logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
Forum
Bayi & Menyusui

Ini Tanda Bayi Tidak Cocok Minum Susu Formula

open-summary

Tanda bayi tidak cocok susu formula yang paling umum adalah mengalami ruam hingga diare setelah minum susu. Ciri-ciri ini bisa disebabkan karena anak alergi dengan susu sapi atau mengalami intoleransi laktosa. Jika dibiarkan, bayi bisa mengalami kembung hingga gangguan penyerapan nutrisi.


close-summary

Ditinjau secara medis oleh dr. Reni Utari

26 Sep 2023

Tanda bayi tidak cocok minum susu formula salah satunya ruam di pipi

Tanda bayi tidak cocok minum susu formula salah satunya ruam di pipi

Table of Content

  • Tanda bayi tidak cocok minum susu formula 
  • Tanda bayi cocok minum susu formula
  • Cara mengatasi gejala yang muncul akibat bayi tidak cocok susu formula

Parents, tidak semua produk susu formula yang dijual di pasaran cocok untuk bayi, lho. Saat bayi tidak cocok dengan susu formula yang diminum, gejala seperti diare dan ruam di kulit akan muncul. Ketidakcocokan bisa disebabkan oleh alergi susu atau intoleransi laktosa.

Advertisement

Gejala tidak cocok susu formula penting sekali untuk dikenali sejak dini. Pasalnya, jika memberikan sufor yang salah bisa mengganggu penyerapan nutrisi penting si Kecil hingga membahayakan kesehatan mereka.

Tanda bayi tidak cocok minum susu formula 

Tidak semua bayi cocok minum susu formula
Tidak semua bayi cocok minum susu formula

Penyebab  bayi tidak cocok minum susu formula adalah alergi dan intoleransi laktosa. Alergi adalah kondisi dimana imun tubuh bereaksi secara berlebihan untuk melawan suatu zat yang  disebut alergen, sementara intoleransi laktosa adalah ketidakmampuan tubuh mencerna laktosa yang ada dalam susu dan tidak ada hubungannya dengan kondisi imun. 

Meski keduanya adalah hal yang berbeda, tapi gejalanya mirip. Jadi tidak heran kalau masih banyak orang yang mengira alergi dan intoleransi laktosa adalah kondisi yang sama. Berikut ini beberapa tanda bayi tidak cocok minum susu formula yang orangtua perlu tahu:

  • Muncul ruam kemerahan di bibir, wajah, dan area sekitar mata.
  • Menangis terus-menerus karena perut terasa sakit.
  • Muntah.
  • Diare atau konstipasi setelah minum susu
  • Perut berbunyi
  • Perut kembung seperti penuh dengan angin atau gas
  • Muncul gejala alergi, seperti lendir di hidung atau hidung tersumbat.
  • Kulit gatal dan kering seperti eksim.
  • Batuk.
  • Napasnya berbunyi.
  • Napas pendek-pendek.
  • Mulut dan tenggorokan bengkak.
  • Sesak napas.

Gejala di atas biasanya tidak langsung muncul setelah minum susu formula. Biasanya butuh waktu beberapa hari hingga beberapa minggu setelah mereka pertama kali minum susu berbahan dasar susu sapi. 

Baca juga: 10 Rekomendasi Merk Susu Formula untuk Bayi Diare

Tanda bayi cocok minum susu formula

Agar kamu bisa dengan mudah membedakan bayi yang cocok dan tidak dengan susu formula, perhatikan ciri-cirinya. Biasanya, bayi yang tidak mengalami masalah alergi atau intoleransi laktosa pada susu formula akan menunjukkan tanda seperti berikut ini:

1. Tidak rewel saat minum susu formula

Bayi akan lebih mudah mengerti apa yang kamu sampaikan. Dalam artian, si Kecil menjadi lebih kooperatif.

Ia terlihat menikmati setiap tegukan susu. Bahkan, ia terlihat ceria dan tidak rewel.

2. Tenang saat menyusu

Ketika bayi cocok dengan susu formula, ia akan menikmatinya sampai merasa kenyang. Rasa kenyang tersebut membuat bayi tenang.

Terlebih, jika ia bisa menikmati susu hingga kenyang, artinya tidak ada reaksi negatif yang terjadi pada saluran pencernaannya sejak awal tegukan. Oleh karena itu, bayi rewel pun bisa terhindarkan.

3. Tidak diare atau sembelit setelah minum susu

Karena susu akan melalui saluran cerna bayi, apabila tidak ada gejala masalah pencernaan, maka kemungkinan besar bayi cocok minum susu formula tersebut. 

4. Berat badan naik

Karena bayi kenyang dan tidak mengalami masalah pencernaan, seperti diare dan muntah, maka asupan gizi dari susu formula bisa diserap dengan baik. Hal ini berdampak dengan kenaikan berat badannya.

5. Popok yang basah

Bayi akan mengompol 2 hingga 3 popok sehari dalam beberapa hari pertama lahir. Setelah beberapa hari berikutnya, biasanya jumlah popok yang basah akan meningkat menjadi 5-6 popok per hari. Jumlah yang meningkat inilah menandakan bayi mendapat cukup susu formula.

Baca juga: Susu Formula untuk Bayi Agar Cepat Gemuk, Apa Kandungannya? 

Cara mengatasi gejala yang muncul akibat bayi tidak cocok susu formula

Jika bayi menunjukkan gejala tidak cocok dengan susu formula, seperti sering buang air besar setelah minum susu maupun mengalami tanda alergi seperti diare segera lakukan tindakan berikut ini:

  • Hentikan konsumsi susu atau produk turunannya yang mengandung laktosa.
  • Cek label kemasan untuk memastikan produk bebas laktosa atau susu.
  • Sajikan susu bebas laktosa ataupun susu hypoallergenic jika bayi alergi
  • Beri asupan MPASI kaya kalsium, seperti sayur-mayur hijau dan jeruk untuk mengganti kalsium yang tidak bisa didapat dari susu formula.

Jika tenggorokan dan mulut bayi bengkak disertai dengan sesak napas, segera bawa ke unit gawat darurat terdekat karena kemungkinan bayi mengalami reaksi alergi susu formula yang parah atau reaksi anafilaksis. Jika mengalami kondisi ini, perawatan medis perlu segera dilakukan sebelum jalur napasnya tertutup akibat pembengkakan yang terjadi.

Advertisement

susueksimalergi susueksim atopiksusu formula

Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq
    FacebookTwitterInstagramYoutubeLinkedin

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Perusahaan

Dukungan

Butuh Bantuan?

Jam operasional:
07:00 - 20:00 WIB

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved