Tak Perlu Masukkan Objek ke Mulut, Ini 13 Cara Mengatasi Kejang yang Tepat

(0)
30 Jul 2020|Azelia Trifiana
Cara mengatasi kejang untuk pertolongan pertamaMengetahui cara mengatasi kejang dapat membantu Anda untuk melakukan pertolongan pertama
Ada banyak mitos atau tradisi yang dilakukan ketika menolong seseorang yang mengalami kejang. Padahal, belum tentu semuanya benar. Membekali diri dengan pengetahuan tentang cara mengatasi kejang sangat penting, seperti jangan memasukkan apapun ke dalam mulut pasien.Syarat utama adalah jangan panik ketika melihat orang di sekitar mengalami kejang. Sebagian besar kejang tidak akan berlangsung lama, bahkan ada yang hanya 20 detik seperti petit mal pada anak-anak. Berteriak atau mengguncang tubuh orang kejang juga tak perlu dilakukan karena justru tidak membantu.

Cara mengatasi kejang yang tepat

Ketika melihat ada orang mengalami kejang, tugas orang yang berada di sekitar adalah memastikan tidak ada risiko terjadi cedera atau masalah serius. Tahapan cara mengatasi kejang yang tepat sesuai arahan National Institute of Neurological Disorders and Stroke adalah:
  1. Gulingkan orang yang kejang ke satu sisi untuk menghindari risiko tersedak air liur
  2. Beri alas di kepala orang yang kejang
  3. Longgarkan kerah sehingga bisa bernapas lebih leluasa
  4. Pegang rahang perlahan dan arahkan kepala mendongak agar jalur pernapasan terbuka
  5. Jangan menahan gerakan orang yang sedang kejang, kecuali lokasi kejadian cukup berbahaya seperti di pinggir kolam atau tangga
  6. Jangan masukkan benda apapun ke mulut (obat, benda padat, air) karena berisiko menyebabkan tersedak. Orang yang kejang bisa menggigit lidahnya sendiri adalah mitos.
  7. Jauhkan benda tajam di sekitar orang yang kejang
  8. Hitung durasi terjadinya kejang, gejalanya, kemudian sampaikan kepada tenaga medis ketika sudah tiba
  9. Tetap berada di samping orang yang mengalami kejang hingga mereda
  10. Tetap tenang
  11. Jangan berteriak atau mengguncangkan tubuh orang yang kejang karena tidak akan membantu apa-apa
  12. Minta orang di sekitar untuk memberi ruang dan tidak “menonton” kejadian
  13. Setelah kejang reda, tanyakan butuh bantuan apa atau siapa yang perlu dihubungi

Kapan situasinya dikatakan darurat?

Sebenarnya, tidak semua kejang perlu mendapatkan perhatian medis sesegera mungkin. Hanya saja, pada kondisi tertentu perlu segera memanggil bantuan medis, terutama jika orang yang kejang sedang:
  • Hamil
  • Menderita diabetes
  • Beraktivitas di kolam renang atau dekat lokasi air
  • Berlangsung lebih dari 5 menit
  • Tidak sadarkan diri setelah kejang mereda
  • Berhenti bernapas setelah kejang mereda
  • Mengalami demam tinggi
  • Mengalami kejang susulan terus menerus
  • Melukai diri sendiri
  • Mengalami kejang untuk pertama kalinya
Periksa juga apakah orang yang mengalami kejang membawa kartu identifikasi medis atau memakai gelang khusus yang mengidentifikasi riwayatnya pernah mengalami kejang.

Mengapa kejang terjadi?

Kejang atau epilepsi terjadi karena ada masalah pada aktivitas otak. Ada banyak sekali jenis kejang, gejala utamanya adalah gerakan repetitif yang tidak terduga. Pada kejang klasik, istilah medisnya adalah generalized tonic-clonic seizure.Selain itu, kejang juga bisa terjadi berulang meski tanpa ada pemicu. Jenis pemicunya bisa karena terpapar zat beracun, trauma di kepala, atau konsumsi obat berbahaya.Sebagian besar orang yang mengalami kejang tahu betul kondisi yang mereka alami. Ada yang rutin mengonsumsi obat untuk mengendalikan gejala atau menjalani terapi diet tertentu.Terlepas dari apakah kejang yang dialami seseorang perlu mendapatkan penanganan medis darurat atau tidak, catat gejala yang terjadi dan durasinya. Apabila kejang terjadi saat berada di jalanan atau lingkungan yang berbahaya, sebisa mungkin jauhkan orang yang mengalaminya dari tempat itu.

Catatan dari SehatQ

Catatan waktu dan ciri-ciri lain saat seseorang mengalami kejang akan membantu dokter dalam menentukan langkah penanganan yang tepat. Selagi menunggu bantuan medis, sebisa mungkin jaga agar lingkungan sekitar orang yang mengalami kejang benar-benar aman.
kejangepilepsihidup sehat
WebMD. https://www.webmd.com/epilepsy/epilepsy-seizure-what-to-do-in-an-emergency
Diakses pada 16 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/seizure-first-aid-how-respond-when-someone-has-episode
Diakses pada 16 Juli 2020
National Institute of Neurological Disorders and Stroke. https://www.ninds.nih.gov/Disorders/Patient-Caregiver-Education/Hope-Through-Research/Epilepsies-and-Seizures-Hope-Through
Diakses pada 16 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait