bawang putih merupakan tanaman herbal yang bisa membunuh virus
Bawang putih adalah salah satu tanaman herbal yang bisa membunuh virus dalam tubuh

Bagi sebagian orang, tanaman herbal berkhasiat untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk penyakit yang diakibatkan oleh virus. Tanaman herbal umumnya diolah menjadi jamu atau bahkan obat tradisional dengan resep dari turun-temurun. Penasaran apa saja jenis tanaman herbal yang bisa membunuh virus? Ketahui jawabannya di bawah ini!

Apa saja tanaman herbal pembunuh virus?

Tanaman herbal pembunuh virus mungkin sudah digunakan sejak zaman dahulu kala sebelum berkembangnya obat-obatan modern seperti saat ini. Hal ini karena tanaman-tanaman tersebut diyakini mengandung senyawa antivirus yang dapat menangkal virus penyebab penyakit.

Meskipun demikian, Anda perlu memahami bahwa tanaman-tanaman herbal pembunuh virus di bawah ini masih memerlukan riset lebih lanjut untuk memastikan khasiatnya.

1. Bawang putih

Bumbu dapur yang satu ini sudah dikenal dengan berbagai khasiatnya bagi kesehatan. Salah satunya adalah menjadi tanaman herbal pembunuh virus. Bawang putih dapat membasmi virus penyebab pilek, influenza, dan Human Papilloma Virus (HPV).

Bawang putih juga mampu meningkatkan sistem imun tubuh dengan menstimulasi sel pelindung tubuh. Namun, studi masih diperlukan untuk memastikan potensi bawang putih dalam membunuh virus.

2. Jahe

Selain bawang putih, jahe adalah rempah lain yang sering digunakan di Indonesia. Tidak hanya dipercaya mengatasi masuk angin, jahe juga bisa memiliki kandungan antivirus yang berpeluang untuk mengobati beberapa penyakit, seperti flu dan sebagainya.

3. Kunyit

Jangan salah, kunyit tidak hanya memberikan warna dan berfungsi sebagai bumbu pada masakan, tetapi juga bisa menjadi tanaman herbal pembunuh virus. Ini karena kunyit memiliki senyawa antivirus dan antioksidan yang tinggi.

4. Ginseng

Ginseng umumnya digunakan sebagai obat tradisional Cina dan sangat berpotensi untuk membasmi virus. Ekstrak ginseng merah Korea dipercaya  mampu mengatasi hepatitis A dan herpes.

5. Peppermint

Sensasi dingin dari peppermint tidak hanya menyegarkan, tetapi dapat membantu tubuh dalam melawan virus. Tanaman herbal pembunuh virus yang satu ini memiliki senyawa antivirus dan antiradang mentol serta asam rosmarinic.

6. Adas

Adas atau fennel dapat menambah cita rasa pedas pada hidangan dan memiliki senyawa antivirus yang berpotensi mengatasi penyakit herpes, meringankan peradangan, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

7. Randa tapak

Randa tapak atau bunga dandelion sering dianggap sebagai tanaman liar, padahal randa tapak memiliki kandungan senyawa antivirus yang berpeluang mengobati influenza, HIV, hepatitis B, dan demam berdarah.

8. Daun pohon zaitun

Tidak hanya buahnya saja yang berkhasiat, daun pohon zaitun memiliki kandungan senyawa antivirus yang mampu menghancurkan virus dan menghambat perkembangan virus dalam tubuh.

9. Basil

Tanaman herbal pembunuh virus lainnya yang jarang diketahui adalah basil. Basil sering dijadikan rempah untuk makanan Asia, seperti di Thailand.

Senyawa antiviral asam ursolat dan apigenin di dalamnya berpotensi mengatasi enterovirus, hepatitis B, dan herpes.

10. Oregano

Bagi pecinta masakan Italia, Anda pasti familiar dengan oregano yang ditaburkan di pizza. Oregano merupakan salah satu tanaman herbal pembunuh virus karena mengandung senyawa antivirus carvacrol.

11. Rosemary

Anda mungkin sering melihat rosemary di dalam hidangan ayam panggang. Faktanya, rosemary mengandung asam oleanolik yang berpotensi mengatasi hepatitis, influenza, herpes, dan HIV pada hewan.

12. Licorice

Licorice sering ditemukan pada obat batuk tradisional Cina dan memiliki kandungan senyawa antiviral liquiritigenin, glabridin, dan glycyrrhizin. Akar dari tanaman obat licorice berpotensi mengatasi infeksi virus di pernapasan, HIV, dan herpes.

13. Astragalus

Astragalus adalah salah satu tanaman herbal pembunuh virus dari Cina yang memiliki senyawa antivirus serta berperan dalam meningkatkan sistem imun dan melindungi sel astrocyte dalam tubuh.

14. Elderberry

Elderberry atau sambucus adalah salah satu tanaman obat yang sering dibuat dalam bentuk suplemen. Tanaman herbal pembunuh virus ini sering digunakan untuk mengatasi pilek dan flu.

15. Echinacea

Selain elderberry, tanaman herbal pembunuh virus lain yang sering dijadikan bahan baku suplemen kesehatan adalah echinacea. Tanaman obat ini memiliki senyawa antiviral yang efektif untuk mengatasi influenza dan herpes.

16. Sage

Anda mungkin jarang mendengar tanaman sage yang merupakan rempah-rempah khas Barat. Meskipun demikian, tanaman herbal ini sudah lama digunakan untuk pengobatan tradisional untuk infeksi virus.

Kandungan antivirus dalam tanaman herbal pembunuh virus ini terletak pada bagian daun dan batangnya.

Anda dapat mencampurkan tanaman-tanaman herbal pembunuh virus di atas ke dalam hidangan sehari-hari ataupun meminumnya dalam bentuk rebusan. Anda juga bisa mendapatkannya dalam bentuk suplemen di apotek.

Perlu diingat juga bahwa infeksi virus dapat sembuh karena pertahanan tubuh yang meningkat, sehingga sel-sel imun bisa melawan virus yang menyerang. Karenanya, bekali tubuh Anda dengan makanan bergizi dan beristirahat cukup ketika sakit.

Selain itu, jangan mengonsumsi tanaman herbal di atas secara berlebih dan selalu cari tahu efek samping dari tanaman-tanaman herbal pembunuh virus yang akan dikonsumsi. Jangan mengonsumsinya jika Anda memiliki alergi terhadap tanaman obat tersebut.

Catatan dari SehatQ

Meskipun tanaman herbal di atas memiliki kandungan antiviral yang dapat membasmi virus, tetapi masih dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk membuktikan khasiatnya.

Tanaman herbal pembunuh virus tersebut tidak bisa menggantikan obat dari dokter. Tetap konsumsi obat sesuai dengan anjuran dokter dan konsultasikan padanya jika Anda mengalami gangguan kesehatan tertentu.

Bila Anda ingin menggunakan tanaman herbal pembunuh virus di atas sebagai pengobatan tambahan, diskusikanlah dengan dokter sebelum menggunakannya.

Dr Axe. https://draxe.com/nutrition/antiviral-herbs/
Diakses pada 21 Januari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/antiviral-herbs#4.-Fennel
Diakses pada 21 Januari 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4072342/
Diakses pada 21 Januari 2020

Science Daily. https://www.sciencedaily.com/releases/2015/04/150423102327.htm
Diakses pada 21 Januari 2020

Artikel Terkait