Gejala Parkinson Ini Harus Diwaspadai Sejak Awal Muncul


Gejala Parkinson terjadi secara bertahap sehingga sering tidak disadari kemunculannya. Tremor adalah salah satu gejala Parkinson yang paling mudah untuk dikenali

0,0
24 Apr 2019|Anita Djie
Gejala parkinson salah satunya adalah tremorGejala Parkinson yang paling terlihat adalah tangan tremor
Penyakit parkinson merupakan penyakit yang menyerang sistem saraf dan secara bertahap bertambah parah. Penyakit parkinson belum ada obatnya dan gejala Parkinson biasanya tidak terlalu terlihat karena merupakan penyakit yang muncul secara bertahap.
Meskipun sulit terlihat, tetapi terdapat beberapa gejala penyakit Parkinson pada tahapan awal yang dapat dialami oleh penderita. Deteksi dini dapat membantu penderita untuk mendapatkan penanganan akan gejala parkinson yang dialami.

Gejala Parkinson yang perlu diwaspadai

Gejala Parkinson yang paling dikenal adalah tremor di tangan atau jemari, tetapi sebenarnya masih ada beberapa gejala parkinson lainnya pada tahapan awal yang dapat dideteksi selain gejala tremor di tangan atau jemari, yaitu:

1. Pergerakan dan keseimbangan tubuh

Penyakit parkinson mengakibatkan gangguan pada saraf yang mengontrol pergerakan. Hal tersebut menimbulkan gejala parkinson dalam bentuk kekakuan dan kelambanan saat bergerak (bradykinesia) yang terjadi secara terus-menerus.Penderita mungkin akan mengalami sentakan-sentakan saat berjalan atau bergerak dalam pola yang tidak terkoordinasi. Selain dari segi pergerakan tubuh, penyakit parkinson juga memengaruhi keseimbangan tubuh.Penderita parkinson mungkin membutuhkan terapi dan perawatan yang lebih banyak untuk dapat mengembalikan keseimbangannya.

2. Fenomena masking

Fenomena masking merupakan salah satu gejala Parkinson yang cukup terlihat. Penderita akan kesulitan dalam mengontrol dan menggerakkan otot-otot wajahnya. Fenomena ini membuat penderita terlihat tidak memiliki emosi dan datar.Selain itu, gejala penyakit Parkinson lain yang berhubungan dengan fenomena masking adalah kelambanan penderita dalam mengedipkan mata.

3. Tremor

gejala parkinson
Tremor adalah gejala Parkinson yang paling mudah dikenali
Dilansir dari Mayo Clinic, Tremor merupakan gejala parkinson yang paling terlihat. Tremor mungkin hanya berawal dari getaran pada satu jari atau tangan dan akhirnya makin bertambah parah dan dapat dilihat oleh orang lain. Tremor juga dapat dialami saat penderita sedang beristirahat.

4. Postur tubuh

Postur tubuh penderita parkinson akan berubah secara bertahap. Secara perlahan penderita akan menjadi bungkuk. Postur tubuh yang bungkuk diakibatkan oleh berkurangnya koordinasi dan keseimbangan tubuh.

5. Tulisan tangan

Gangguan saraf akibat dari penyakit parkinson membuat penderita sulit untuk menulis. Gejala Parkinson dapat membuat tulisan tangan penderita menjadi kecil dan sulit untuk dibaca.

6. Gangguan tidur

gejala parkinson
Gejala Parkinson salah satunya berupa gangguan tidur
Gejala Parkinson lainnya adalah gangguan tidur berupa insomnia, narkolepsi, sleep apnea, dan sebagainya.

7. Perubahan suara

Suara yang dikeluarkan oleh penderita saat berbicara makin lama makin mengecil atau nada suara yang dihasilkan menjadi monoton. Pada kasus yang parah, penderita akan kesulitan berbicara.

8. Gangguan indra penciuman

Selain tremor, menurunnya fungsi penciuman atau hyposmia merupakan salah satu ciri-ciri Parkinson yang paling terlihat. Penderita mungkin dapat mengalami kesulitan dalam mendeteksi, mengidentifikasi, dan membedakan bau.

9. Sembelit

gejala parkinson
Sembelit atau susah buang air besar juga menjadi salah satu gejala Parkinson
Sembelit alias susah buang air besar juga dapat dialami oleh penderita parkinson dan biasanya kondisi ini merupakan salah satu gejala parkinson yang muncul sebelum gejala yang berefek pada fungsi motorik muncul.

10. Gangguan psikologis

Penyakit parkinson dapat menurunkan tingkatan dopamin dalam tubuh dan berefek pada suasana hati dan perilaku. Gangguan psikologis yang mungkin dialami oleh penderita adalah depresi, psikosis, kecemasan, dan sebagainya.

Tahapan gejala Parkinson

Dalam mendeteksi sindrom Parkinson seseorang, ada lima stadium yang diketahui:
  • Stadium 1

Dalam tahap ini, penderita hanya mengalami gangguan ringan di satu sisi tubuh seperti lengan atau kaki. Terkadang, satu sisi wajah juga bisa terkena gejalanya, sangat mirip dengan gejala stroke.Bedanya, gangguan ini sangat ringan dan hampir tidak terasa. Contoh, seseorang ternyata tidak mengayunkan tangan kirinya secara maksimal saat berjalan. Atau kaki kanan yang cenderung lebih lemas.
  • Stadium 2

Beberapa bulan atau tahun kemudian, penderita sindrom Parkinson bisa berlanjut ke stadium 2. Gejala yang tadinya hanya terasa di satu sisi tubuh mulai terasa di sisi pasangannya.Selain itu, dalam tahap ini penderita bergerak dengan lebih kaku dan lambat. Terkadang, volume suara bisa berubah drastis dari keras menjadi pelan dan tak terdengar.Hal lain yang bisa dilihat pada tahap ini adalah postur tubuh yang cenderung membungkuk. Meski demikian, tidak semua gejala dalam stadium 2 sindrom Parkinson ini terlihat dengan jelas.
  • Stadium 3

Pada stadium 3, penderita semakin kehilangan keseimbangan. Hal yang paling berbahaya dari sindrom Parkinson stadium 3 adalah mereka tak bisa mengantisipasi saat akan terjatuh.Meski demikian, orang yang berada di fase ini masih bisa beraktivitas secara mandiri. Contohnya saat berpakaian, membersihkan diri, makan, dan aktivitas lainnya.
  • Stadium 4

Transisi dari tahap 3 ke tahap 4 ditandai dengan ketidakmampuan orang tersebut untuk beraktivitas secara mandiri. Memang penderitanya bisa berdiri dan berjalan sendiri, namun tidak seleluasa itu untuk aktivitas lainnya.Di tahap ini, penderita sindrom Parkinson sangat membutuhkan bantuan orang lain dan tidak bisa ditinggalkan seorang diri.
  • Stadium 5

gejala parkinson
Memasuki stadium 5, gejala Parkinson berupa tremor akan semakin parah
Di stadium paling tinggi sindrom Parkinson, penderitanya tidak lagi bisa berdiri atau berjalan tanpa alat bantu. Selain itu, tremor yang dirasakan juga semakin parah.

Penyebab gejala parkinson

Penyakit parkinson belum diketahui secara pasti, tetapi sel-sel saraf penderita parkinson akan secara perlahan rusak dan mati. Gejala-gejala parkinson muncul karena aktivitas otak yang terganggu akibat kadar dopamin yang rendah. Kadar dopamin menurun karena rusaknya sel-sel saraf yang menghasilkan senyawa dopamin.  Beberapa faktor yang mungkin berperan sebagai penyebab dari penyakit parkinson adalah:.

1. Genetik

Peneliti telah mengidentifikasi adanya mutasi genetik yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit Parkinson.

2. Faktor lingkungan

Paparan bahan beracun yang berasal dari lingkungan, meningkatkan risiko terjadinya penyakit parkinson.

3. Usia

Semakin tua usia, semakin tinggi risiko terkena penyakit Parkinson.
gejala parkinson
Usia menjadi salah satu faktor risiko Parkinson

4. Riwayat keluarga

Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit Parkinson, meningkatkan risiko terhadap penyakit tersebut.

5. Jenis kelamin

Pria memiliki faktor risiko tinggi mengidap penyakit Parkinson, dibandingkan wanita.

6. Penyakit autoimun

Peneliti menduga adanya korelasi genetik antara penyakit Parkinson dan penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis.

Catatan dari SehatQ

Jika Anda atau orang-orang sekitar Anda mengalami gejala Parkinson, segera konsultasikanlah dengan dokter. Penanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi keparahan dari gejala.Selain itu, gejala parkinson di atas bisa jadi gejala dari penyakit medis lainnya. Oleh karenanya, Anda perlu untuk berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh yang akurat.Gunakan layanan live chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ untuk berkonsultasi dengan dokter seputar gangguan medis yang Anda alami. Download aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store dan Google Play. 
parkinsonlansiakesehatan lansiamasalah saraf
Healthline. https://www.healthline.com/health/parkinsons-warning-signs
Diakses pada 22 April 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/parkinsons-disease/symptoms-causes/syc-20376055
Diakses pada 22 April 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324087.php
Diakses pada 22 April 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait