Tak Sekedar Manis, Ini Manfaat Sari Kurma untuk Kesehatan

Manfaat sari kurma bisa didapat dengan memblender kurma dengan air hingga halus
Kurma dapat diolah menjadi sari kurma

Kurma bukan hanya enak dinikmati saat masih berbentuk buah yang memiliki rasa manis dan legit, melainkan juga dalam bentuk sari kurma. Tak kalah dengan buahnya, sari manfaat sari kurma untuk kesehatan juga melimpah sehingga sayang jika dilewatkan begitu saja.

Sari kurma adalah buah kurma yang dihaluskan kemudian diambil sarinya. Sari kurma merupakan cairan berwarna hitam, terasa manis, memiliki konsistensi yang kental, serta mengandung gizi yang lengkap seperti halnya nutrisi yang terdapat pada buah kurma itu sendiri.

Di Indonesia, penelitian terhadap manfaat sari kurma untuk kesehatan sudah banyak dilakukan. Mayoritas menghubungkan khasiat cairan ini dalam meningkatkan kadar hemoglobin, baik pada anak-anak, ibu hamil, hingga penderita demam berdarah.

Kandungan yang terdapat dalam sari kurma

Kurma maupun sari kurma identik dengan rasa manisnya karena memang buah dengan nama latin Phoenix  dactylifera ini mengandung 72-88 persen glukosa di dalam daging buahnya. Sisanya, kurma juga mengandung protein sebanyak 1,8-2 persen dan serat sebanyak 2-4 persen.

Selain itu, terdapat juga beberapa jenis vitamin, seperti vitamin A, (betakaroten), B1 (tiamin), B2 (riboflavin), dan vitamin C (asam askorbat), biotin, biasin, serta asam folat. Kurma pun mengandung beberapa mineral penting yang dibutuhkan tubuh manusia, seperti zat besi, kalsium, sodium, dan potasium.

Manfaat sari kurma untuk kesehatan

Berdasarkan kandungan di atas, berikut manfaat sari kurma yang juga sudah pernah dibuktikan dalam penelitian.

  • Membantu meningkatkan trombosit dan hemoglobin

Kandungan zat besi dalam sari kurma membuatnya bisa digunakan sebagai suplemen penambah darah. Dalam sebuah penelitan yang dilakukan Politeknik Kesehatan Surakarta Jurusan Kebidanan, pemberian sari kurma terbukti meningkatkan kadar hemoglobin dalam tubuh ibu hamil. Walaupun tidak membantu secara siginifikan, namun dapat manfaat ini dapat terasa.

Di sisi lain, hasil penelitian pemberian sari kurma kepada pasien demam berdarah untuk meningkatkan trombosit juga pernah disampaikan dalam Seminar Nasional Keperawatan pada 2016. Hasilnya, diketahui bahwa pemberian sari kurma dapat meningkatkan trombosit sebesar 8,09 persen per hari.

  • Menyehatkan pencernaan

Manfaat sari kurma lainnya datang dari kandungan serat yang hampir mencapai 7 gram per 100 gram buah kurma yang digunakan dalam pembuatan sari kurma. Serat diketahui dapat menyehatkan sistem pencernaan, mulai dari mencegah konstipasi dan melancarkan jalannya pencernaan secara keseluruhan.

  • Mencegah diabetes

Serat juga dapat mengontrol kadar gula darah agar tidak naik terlalu tinggi. Hal ini juga disebabkan oleh indeks glikemik buah kurma itu sendiri yang memang cukup rendah.

Rendahnya indeks glikemik ini membuat sari kurma cocok dijadikan sebagai pemanis pengganti gula pasir. Hanya saja, pastikan sari kurma yang Anda konsumsi tidak mengandung pemanis buatan lainnya.

  • Mengusir radikal bebas

Sari kurma juga dipercaya mengandung antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas dari tubuh. Radikal bebas ini sendiri kerap dihubungkan sebagai penyebab munculnya berbagai penyakit kronis, seperti diabetes dan beberapa jenis kanker.

  • Mencegah penyakit Alzheimer

Antioksidan yang dikandung sari kurma juga dipercaya dapat mencegah munculnya plak pada otak. Kondisi ini kerap dihubungkan sebagai salah satu penyebab penyakit Alzheimer.

  • Menjaga kesehatan tulang

Manfaat sari kurma lainnya yang diyakini adalah mencegah osteoporosis karena kurma mengandung fosfor, potasium, kalsium, dan magnesium. Meski demikian, klaim ini masih perlu diteliti lebih dalam.

Membuat sari kurma sendiri

Untuk memastikan Anda mendapatkan manfaat sari kurma di atas secara maksimal, Anda dapat membuat sari kurma sendiri. Caranya cukup mudah, yakni mencampur buah kurma dan air, kemudian diblender hingga konsistensinya kental seperti pasta.

Membuat sari kurma sendiri memastikan Anda terbebas dari pemanis buatan dan bahan pengawet. Meski demikian, Anda tetap tidak boleh mengonsumsi sari kurma berlebihan, terutama jika Anda menderita diabetes.

Unila. https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/download/1003/1728
Diakses pada 16 Maret 2020

Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/320684159_ANALISA_KHASIAT_SARI_KURMA_TERHADAP_JUMLAH_TROMBOSIT_PADA_PENDERITA_DEMAM_BERDARAH_DENGUE_DBD
Diakses pada 16 Maret 2020

Politeknik Kesehatan Surakarta. http://jurnal.poltekkes-solo.ac.id/index.php/JKK/article/download/317/282
Diakses pada 16 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/benefits-of-dates
Diakses pada 16 Maret 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322548
Diakses pada 16 Maret 2020

Artikel Terkait