Ingin Tanam Bulu Mata? Ini Persiapannya

(0)
26 Sep 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
PIlihlah salon atau klinik tanam bulu mata tepercaya.Tanam bulu mata ternyata juga punya risiko yang harus diwaspadai.
Bagi Anda yang mendambakan bulu mata panjang, menggunakan maskara dapat menjadi solusi. Namun bila menginginkan hasil yang lebih permanen, tanam bulu mata bisa jadi pilihan, asalkan Anda memahami prosedur aman sekaligus risikonya.Tanam bulu mata bukanlah bulu mata palsu yang ditempel begitu saja menggunakan lem. Tanam bulu mata dilakukan dengan merekatkan satu helai demi satu helai bulu mata palsu ke ujung bulu mata Anda menggunakan lem khusus, dengan bantuan pinset.Dalam sekali pengerjaan, akan ada sekitar 40-100 helai bulu mata yang dipasangkan di mata Anda. Tak heran bila proses ini bisa sampai memakan waktu 2-3 jam pengerjaan. Beberapa salon maupun klinik kecantikan pun memasang tarif hingga jutaan rupiah bagi Anda yang ingin menjalani prosedur tanam bulu mata ini.

Tips melakukan tanam bulu mata yang aman dan cantik

Jika dikerjakan dengan benar, mata Anda akan terlihat cantik. Anda pun tidak perlu memakai maskara dalam jangka panjang. Sebaliknya, ada risiko kesehatan serius yang mengancam jika pengerjaan dilakukan asal-asalan.Pemilihan bahan bulu mata yang tidak baik, lem yang kedaluwarsa, hingga si pemasang bulu mata yang tidak paham cara melakukan prosedur dengan benar, bisa menjadi penyebabnya.Lalu, apa saja yang harus Anda lakukan sebelum menjalani tanam bulu mata ini? Berikut ini penjelasannya.

1. Pilih bahan bulu mata yang bagus

Pastikan memilih bulu mata yang berkualitas baik.
Saat ini, terdapat 3 tipe bulu mata yang bisa dipilih, yakni dari bahan alami (seperti sutera maupun bulu binatang), bahan sintetis, maupun serat plastik. Bulu mata dari bahan sintetis terkenal ringan dan lebih nyaman digunakan sehingga kerap dipilih oleh para artis. Namun harganya juga paling mahal dibanding bulu mata sintetis maupun plastik.

2. Pastikan lem yang digunakan aman

Salah satu kekhawatiran terbesar pada tanam bulu mata ialah penggunaan lem yang sudah kedaluwarsa. Oleh karena itu, Anda berhak meminta terapis tanam bulu mata Anda untuk memperlihatkan kemasan serta memastikan tanggal kedaluwarsa lem yang akan diaplikasikan ke kelopak mata Anda.Kekhawatiran lain akan penggunaan lem pada proses tanam bulu mata ini adalah munculnya reaksi alergi, terutama pada kulit yang sensitif. Untuk menghindari hal ini, Anda dapat melihat daftar bahan yang digunakan pada lem tersebut dan menghindarinya jika memang Anda memiliki alergi salah satu atau beberapa bahan yang digunakan.Cara lain untuk mengetahui Anda memiliki alergi terhadap bahan pada lem atau tidak ialah dengan melakukan tes sederhana. Aplikasikan sedikit lem ke punggung tangan, jika kulit menjadi kemerahan atau gatal, itu tandanya Anda alergi dengan bahan yang digunakan pada lem.

3. Pilih klinik tepercaya

Jika Anda melakukannya di salon atau klinik abal-abal, kemungkinan terjadinya kesalahan prosedur tanam bulu mata, cukup besar terjadi.Kesalahan prosedur yang dimaksud misalnya menempelkan beberapa helai bulu mata palsu ke satu bulu mata asli, yang dapat mengakibatkan kerontokan bulu mata asli.Kesalahan awam lainnya ialah perekatan lem di kelopak mata (seharusnya di bulu mata), yang akhirnya menimbulkan iritasi hingga sakit mata serius.Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda melakukan tanam bulu mata di salon atau klinik kecantikan dengan reputasi baik, dengan tenaga ahli yang profesional di bidangnya.

4. Ketahui daya tahannya

Bulu mata lebat hasil tanam bulu mata tidaklah permanen, melainkan hanya bertahan 2 minggu hingga 2 bulan. Separuh dari bulu mata yang ditempelkan ini akan rontok secara alami setidaknya satu bulan setelah ekstensi dilakukan.Jika ingin kembali memiliki bulu mata yang lebat, Anda harus melakukan touch-up tanam bulu mata. Biaya touch-up biasanya tidak semahal penanaman pertama. Sebab, bulu mata yang harus dipasang, tidak sebanyak sebelumnya.

5. Pahami risikonya

Bulu mata yang ditanam bisa rontok seiring waktu.
Ketika tanam bulu mata tidak dilakukan sesuai prosedur, Anda bisa mengalami efek samping yang tidak mengenakkan, seperti:
  • Mata merah dan perih
  • Gatal dan kemerahan di kulit sekitar mata
  • Mata atau kelopak mata menjadi bengkak dan nyeri
  • Bulu mata menipis atau rontok, terutama jika Anda sering menggosok-gosok mata
Jika hal ini terjadi, langkah pertama yang dapat Anda lakukan adalah mengompres area mata menggunakan air dingin. Bila kondisi Anda tidak membaik dalam 24 jam, periksakan kondisi tersebut ke dokter mata untuk mendapat penanganan yang tepat.Dokter akan mendiagnosis kondisi Anda merupakan reaksi alergi atau infeksi. Setelahnya, Anda mungkin mendapat obat tertentu, seperti krim oles yang mengandung hidrokortison, tetes mata untuk alergi, obat minum antihistamin, hingga antibiotik.
makeupperawatan kulitkesehatan kulitkulit sensitif
Healthline. https://www.healthline.com/health/eyelash-extension-side-effects
Diakses pada 11 September 2020
WebMD. https://www.webmd.com/beauty/features/beauty-lash-out
Diakses pada 11 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait