Tak Selalu Merugikan, Makanan Rendah Serat Juga Dibutuhkan


Meski kebanyakan orang mengurangi, pada kondisi tertentu tubuh mungkin membutuhkan makanan rendah serat. Pastikan mengonsumsinya secara tepat agar Anda selamat.

(0)
09 Nov 2020|Dedi Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Salah satu jenis makanan rendah serat adalah roti putihRoti putih termasuk contoh makanan rendah serat
Sistem pencernaan akan berbeda pada setiap individu. Bagi sebagian orang, diet cukup serat mungkin dianjurkan. Namun pada beberapa orang lainnya, asupan serta mungkin harus dibatasi. Kondisi kesehatan yang mendasarinya bisa jadi merupakan salah satu pertimbangan asupan serat yang tepat.Cara yang paling sering dilakukan untuk membatasi asupan serat adalah dengan membatasi konsumsi aneka sayur, buah, dan biji-bijian. Pada kondisi tertentu, dokter juga mungkin akan menyarankan agar membatasi konsumsi susu dan produk turunannya. Makanan tersebut dibatasi karena mungkin bisa menyebabkan perut tak nyaman atau diare.Tujuan mengonsumsi makanan rendah serat adalah meminimalisir makanan yang tidak tercerna dalam usus. Hal ini membuat feses yang dikeluarkan dari tubuh akan berjumlah lebih sedikit. Kondisi tersebut amat membatu pada orang-orang yang mengalami kondisi medis tertentu.

Kapan makanan rendah serat dibutuhkan?

Pada sebagian orang, mengonsumsi makanan banyak serat sering mengakibatkan masalah pada sistem pencernaannya. Untuk itu, diet rendah serat direkomendasikan kepada orang-orang dengan kondisi berikut:
  • Memilki masalah pencernaan berupa irritable bowel syndrome (IBS)
  • Menderita radang pada diverkuli yang ada di sepanjang saluran pencernaan terutama di usus besar
  • Menderita penyakit Crohn atau peradangan usus kronis
  • Memiliki kondisi colitis ulseratif atau peradangan pada bagian usus besar atau bagian akhir usus besar menuju anus
Selain kondisi di atas, melakukan diet rendah serat mungkin akan direkomendasikan dokter jika Anda menderita diare dan kram pada perut. Mereka yang melakukan operasi, kolonoskopi, atau perawatan kanker tertentu umumnya akan dianjurkan mengonsumsi makanan rendah serat.Jika melakukan diet jenis ini, maka Anda kemungkinan akan mengalami beberapa hal berikut:
  • Jumlah makanan yang tidak tercerna oleh usus harus berkurang
  • Pekerjaan yang dilakukan sistem pencernaan harus semakin ringan
  • Feses yang dikeluarkan tubuh harus semakin sedikit
  • Gejala ketidaknyamanan pada perut, diare, atau sakit perut harus semakin berkurang
Yang harus diingat adalah bahwa melakukan diet jenis ini bukan bertujuan untuk menurunkan berat badan. Bahkan meski asupan nutrisi ke dalam tubuh tidak sebanyak biasanya.Karena diet ini terhitung berisiko, perlu bimbingan dan petunjuk dari dokter saat melakukannya. Tanpa bantuan ahli, bisa jadi asupan makanan rendah lemak justru akan membuat gejala atau penyakit semakin parah terutama untuk jangka panjang.

Panduan mengonsumsi makanan rendah serat

Untuk mereka yang menjalani diet rendah serat jangka pendek, usahakah tetap mengonsumsi berbagai makanan. Beberapa makanan di bawah ini direkomendasikan meski tetap harus disesuaikan dengan kondisi yang dialami pasien:
  • Nasi putih, pasta polos, dan kerupuk
  • Roti putih tanpa kacang dan biji-bijian
  • Penekuk atau wafel dari tepung terigu
  • Daging merah, daging ungags, ikan, telur, dan tahu
  • Sayur atau buah kalengan
  • Jus buah dengan sedikit atau tanpa daging buah
  • Susu dan makanan olahannya seperti yogurt, puding, es krim, dan keju
  • Margarin, mentega, minyak, dan saus salad tanpa biji
Adapun makanan yang sebaiknya dihindari antara lain:
  • Beras merah dan biji-bijian utuh lainnya seperti oat dan quinoa
  • Roti yang berasal dari gandum atau gandum utuh
  • Buah mentah termasuk yang bebiji seperti beri
  • Sayuran mentah atau setengah matang termasuk jagung
  • Kacang-kacangan seperti kacang polong dan lentil
  • Makanan olahan dari biji-bijian dan kacang-kacangan seperti selai kacang
  • Kelapa
Contoh menu yang bisa Anda jadikan acuan ketika menjalani diet ini antara lain:
  • Sarapan: telur orak-arik, roti putih bakar mentega, dan jus sayuran.
  • Makan siang: Tuna dan roti putih dengan secangkis jus melon.
  • Makan malam: Salmon panggang dengan kentang tumbuk.
Anda harus menyadari bahwa makanan rendah serat umumnya kurang sehat dibandingkan dengan yang memiliki kandungan serat lebih tinggi. Saat menjalani diet makanan jenis ini lakukanlah secara perlahan. Jika kondisi memungkinkan, sebaiknya kembalilah mengonsumsi makanan kaya serat seperti biji-bijian, kacang-kacangan, dan sayuran.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang makanan rendah serat dan diet lainnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
makanan sehatseratgangguan pencernaanradang ususpenyakit crohnpola hidup sehat
American Cancer Society. https://www.cancer.org/treatment/survivorship-during-and-after-treatment/staying-active/nutrition/low-fiber-foods.html
Diakses pada 9 November 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/low-fiber-diet/art-20048511
Diakses pada 9 November 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/low-fiber-diet
Diakses pada 9 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait