Tak Melulu Makan Sayur, Ketahui Jenis Vegetarian Sesuai Pantangan Makanannya

Ada macam-macam jenis vegetarian, mulai dari yang hanya makan sayur saja hingga yang masih mengonsumsi produk susu
Sebelum memutuskan menjadi seorang vegetarian, Anda perlu tahu apa saja jenis-jenisnya dan pantangan makanan yang dihindari

Istilah vegetarian telah ada dari berabad-abad yang lalu dan ditujukan bagi orang-orang yang tidak memakan daging. Seiring berkembangnya zaman, semakin banyak pula pengertian dari vegetarian. Kini ada banyak jenis vegetarian. Tidak hanya sebagai pola diet, namun juga sebagai gaya hidup yang berprinsip pada pelestarian lingkungan dan upaya perlindungan hewan.

Jenis-jenis vegetarian

Berikut ini jenis vegetarian berdasarkan tingkat komitmen mereka terhadap pantangan makanan:

1. Vegan

Seseorang yang mengaku sebagai vegan tidak mengkonsumsi produk hewani atau produk turunannya. Mereka menjadikan veganisme sebagai gaya hidup. Oleh karena itu, seorang vegan tidak hanya berhenti makan daging, tetapi juga tidak makan produk susu dan makanan yang menggunakan bahan-bahan hewani, termasuk gelatin, albumin, rennet, dan madu. Vegan juga biasanya menghindari penggunaan gula yang diproses dengan arang yang berasal dari tulang hewan.

Selain makanan, mereka juga tidak menggunakan jenis produk apa pun yang berbasis hewan atau diuji pada hewan. Misalnya dalam memilih pakaian, vegan tidak akan memilih bahan wol, kulit atau sutra. 

2. Lacto vegetarian

Lacto vegetarian tidak mengonsumsi daging, ikan, unggas, atau telur. Namun, mereka masih mengonsumsi susu dan produk turunannya seperti keju dan yogurt. 

3. Ovo vegetarian

Ovo vegetarian berbeda dengan dengan jenis lacto yang tidak memakan telur dalam menu dietnya. Seorang ovo vegetarian tetap mengonsumsi telur namun tidak menikmati produk susu dan turunannya.  

4. Lacto-ovo vegetarian

Jenis vegetarian lacto-ovo adalah gabungan dari kedua kategori sebelum ini. Lacto-ovo vegetarian menghindari daging, ikan dan unggas dalam menu dietnya. Namun tetap mengonsumsi telur, susu dan produk turunannya. 

5. Pollotarian

Dalam bahasa Spanyol, pollo berarti ayam. Sesuai namanya, pollotarian memakan berbagai jenis unggas seperti ayam, bebek, atau kalkun. Beberapa kalangan menganggap pollotarian bukanlah jenis vegetarian. Namun sebagian vegetarian lainnya menganggap pollotarian adalah langkah awal menjadi vegan. Pasalnya selain unggas, mereka tidak memakan daging, makanan laut, telur dan produk susu.  

6. Pescatarian/pesca vegetarian

Ada lagi yang disebut pescatarian yang tidak memakan daging dan unggas tetapi memakan ikan. Terkadang mereka juga menambahkan telur dan produk susu ke dalam menunya. 

7. Flexitarian

Sering disebut sebagai semi-vegetarian, flexitarian memiliki pola makan yang fleksibel. Mereka menjadikan diet nabati sebagai menu utama namun terkadang masih menambahkan daging atau produk hewani lainnya. Jumlah produk hewani yang dikonsumsi jenis vegetarian ini tergantung pilihan pribadi penganut flexitarian. Biasanya mereka hanya makan daging sesekali jika ada situasi yang mengharuskan atau sesuai suasana hati. 

Alasan orang memilih gaya hidup vegetarian

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di tahun 2010, jumlah vegetarian mencapai 21,8% dari penduduk dunia. Betapa banyak orang di dunia ini yang memilih untuk menjadi vegetarian, apa alasannya?

Pelaku vegetarian memilih diet maupun gaya hidup ini karena berbagai alasan. Bagi sebagian orang, menjadi vegetarian adalah cara untuk menjadi lebih sehat. Diet vegetarian yang tidak menyertakan produk hewani berarti juga menghindarkan mereka dari hormon yang ada dalam makanan hewani. 

Bagi sebagian lainnya, menjadi vegetarian berkaitan dengan agama mereka, kepedulian terhadap hak-hak binatang, atau masalah lingkungan.

Apakah diet vegetarian aman bagi kesehatan?

Diet vegetarian menawarkan banyak manfaat kesehatan bagi yang menjalaninya. Sebuah studi yang mengamati manfaat menjadi vegetarian mengungkapkan bahwa diet ini dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan berbagai jenis kanker. Penelitian lainnya menyatakan menu makanan tanpa daging dapat menurunkan risiko penyakit yang berhubungan dengan metabolisme, seperti obesitas dan diabetes tipe 2. 

Meskipun memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, menjadi vegetarian juga ada risikonya. Dalam sebuah studi yang mengamati kesehatan jenis-jenis vegetarian, diungkapkan bahwa konsentrasi vitamin B12 pada tubuh vegan lebih rendah dari tubuh lakto-ovo vegetarian. Kekurangan vitamin B12 dapat memicu berbagai penyakit seperti anemia atau pada anak-anak dapat mengganggu proses pertumbuhan. 

Selain itu, menjadi vegetarian juga dapat meningkatkan risiko kekurangan vitamin D, asam lemak, dan zat besi. Berbagai hal tersebut dapat mengganggu fungsi tubuh secara signifikan. 

Langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan diet vegetarian

Bila Anda ingin mencoba menjalani diet vegetarian, perhatikan hal-hal berikut ini:

  • Kurangi karbohidrat dan gula  yang berasal dari makanan olahan yang biasanya mengandung lebih banyak karbohidrat dari produk aslinya. 
  • Agar tidak kekurangan vitamin, sebaiknya konsumsi multivitamin yang mengandung 100% vitamin B12 dan setidaknya 70% zinc yang memenuhi nilai harian. Khusus anak-anak dan wanita usia subur, dibutuhkan 100% zinc sesuai nilai harian.
  • Konsumsi suplemen DHA berbahan dasar ganggang atau suplemen minyak ikan berkualitas tinggi. Pastikan juga untuk mengonsumsi banyak lemak nabati-3 dari protein nabati. Pilih produk yang berasal dari kacang kedelai, biji chia, biji rami, kanola, sayuran berdaun gelap, bibit gandum, dan kenari.
  • Jika Anda sedang hamil, menyusui, atau mengidap penyakit kronis, selalu konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan Anda sebelum mengambil suplemen apa pun.
  • Makanlah buah-buahan dan sayuran segar dalam jumlah besar. 

Keseimbangan adalah kunci untuk menjadi sehat dalam diet apa pun yang Anda pilih. Menjadi vegetarian yang menjaga kesimbangan nutrisi, sejatinya tidak hanya dapat melihat peningkatan dalam kesehatan mereka. Namun juga merasakan kegembiraan karena melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi hewan dan lingkungan.

PBS. https://www.pbs.org/food/the-history-kitchen/evolution-vegetarianism/
Diakses pada 9 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/vegetarian-diet-plan#benefits
Diakses pada 9 April 2020

Women’s Health Mag. https://www.womenshealthmag.com/food/a29700788/types-of-vegetarians/
Diakses pada 9 April 2020

Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/254412281_An_Estimate_of_the_Number_of_Vegetarians_in_the_World
Diakses pada 9 April 2020

Harvard. https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/becoming-a-vegetarian
Diakses pada 9 April 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/8749
Diakses pada 9 April 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12868158
Diakses pada 9 April 2020

News Medical. https://www.news-medical.net/health/Can-a-vegetarian-diet-be-dangerous.aspx
Diakses pada 9 April 2020

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/diet-nutrition/the-potential-health-risks-of-a-vegetarian-diet.aspx
Diakses pada 9 April 2020

Artikel Terkait