini dapat terjadi karena peran vitamin C dalam formasi kolagen untuk jaringan kulit.

6. Gusi berdarah dan gigi copot

Kekurangan vitamin C menimbulkan masalah pada berbagai area tubuh, tak terkecuali di rongga mulut. Jika Anda tidak memenuhi kebutuhan vitamin ini, risiko gusi berdarah juga dapat terjadi. Gusi menjadi berdarah karena jaringannya yang melemah dan meradang.

Pada kasus yang berat, gusi akan terlihat keunguan dan menjadi tidak sehat. Seiring waktu, gigi pun berisiko untuk lepas dari gusi.

7. Tulang yang lemah

Vitamin C juga berperan dalam jaringan tulang. Apabila tubuh kekurangan vitamin C, risiko tulang retak dan tulang keropos (osteoporosis) juga akan meningkat. Gangguan pada tulang karena kekurangan vitamin C lebih rentan terjadi pada anak-anak karena mereka sedang berada dalam fase pertumbuhan.

8. Sakit pada persendian

Vitamin C juga berperan dalam pemeliharaan jaringan sendi. Apabila kekurangan vitamin C, nyeri pada sendi pun dapat terjadi. Pada beberapa orang, defisiensi vitamin C juga menimbulkan perdarahan di dalam sendi.

9. Perubahan mood dan rasa lelah

Suasana hati buruk merupakan gejala awal dari kekurangan vitamin C. Begitu juga dengan rasa lelah yang dapat terus muncul sebelum defisiensi total terjadi.

10. Kenaikan berat badan

Para ahli memercayai bahwa vitamin C turut mengatur pelepasan lemak dari sel. Beberapa penelitian pun menemukan tubuh orang yang kekurangan vitamin C cenderung gemuk. Hanya saja, ilmuwan belum dapat mengonfirmasi kaitan tersebut bersifat sebab-akibat atau bukan.

Apa saja penyebab kekurangan vitamin C?

Vitamin C merupakan nutrisi yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh. Dengan demikian, vitamin C hanya bisa didapatkan dari makanan. 

Risiko kekurangan vitamin C dapat meningkat karena faktor berikut ini:

  • Kurang dalam asupan buah dan sayuran, kondisi ini dapat dipicu oleh kondisi ekonomi sebuah keluarga atau individu
  • Mengidap gangguan makan seperti anoreksia nervosa
  • Menderita gangguan mental berat
  • Diet yang berlebihan
  • Menderita alergi tertentu
  • Pasien yang menjalankan cuci darah (dialysis)
  • Lanjut usia
  • Berlebihan dalam mengonsumsi alkohol
  • Penggunaan obat ilegal

Bagaimana menangani kekurangan vitamin C?

Penanganan defisiensi atau kekurangan vitamin C dapat berupa pemberian suplemen vitamin C yang dikombinasikan dengan nutrisi dari makanan. Setelah beberapa waktu, suplemen vitamin C tersebut dapat dihentikan. Sementara itu, untuk konsumsi makanan sumber vitamin C harus terus dilanjutkan.

Ada banyak makanan yang menjadi sumber vitamin C. Beberapa makanan dengan kandungan vitamin C tinggi adalah jambu biji, paprika merah manis, buah kiwi, lemon, hingga jeruk. Begitu juga dengan stroberi, pepaya, dan sayur brokoli.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-c-deficiency-symptoms
Diakses pada 7 November 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/155758.php
Diakses pada 7 November 2019

Patient info. https://patient.info/healthy-living/vitamin-c-deficiency-leaflet
Diakses pada 7 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed