logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
Forum
Penyakit

Takut Melihat Laba-Laba? Mungkin Gejala Arachnophobia

open-summary

Arachnophobia adalah fobia laba-laba dan hewan invertebrata arachnida lainnya. Takut yang tidak rasional ini bahkan bisa menurunkan kualitas hidup seseorang.


close-summary

Ditinjau secara medis oleh dr. Anandika Pawitri

16 Mei 2021

Takut melihat dan bersentuhan dengan laba-laba

Takut melihat dan bersentuhan dengan laba-laba

Table of Content

  • Gejala arachnophobia
  • Penyebab Arachnophobia
  • Diagnosis arachnophobia
  • Penanganan arachnophobia
  • Catatan dari SehatQ

Rasa phobia terhadap hewan bukan hal yang langka, salah satunya adalah arachnophobia. Ini adalah fobia laba-laba dan hewan invertebrata arachnida lainnya. Takut yang tidak rasional ini bahkan bisa menurunkan kualitas hidup seseorang.

Advertisement

Bukan hanya melihat langsung, bahkan berpikir soal laba-laba saja bisa memunculkan gejala kecemasan luar biasa. Di penjuru dunia, sekitar 3-15% individu mengalami fobia spesifik, terutama pada hewan dan ketinggian.

Gejala arachnophobia

Rasa takut akan laba-laba akan memunculkan beberapa gejala seperti:

  • Merasa takut dan cemas ketika berpikir atau melihat laba-laba
  • Sebisa mungkin menghindari tempat yang mungkin ada laba-labanya
  • Kesulitan bernapas
  • Detak jantung semakin cepat
  • Mual
  • Keringat berlebih
  • Tubuh gemetar
  • Ingin melarikan diri ketika tanpa sengaja bertemu laba-laba

Efek dari arachnophobia ini secara signifikan akan berdampak pada kualitas hidup seseorang. Bahkan sulit untuk merasa nyaman saat berada di rumah karena dihantui pikiran ada laba-laba di sana.

Selain itu, orang dengan fobia laba-laba juga akan menghindari aktivitas luar ruangan yang membuat mereka mungkin kontak dengan laba-laba, seperti piknik di taman atau mendaki gunung.

Penyebab Arachnophobia

Arachnophobia bisa terjadi akibat pengalaman traumatis dengan laba-laba. Selain itu, ada juga beberapa pemicu lain seperti:

  • Respons evolusioner

Berdasarkan penelitian, rasa tidak suka secara umum hingga fobia akan laba-laba merupakan teknik pertahanan diri yang telah ada sejak masa purba

  • Kepercayaan atau budaya

Beberapa individu dalam kelompok budaya atau agama tertentu juga bisa punya prinsip yang membuat mereka takut laba-laba. Jenis fobia ini berbeda dengan orang kebanyakan karena pembentukannya terjadi berdasarkan budaya dan agama.

  • Pengaruh keluarga dan genetik

Ada juga komponen genetik yang turut berperan dalam terbentuknya arachnophobia. Tak hanya itu, pengaruh lingkungan keluarga juga bisa berperan. Contohnya ketika orangtua memiliki fobia terhadap laba-laba, besar kemungkinan anaknya akan mengalami hal serupa.

Pada remaja dan orang dewasa, fobia spesifik lebih rentan terjadi pada perempuan. Selain itu, pengalaman traumatis serta kondisi mental lain juga bisa berpengaruh terhadap terbentuknya arachnophobia.

Baca Juga

  • Post Holiday Blues Saat Liburan Selesai, Begini Cara Mengatasinya
  • Mengenal JOMO, Kebalikan FOMO yang Lebih Menyenangkan
  • Mengenal Impostor Syndrome Saat Anda Sangat Takut Gagal

Diagnosis arachnophobia

Tak kalah penting, perlu dibedakan rasa takut akan laba-laba biasa dengan fobia spesifik. Keduanya sangat berbeda. Cukup umum ketika seseorang takut akan laba-laba karena memang bukan jenis hewan peliharaan seperti kucing atau anjing.

Untuk bisa menyebut seseorang mengalami fobia terhadap laba-laba, harus memenuhi beberapa kriteria. Hanya dokter atau pakar kesehatan mental yang bisa menegakkan diagnosis tentang arachnophobia.

Selain itu, gejala harus sudah muncul terus menerus setidaknya selama 6 bulan. Bahkan, ada dampak signifikan yang mengganggu kehidupan sehari-hari.

Nantinya, dokter akan bertanya tentang gejala, intensitas, dan juga frekuensinya. Riwayat medis dan tujuan penanganan juga akan menjadi topik diskusi.

Penanganan arachnophobia

Jenis penanganan paling umum untuk arachnophobia adalah terapi perilaku kognitif. Fokusnya adalah untuk menghentikan pikiran negatif yang secara otomatis muncul ketika melihat benda atau situasi yang ditakuti. Dalam hal ini, tentu laba-laba atau arachnida.

Beberapa teknik yang diterapkan meliputi:

  • Bingkai ulang kognitif

Metode untuk membantu mengubah cara melihat sesuatu sehingga tidak dianggap berbahaya atau memicu stres. Pada akhirnya, metode ini dapat mengubah reaksi fisik ketika melihat stimulus seperti laba-laba.

  • Desensitisasi sistematis

Menerapkan teknik relaksasi dalam desensitisasi sistematis. Kemudian, juga memulai konfrontasi rasa takut dari yang paling ringan hingga paling menjadi sumber kengerian.

  • Terapi virtual reality

Jenis terapi virtual reality dengan memaparkan representasi laba-laba secara virtual juga bisa menjadi penanganan efektif untuk arachnophobia

  • Desensitisasi dan pemrosesan ulang mata

Teknik terapi ini bisa bermanfaat untuk penanganan orang dengan fobia spesifik akibat pengalaman traumatis

Selain beberapa metode di atas, dokter atau terapis juga bisa meresepkan obat untuk meredakan gejala fobia.

Selalu ingat bahwa fobia bisa tertangani dengan bantuan dari pakar kesehatan mental. Bukan hanya itu, merawat diri dengan teknik relaksasi atau paparan secara bertahap juga bisa jadi cara berdamai dengan ketakutan.

Catatan dari SehatQ

Langkah penanganan apapun jauh lebih baik ketimbang menutup diri. Justru, fobia bisa saja menghambat aktivitas sehari-hari dan membuat seseorang merasa kesepian hingga berisiko depresi.

Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang perbedaan arachnophobia dengan rasa takut biasa terhadap laba-laba, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

gangguan mentalkesehatan mentalfobia

Ditulis oleh Azelia Trifiana

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq
    FacebookTwitterInstagramYoutubeLinkedin

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Perusahaan

Dukungan

Butuh Bantuan?

Jam operasional:
07:00 - 20:00 WIB

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved