logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Mental

Tertarik Pada Pria Lebih Tua? Bisa Jadi Tanda Daddy Issues, Ini Cara Mengatasinya

open-summary

Daddy issues adalah kondisi yang terjadi saat seseorang mempunyai hubungan tidak sehat atau tak merasakan kehadiran sosok ayah dalam hidupnya. Meski bukan tergolong sebagai masalah kesehatan mental, kondisi ini memerlukan penanganan apabila memberi pengaruh buruk pada fisik, psikologis, dan aktivitas penderitanya.


close-summary

20 Jul 2021

| Bayu Galih Permana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Daddy issues adalah kondisi yang terjadi saat seseorang mempunyai hubungan tidak sehat atau tak merasakan kehadiran sosok ayah dalam hidupnya

Ketidakhadiran sosok ayah atau hubungan yang rumit dengan ayah membuat Anda mendambakan sosok penggantinya

Table of Content

  • Apa itu daddy issues?
  • Tanda-tanda daddy issues
  • Bagaimana cara mengatasi daddy issues?
  • Perbedaan daddy issues dengan electra complex

Istilah daddy issues selama ini seringkali digunakan untuk menggambarkan ketertarikan wanita terhadap pria dengan usia yang lebih dewasa. Wanita yang mempunyai pola perilaku rebel atau pemberontak juga kerap dikaitkan dengan istilah ini.

Advertisement

Lantas, apa makna sebenarnya dari daddy issues? Benarkah kondisi ini masuk dalam masalah kesehatan mental?

Apa itu daddy issues?

Daddy issues adalah kondisi yang terjadi saat seseorang mempunyai hubungan tidak sehat dengan ayahnya. Kondisi ini juga dapat terjadi ketika Anda tidak merasakan kehadiran sosok ayah dalam hidup.

Sebagai contoh, anak yang mengalami daddy issues mungkin akan berperilaku kasar terhadap pasangannya ketika sudah dewasa. Pola perilaku ini muncul karena ia kerap melihat sang ayah bertindak kasar terhadap ibunya semasa kecil.

Sementara itu, daddy issues yang muncul karena ketidakhadiran sosok ayah dalam hidupnya bisa membuat seseorang kesulitan untuk percaya atau berkomitmen dengan orang lain. Misal, seorang ayah pergi meninggalkan istrinya yang sedang hamil untuk bersama wanita lain. Saat sang anak lahir, ia akan sulit menjalin hubungan atau berkomitmen dengan lawan jenis karena takut mengalami hal serupa. 

Hingga kini, kondisi ini belum dikategorikan sebagai masalah kesehatan mental. Meski begitu, daddy issues dapat memberikan dampak buruk terhadap kondisi psikologis orang-orang yang mengalaminya.

Tanda-tanda daddy issues

Daddy issues seringkali memengaruhi cara seseorang dalam bersikap dan perilaku. Beberapa sikap dan perilaku yang menjadi tandanya, antara lain:

1. Hanya tertarik pada orang yang lebih tua

Ketidakhadiran sosok ayah atau hubungan yang rumit dengan ayah membuat Anda mendambakan sosok penggantinya. Anda mungkin merindukan sosok lebih tua untuk memberikan kasih sayang dan cinta, yang tidak didapatkan semasa anak-anak. Kerinduan itu pun kemudian membuat Anda cenderung lebih tertarik pada orang dengan usia lebih tua.

2. Bersikap cemburuan, dan sangat protektif

Daddy issues terkadang membuat orang yang mengalaminya khawatir akan ditinggalkan oleh pasangan. Kekhawatiran tersebut kemudian membuat Anda sering cemburu dan melakukan tindakan-tindakan overprotektif, salah satunya sering memeriksa isi ponsel pasangan.

3. Membutuhkan jaminan cinta dan kasih sayang yang konstan

Orang yang mengalami daddy issues seringkali merasa tidak aman dalam hubungan. Kondisi ini membuat Anda secara terus-menerus membutuhkan jaminan cinta serta kasih sayang dari pasangan. Seiring berjalannya waktu, tuntutan tersebut pada akhirnya hanya akan membuat pasangan menjauh dan meninggalkan Anda.

4. Takut akan kesendirian

Daddy issues umumnya membuat orang dengan kondisi ini takut akan kesendirian. Meskipun begitu, ketakutan berkomitmen membuat mereka lebih suka berganti-ganti pasangan maupun menjalin hubungan disfungsional (penuh dengan konflik) daripada melanjutkannya ke arah yang serius.

Tanda-tanda daddy issues pada masing-masing orang mungkin akan berbeda satu sama lain. Jika tanda-tanda yang dirasakan mulai mengganggu fisik, psikologis, maupun aktivitas Anda sehari-hari, segeralah berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

Bagaimana cara mengatasi daddy issues?

Untuk mengatasi kondisi ini, Anda disarankan untuk segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Nantinya, terapis akan membantu mengidentifikasi masalah dan menyembuhkan luka keterikatan dengan ayah Anda di masa lalu.

Penanganan bisa dilakukan lewat terapi atau konsumsi obat-obatan tertentu untuk mengatasi gejala kecemasan yang Anda rasakan. Pahitnya masa lalu memang tak dapat diubah. Namun, cara memandang diri, masa depan, serta orang-orang baru yang ditarik atau hendak masuk ke dalam hidup Anda bisa diubah.

Perbedaan daddy issues dengan electra complex

Kebanyakan orang mengira daddy issues sebagai kondisi yang sama dengan electra complex. Kedua kondisi ini memang membuat orang yang mengalaminya tertarik pada orang dengan usia lebih tua.

Bedanya, electra complex membuat penderitanya mengalami ketertarikan, termasuk secara seksual, kepada ayahnya. Sementara itu, ketertarikan penderita daddy issues dengan orang yang lebih dewasa terjadi karena perlakuan buruk atau kerinduan akan kehadiran sosok ayah dalam hidupnya.

Baca Juga

  • 8 Cara Membuat Suami Bahagia selama Menjalani Pernikahan
  • Sama-Sama Menjalin Cinta dengan Lebih dari Satu Orang, Apa Bedanya Poliamori dan Selingkuh?
  • Mengenal Jenis-Jenis Cinta dan Cara Membaginya dengan Orang Terkasih

Catatan dari SehatQ

Daddy issues adalah kondisi yang terjadi saat seseorang mempunyai hubungan tidak sehat atau tak merasakan kehadiran sosok ayah dalam hidupnya. Meski bukan tergolong sebagai masalah kesehatan mental, kondisi ini memerlukan penanganan apabila memberi pengaruh buruk pada fisik, psikologis, dan aktivitas penderitanya.

Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.

Advertisement

menjalin hubunganorangtua

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved