Tak Perlu Merasa Tak Enak, Ini Saatnya Berani Berkata Tidak


Menolak permintaan orang lain sering membuat Anda merasa tak enak. Tapi ingat, tidak semua permintaan tersebut perlu diiyakan dan bermanfaat untuk Anda. Biasakan untuk berani berkata tidak.

0,0
23 Jan 2021|Azelia Trifiana
Berani berkata tidak akan membuat Anda lebih bahagiaBerani berkata tidak akan membuat Anda lebih bahagia
Berapa kali sepanjang hidup, Anda pernah merasa tidak berani berkata tidak? Alasannya tentu karena tidak ingin membuat orang lain merasa kurang nyaman. Padahal, diri sendiri yang harus didengarkan terlebih dahulu sebelum mengiyakan ajakan orang lain.
Ini berbeda dengan egois. Mengutamakan kepentingan diri sendiri berarti tahu betul batasan diri. Tahu kapan perlu menolak, kapan perlu menerima. Jika sudah membiasakan hal ini, hidup akan terasa lebih nyaman.

Cara berani berkata tidak

Lalu, bagaimana cara untuk memperkuat diri sendiri dan berani berkata tidak?

1. Ketahui keinginan diri sendiri

Sebelum merespons ajakan orang lain, identifikasi dulu apa yang dianggap penting dan tidak. Skala prioritas setiap orang itu berbeda, dan tidak apa-apa. Mungkin orang lain menganggap acara A sangat penting namun Anda merasa sebaliknya, semua sah-sah saja.Cara untuk berani berkata tidak secara percaya diri adalah dengan tahu betul apa yang diinginkan dan tidak. Ikuti kata hati. Tak perlu memaksakan menerima ajakan hanya karena tren atau menjaga perasaan demi orang lain.

2. Tetap beri apresiasi

Apapun jawaban atas sebuah ajakan – ya atau tidak – tetap beri apresiasi bagi orang yang bertanya. Sampaikan terima kasih karena telah menawarkan dan mengajak Anda. Ingat, ini bukan berarti harus dijawab dengan persetujuan.

3. Tolak permintaan, bukan orangnya

Jika merasa tidak enak berkata tidak karena takut membuat orang lain tersinggung, ingatlah bahwa yang ditolak adalah ajakannya, bukan orangnya. Pastikan hal ini benar-benar tersampaikan dengan jelas sejak awal. Dengan demikian, bisa dikomunikasikan dengan sopan dan baik bahwa permintaannya tidak bisa Anda penuhi.

4. Jelaskan alasan

Ketika menolak, sampaikan pula alasan mengapa tidak bisa mengiyakan permintaan mereka. Tak usah segan menyampaikan sedang tidak ada waktu, bukan kapasitas Anda, dan alasan lainnya yang benar-benar jujur.

5. Teguh pada pendirian

Ada orang yang ketika meminta terus menerus merengek hingga dipenuhi. Itu hak dan cara mereka demi mendapatkan yang diinginkan. Jika menghadapi orang seperti ini, Anda pun punya hak setara untuk menegaskan penolakan lebih jauh lagi.Justru, dengan tegas menyampaikan penolakan akan membuat mereka lebih respek. Contohnya dengan berkata, “Aku tahu kamu tidak akan mudah menyerah, tapi begitu pula denganku. Aku tetap tidak bisa mengiyakan permintaanmu.”

6. Berlatih

Meski terdengar sepele, sebenarnya tidak mudah mengatakan tidak kepada orang lain. Rasa tidak enak atau sungkan terus membayangi, terlebih jika yang meminta adalah orang dekat, atasan, atau kerabat yang lebih tua.Untuk itu, coba berlatih dari hal-hal sederhana. Contohnya seperti saat menolak ketika berpapasan dengan penjaja makanan di jalan, menolak kepada pelayan yang menawarkan hidangan pencuci mulut, dan seterusnya.

7. Tolak sebelum diminta

Apabila ada orang-orang tertentu di sekitar Anda yang terkenal kerap meminta tolong cukup memberatkan, tak masalah membuat penolakan sebelum diminta. Contohnya seperti mengatakan bahwa Anda sedang fokus pada beberapa hal di saat bersamaan atau sudah ada agenda lain yang sudah direncanakan.

8. Jangan FOMO

Ada kecenderungan orang segan menolak ajakan karena fear of missing out alias FOMO. Jika sedang belajar berani berkata tidak, pahami bahwa Anda bukan melewatkan kesempatan besar. Sebaliknya, itu adalah pertukaran untuk hal yang bernilai lebih daripada acara yang dilewatkan.Contohnya tidak menghadiri acara dinner demi menemani anak belajar. Keduanya sama-sama merupakan hal berharga, hanya saja skala prioritasnya berbeda.

9. Kumpulkan keberanian

Bagi orang yang selama ini selalu mengiyakan ajakan dan permintaan orang lain, belajar berkata tidak tentu jadi tantangan tersendiri. Pasti ada perasaan menjadi saudara, teman, atau rekan kerja yang tidak baik. Bahkan, mungkin saja muncul bayangan bahwa orang lain merasa tersinggung atau sakit hati atas penolakan Anda.Tenang, itu hanya bayangan di benak Anda saja. Siapa tahu yang terjadi justru orang lain menghargai keputusan Anda dan tidak menganggapnya sebagai masalah besar.Sebaliknya jika memang itu membuat orang lain kecewa, kumpulkan keberanian untuk menghadapinya. Sampaikan maaf jika membuat mereka kecewa, namun kembali tegaskan keharusan untuk menolak.

Setiap orang punya batasan atau boundaries yang harus dihormati. Berani berkata tidak akan membuat seseorang bisa memahami dirinya sendiri dengan jauh lebih baik. Ini adalah salah satu bentuk self-love yang penting.Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang validasi emosi dan kaitannya dengan keberanian berkata tidak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan mentalmenjalin hubunganpola hidup sehat
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/how-we-work/201302/nine-practices-help-you-say-no
Diakses pada 9 Januari 2021
The Guardian. https://www.theguardian.com/lifeandstyle/2019/jun/02/want-to-improve-your-life-just-say-no
Diakses pada 9 Januari 2021
Life Hacker. https://lifehacker.com/how-people-pleasers-can-learn-to-say-no-more-often-1524324151
Diakses pada 9 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait