Tak Kalah Bernutrisi dari Semangka Merah, Ini Kandungan Semangka Kuning

Semangka kuning tidak mengandung likopen, tetapi mengandung beta-karoten yang juga merupakan antioksidan
Semangka kuning memiliki rasa dan tekstur yang sama seperti semangka merah

Tentu kita sudah sering melihat semangka merah dengan kulit berwarna hijau. Namun selain semangka merah, ada ribuan jenis semangka lainnya yang berbeda, termasuk semangka kuning. Bahkan untuk spesies semangka kuning, jenisnya bisa berbeda-beda pula bergantung pada lokasi tumbuhnya.

Umumnya semangka kuning memiliki berat antara 2,3 kg hingga 8,2 kg. Artinya, ukurannya cenderung lebih kecil jika dibandingkan dengan semangka merah. Meski demikian, tekstur dan rasanya cenderung mirip.

Mengapa ada semangka kuning?

Semangka kuning adalah semangka merah yang sangat sedikit mengandung pigmen dan likopen. Kandungan kedua substansi inilah yang membuat semangka berwarna merah. 

Meski demikian, warna semangka ini tidak menentukan rasanya. Bahkan ada kalanya semangka kuning memiliki rasa lebih manis dibandingkan dengan semangka merah, dengan sedikit rasa seperti madu.

Menengok sejarahnya, semangka kuning pertama kali ditanam di Afrika. Berdasarkan penelitian dalam Journal of Food Composition and Analysis, memang benar bahwa semangka kuning tidak mengandung likopen.

Rupanya, substansi seperti likopen tak hanya memberi warna merah pada semangka saja tapi juga pada buah dan sayur lain seperti tomat. 

Kandungan nutrisi semangka kuning

Sama seperti semangka merah, semangka kuning juga mengandung banyak nutrisi. Hanya saja, ada sedikit perbedaan. Berdasarkan penelitian, kandungan nutrisi dari semangka kuning adalah:

  • Vitamin A: 18% kebutuhan harian
  • Vitamin C: 21% kebutuhan harian
  • Kalori: 50
  • Potasium
  • Sodium
  • Beta-karoten 

Meski semangka kuning tidak mengandung likopen, namun semangka ini mengandung beta-karoten yang juga merupakan antioksidan. Jenis antioksidan seperti ini sama seperti yang ada pada wortel dan kentang.

Semangka termasuk salah satu buah populer dan mudah ditemukan. Namun seringkali, ada saja yang salah dalam menyimpan atau mengolahnya sehingga kualitasnya berkurang.

Untuk itu, simak beberapa tip menyimpan semangka berikut ini:

  • Semangka bisa disimpan di kulkas selama 2-3 minggu sebelum dipotong
  • Setelah dipotong, tutup bagian yang sudah terbuka 
  • Sebelum memotong semangka kuning, cuci terlebih dahulu untuk menghindari residu pestisida dan zat kimia lainnya
  • Setelah 3-5 hari di kulkas, rasa manis dari semangka kuning bisa berkurang
  • Pastikan wadah atau tempat menyimpan semangka benar-benar kering

Manfaat semangka

Beberapa manfaat semangka untuk kesehatan di antaranya:

  • Menurunkan tekanan darah

Semangka adalah sumber sitrulina, asam amino yang membuat pembuluh darah lebih rileks. Dengan demikian, semangka dapat membantu mengurangi tekanan darah terutama bagi penderita hipertensi. 

  • Menurunkan kadar gula darah

Kandungan arginine dalam semangka bisa berpengaruh terhadap insulin. Artinya, risiko naiknya gula darah hingga diabetes tipe 2 juga bisa dikurangi. 

  • Mengurangi pegal setelah berolahraga

Seusai kegiatan fisik atau olahraga cukup berat, terkadang muncul rasa pegal atau nyeri otot. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa jus semangka dapat mengurangi rasa pegal setelah berolahraga. 

Perlu diingat pula bahwa semangka termasuk buah dengan kandungan fruktosa cukup tinggi. Pada orang tertentu, fruktosa bisa menyebabkan rasa tidak nyaman pada sistem pencernaan, seperti mual, begah, kram, diare, hingga konstipasi.

Selain itu, penderita gangguan usus besar atau irritable bowel syndrome disarankan tidak mengonsumsi semangka karena kandungan yang bisa jadi dirasa sensitif.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/foods/watermelon#downsides
Diakses 15 Maret 2020

Organic Facts. https://www.organicfacts.net/yellow-watermelon.html
Diakses 15 Maret 2020

What About Watermelon. https://www.whataboutwatermelon.com/index.php/why-is-watermelon-yellow-inside/
Diakses 15 Maret 2020

Artikel Terkait