Tremor dapat dialami saat penderita parkinson sedang beristirahat
Gejala parkinson yang paling terlihat adalah tangan tremor

Penyakit parkinson merupakan penyakit yang menyerang sistem saraf dan secara bertahap bertambah parah. Penyakit parkinson belum ada obatnya dan gejala parkinson biasanya tidak terlalu terlihat karena merupakan penyakit yang muncul secara bertahap.

Meskipun sulit terlihat, tetapi terdapat beberapa gejala parkinson pada tahapan awal yang dapat dialami oleh penderita. Deteksi dini dapat membantu penderita untuk mendapatkan penanganan akan gejala parkinson yang dialami.

Tanda-Tanda awal gejala parkinson

Gejala parkinson yang paling dikenal adalah tremor di tangan atau jemari, tetapi sebenarnya masih ada beberapa gejala parkinson lainnya pada tahapan awal yang dapat dideteksi selain gejala tremor di tangan atau jemari, yaitu:

1. Pergerakan dan keseimbangan tubuh

Penyakit parkinson mengakibatkan gangguan pada saraf yang mengontrol pergerakan. Hal tersebut menimbulkan gejala parkinson dalam bentuk kekakuan dan kelambanan saat bergerak (bradykinesia) yang terjadi secara terus-menerus.

Penderita mungkin akan mengalami sentakan-sentakan saat berjalan atau bergerak dalam pola yang tidak terkoordinasi. Selain dari segi pergerakan tubuh, penyakit parkinson juga memengaruhi keseimbangan tubuh.

Penderita parkinson mungkin membutuhkan terapi dan perawatan yang lebih banyak untuk dapat mengembalikan keseimbangannya.

2. Fenomena masking

Fenomena masking merupakan salah satu gejala parkinson yang cukup terlihat. Penderita akan kesulitan dalam mengontrol dan menggerakkan otot-otot wajahnya. Fenomena ini membuat penderita terlihat tidak memiliki emosi dan datar.

Selain itu, gejala parkinson lain yang berhubungan dengan fenomena masking adalah kelambanan penderita dalam mengedipkan mata.

3. Tremor

Tremor merupakan gejala parkinson yang paling terlihat. Tremor mungkin hanya berawal dari getaran pada satu jari atau tangan dan akhirnya makin bertambah parah dan dapat dilihat oleh orang lain. Tremor juga dapat dialami saat penderita sedang beristirahat.

4. Postur tubuh

Postur tubuh penderita parkinson akan berubah secara bertahap. Secara perlahan penderita akan menjadi bungkuk. Postur tubuh yang bungkuk diakibatkan oleh berkurangnya koordinasi dan keseimbangan tubuh.

5. Tulisan tangan

Gangguan saraf akibat dari penyakit parkinson membuat penderita sulit untuk menulis. Gejala parkinson dapat membuat tulisan tangan penderita menjadi kecil dan sulit untuk dibaca.

6. Gangguan tidur

Gejala parkinson lainnya adalah gangguan tidur berupa insomnia, narkolepsi, sleep apnea, dan sebagainya.

7. Perubahan suara

Suara yang dikeluarkan oleh penderita saat berbicara makin lama makin mengecil atau nada suara yang dihasilkan menjadi monoton. Pada kasus yang parah, penderita akan kesulitan berbicara.

8. Gangguan indra penciuman

Selain tremor, menurunnya fungsi penciuman atau hyposmia merupakan salah satu gejala parkinson yang paling terlihat. Penderita mungkin dapat mengalami kesulitan dalam mendeteksi, mengidentifikasi, dan membedakan bau.

9. Konstipasi

Konstipasi juga dapat dialami oleh penderita parkinson dan biasanya konstipasi merupakan salah satu gejala parkinson yang muncul sebelum gejala parkinson yang berefek pada fungsi motorik muncul.

10. Gangguan psikologis

Penyakit parkinson dapat menurunkan tingkatan dopamin dalam tubuh dan berefek pada suasana hati dan perilaku. Gangguan psikologis yang mungkin dialami oleh penderita adalah depresi, psikosis, kecemasan, dan sebagainya.

Penyebab gejala parkinson

Penyakit parkinson belum diketahui secara pasti, tetapi sel-sel saraf penderita parkinson akan secara perlahan rusak dan mati. Gejala-gejala parkinson muncul karena aktivitas otak yang terganggu akibat kadar dopamin yang rendah. Kadar dopamin menurun karena rusaknya sel-sel saraf yang menghasilkan senyawa dopamin.  

Beberapa faktor yang mungkin berperan sebagai penyebab dari penyakit parkinson adalah genetik dan lingkungan. Terdapat beberapa kasus yang menunjukkan bahwa penyakit parkinson dapat mempengaruhi anggota keluarga lainnya.

Variasi genetik tertentu diketahui dapat meningkatkan risiko terkena penyakit parkinson, tetapi hal ini merupakan sesuatu yang kecil kemungkinannya terjadi.

Terpapar racun tertentu merupakan salah faktor lingkungan yang mampu mempengaruhi kemungkinan seseorang mengidap penyakit parkinson nantinya.

Pentingnya konsultasi dokter

Jika Anda atau orang-orang sekitar Anda mengalami gejala parkinson, segera konsultasikanlah dengan dokter. Penanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi keparahan dari gejala.

Selain itu, gejala parkinson di atas bisa jadi gejala dari penyakit medis lainnya. Oleh karenanya, Anda perlu untuk berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh yang akurat.

Artikel Terkait

Banner Telemed