Tak Sengaja Tertelan, Berapa Lama Reaksi Racun Tikus pada Manusia?


Racun tikus sangat berbahaya apabila tertelan. Untuk mengetahui berapa lama reaksi racun tikus pada manusia, juga bergantung pada faktor seperti berat badan, usia, dan genetik.

0,0
06 Jan 2021|Azelia Trifiana
Pingsan akibat racun tikusRacun tikus dapat berbahaya jika tertelan dalam jumlah banyak
Meski bisa menjadi cara ampuh mengusir tamu tak diundang, racun tikus sangat berbahaya apabila tertelan. Untuk mengetahui berapa lama reaksi racun tikus pada manusia, juga bergantung pada faktor seperti berat badan, usia, dan genetik.Sebagian besar racun tikus mengandung warfarin, zat yang digunakan dalam obat pengencer darah oleh pasien serangan jantung dan stroke. Selain itu, bahan aktif lain yang mungkin ada dalam racun hewan pengerat ini adalah thallium sulfate.

Berapa lama racun tikus pada manusia beraksi?

sesak napas
Anak-anak rentan menelan racun tikus
Menyentuh racun tikus sebenarnya aman-aman saja, sama seperti kontak dengan obat pengencer darah. Hanya saja, apabila tertelan dampaknya bisa berbahaya.Meski demikian, racun tikus tidak bisa menewaskan seseorang kecuali dikonsumsi dalam jumlah sangat banyak. Selain itu, tidak bisa ditentukan secara pasti berapa lama racun tikus pada manusia beraksi karena banyak faktor yang turut berperan.Racun tikus yang mengandung warfarin atau thallium sebagai bahan aktifnya menimbulkan reaksi apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak. Ini termasuk dalam obat zat kimia pengendali tikus generasi pertama.Di sisi lain, rodentisida antikoagulan generasi kedua seperti bromadiolone, brodifacoum, dan difenacoum bisa menimbulkan gejala meski dosisnya lebih sedikit.Meski demikian, ada faktor risiko yang membuat seseorang lebih rentan terkena dampak ketika menelan racun tikus, yaitu:
  • Anak-anak

Meski jarang kasus keracunan racun tikus menimbulkan kasus kematian, dampaknya cukup signifikan bagi anak-anak. Ada beberapa kasus anak-anak yang tanpa sengaja memakan racun tikus dan mengalami pendarahan.Sebagai contoh, anak dengan berat badan 10 kilogram memerlukan 1,5 miligram zat aktif brodifacoum dalam racun tikus untuk mengacaukan sistem pembekuan darahnya.Umumnya, racun tikus mengandung 50 mg brodifacoum pada tiap kilogramnya. Artinya, perlu 30 gram zat kimia beracun ini hingga bisa muncul dampak negatifnya. Ini adalah risiko terutama bagi anak yang belum mengerti bahwa racun tikus bukanlah makanan.
  • Orang yang mengonsumsi obat pengencer darah

Mengingat reaksi senyawa aktif ini bisa mengencerkan darah, maka pasien yang mengonsumsi obat pengencer darah bisa mengalami gejala cukup parah. Antikoagulan dalam racun ketika bertemu dengan obat pengencer darah akan membuat dampaknya lebih parah.

Gejala keracunan racun tikus

mimisan
Mimisan adalah salah satu gejala keracunan racun tikus
Beberapa gejala keracunan rodentisida tidak langsung muncul, kadang perlu waktu beberapa jam atau hari hingga muncul. Apa saja gejalanya?
  • Mimisan tanpa ada cedera pada hidung
  • Gusi berdarah tanpa ada cedera pada mulut
  • Kencing berdarah
  • BAB berdarah
  • Sesak napas
  • Kelelahan
Apabila tidak mendapat penanganan yang tepat, keracunan ini bisa menyebabkan kejang, kesulitan bernapas, serangan jantung, pendarahan, gagal hati, koma, hingga kematian.

Kapan harus mendapat penanganan medis?

Diagnosis terhadap insiden keracunan harus ditangani langsung oleh tenaga medis. Jangan membuat kesimpulan sendiri karena dikhawatirkan bisa menyebabkan kesalahan atau keterlambatan penanganan.Jika terjadi lebih dari satu gejala di atas, selalu cari penanganan profesional. Ini penting karena dampak keracunan bisa memburuk dari waktu ke waktu.Umumnya, penanganan awal adalah memberikan sirup ipecac atau arang aktif sebagai upaya menetralkan racun dalam tubuh.

Cara mencegah yang tepat

Mengingat racun tikus bisa menimbulkan masalah jika dikonsumsi tanpa sengaja, pastikan selalu menyimpan dengan cara yang tepat. Melakukan beberapa hal di bawah ini bisa menjadi langkah pencegahan, yaitu:
  • Simpan di tempat yang tepat

Pastikan menyimpan racun tikus di lokasi yang tidak mudah dijangkau, utamanya oleh anak-anak dan hewan peliharaan. Selain itu, pastikan juga kemasan racun tikus tidak robek atau bocor yang bisa menyebabkan kandungan di dalamnya tercecer dan mengenai makanan.
  • Ajarkan anak-anak agar berhati-hati

Sejak awal, perkenalkan kepada anak-anak bahwa racun tikus termasuk zat yang berbahaya dan tidak untuk dimakan. Dengan demikian, ketika mereka tanpa sengaja mengalami kontak dengan racun tikus, maka kemungkinan menelannya bisa lebih kecil.
  • Baca instruksi dalam kemasan

Setiap jenis racun tikus memiliki instruksi penggunaan yang berbeda. Sebisa mungkin, ikuti instruksi pada label. Apabila sudah disimpan dalam waktu cukup lama, periksa pula apakah telah melewati masa kedaluwarsa atau tidak.

Jika belum bisa menyimpan racun tikus dengan baik untuk mencegah tertelan, sebaiknya pertimbangkan cara lain menangkap tikus. Contohnya dengan menangkap jebakan dan metode lain.Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang cara penanganan awal saat keracunan racun tikus, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
menjaga kesehatankeracunankeracunan makanan
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/rat-poison-first-aid-1298860
Diakses pada 21 Desember 2020
EPA. http://npic.orst.edu/RMPP/rmpp_main2a.pdf
Diakses pada 21 Desember 2020
Rat Poison Facts. http://www.ratpoisonfacts.org/how-much-kill-human/
Diakses pada 21 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait