Tanaman Pucuk Merah, Tanaman Hias yang Punya Potensi bagi Kesehatan

Manfaat tanaman pucuk merah belum teruji secara klinis
Tanaman pucuk merah memiliki ciri khas daun muda yang merah

Tanaman pucuk merah biasanya digunakan sebagai tanaman hias di pekarangan rumah hingga di pinggir jalan. Namun, tahukah Anda bahwa pohon ini juga berpotensi menghasilkan manfaat bagi kesehatan manusia?

Tanaman pucuk merah (Syzygium oleana) adalah sejenis tanaman perdu dengan ciri khas daun berwarna merah yang ada di setiap pucuk ranting daun yang berwarna hijau. Secara kekerabatan, tanaman ini memiliki kedekatan dengan tanaman jambu air, jambu batu, hingga salam.

Suhu tropis seperti Indonesia merupakan kondisi yang ideal yang membuat tanaman ini tumbuh subur. Pucuk merah bisa tumbuh hingga diameter 30 centimeter dan tinggi 7 meter, serta usia tanaman dapat mencapai puluhan tahun.

Olahan dan manfaat tanaman pucuk merah untuk kesehatan

Tanaman pucuk merah memiliki daun khas berwarna merah yang menunjukkan bahwa itu merupakan daun muda yang baru tumbuh. Seiring pertambahan usia pohon, warna daun tersebut akan menjadi cokelat kemudian hijau sehingga membaur dengan daun yang terletak di bawahnya.

Sayangnya, penelitian mengenai kandungan fitokimia yang terdapat pada tanaman pucuk merah belum terlalu banyak. Warna daunnya yang variatif tersebut lebih banyak dihargai dari sisi keindahannya sehingga pohon pucuk merah lebih banyak ditanam sebagai tanaman hias.

Bentuk akar tunggang dari tanaman pucuk merah membuat pohon ini banyak digunakan untuk menahan longsor. Selain itu, pohon ini juga kerap ditanam untuk rehabilitasi lahan dan menyimpan cadangan air.

Meskipun demikian, terdapat beberapa penelitian awal yang mencoba mengolah dan meneliti manfaat daun pucuk merah untuk kesehatan, misalnya:

  • Diolah menjadi teh

Seperti halnya olahan teh pada umumnya, bagian tamanan pucuk merah yang diambil untuk diolah menjadi minuman menyehatkan ini adalah bagian pucuk daunnya yang berwarna merah. Daun ini kemudian dijemur hingga kering atau kadar air di bawah 10 persen.

Daun muda ini kemudian direbus atau diseduh dengan air panas sehingga menghasilkan warna cokelat kekuningan yang mirip seduhan daun teh. Aroma dan rasanya juga khas sehingga dapat dinikmati layaknya teh herbal lainnya.

Teh dari tanaman pucuk merah ini mengandung flavonoid yang bertindak sebagai pewarna alami maupun zat antioksidan. Dalam percobaan pemberian pada tikus, teh daun pucuk merah ini membuat mereka lebih tahan pada asap obat nyamuk. Namun, manfaatnya untuk manusia belum bisa dipastikan.

  • Mengatasi tumor dan kanker

Tanaman pucuk merah mengandung fenolat, antioksidan flavonoid, dan asam batulinic. Ketiganya dapat berkolaborasi untuk pengobatan alternatif demi mengatasi tumor dan kanker. Meski demikian, klaim ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

  • Menurunkan kadar asam urat

Kandungan tanaman pucuk merah mirip dengan kandungan pada daun salam yang dipercaya memiliki banyak khasiat. Salah satu kesamaan antara daun salam dan tanaman pucuk merah yang banyak diyakini dalam pengobatan tradisional adalah menurunkan kadar asam urat pada penderita penyakit ini.

  • Diolah menjadi minyak esensial

Dalam penelitian lainnya, tanaman pucuk merah juga pernah diolah menjadi minyak esensial. Hasilnya, minyak ini memiliki warna cairan yang kuning dan aroma yang khas.

Aroma ini kemungkinan besar disebabkan oleh kandungan minyak atsiri yang ada pada daun muda berwarna merah. Minyat atsiri ini bisa Anda rasakan hanya dengan meremas bagian daun tanaman pucuk merah yang kemudian akan mengeluarkan aroma khas daun pucuk merah.

Ekstrak etanol dari daun muda tanaman pucuk merah juga menghasilkan konsistensi cairan yang mirip dengan minyak cengkeh. Meski demikian, manfaat minyak esensial dari daun pucuk merah bagi kesehatan belum diketahui.

Potensi manfaat di atas masih sebatas penelitian awal, dan beberapa di antaranya bahkan belum benar-benar terbukti secara ilmiah. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda memprioritaskan pengobatan dokter untuk menghindari berbagai potensi masalah yang tidak diduga-duga akibat menggunakan tanaman ini.

Universitas Pasundan. http://repository.unpas.ac.id/12500/5/BAB%20II.pdf
Diakses pada 11 Maret 2020

Jurnal Penelitian Siswa SMA 1 Sampang Kabupaten Cilacap. https://www.academia.edu/32468303/TEH_ANTIOKSIDAN_DARI_DAUN_PUCUK_MERAH
Diakses pada 11 Maret 2020

UIN Raden Intan Lampung. http://repository.radenintan.ac.id/8552/1/SKRIPSI_FULL.pdf
Diakses pada 11 Maret 2020

Universitas Riau. https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFAPERTA/article/view/16925
Diakses pada 11 Maret 2020

Artikel Terkait