Tes Kesuburan Pria Juga Perlu Dilakukan Saat Sulit Punya Momongan


Tes kesuburan pria penting dilakukan untuk memastikan tidak ada masalah pada reproduksi. Cek kesuburan pada pria ini meliputi pemeriksaan air mani maupun sel sperma yang terkandung, hingga antibodi pasien.

(0)
10 Nov 2020|Bayu Galih Permana
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Tes kesuburan pria adalah mengecek jumlah, bentuk, dan gerakan spermaTes kesuburan pria berupa pengecekan air mani untuk memastikan tidak ada masalah pada jumlah, bentuk, dan gerakan sperma
Tes kesuburan pria sebenarnya juga diperlukan jika Anda ingin menjalankan program hamil. Sebab, selain menguji fertilitas dengan tes kesuburan wanita, bisa saja infertilitas terjadi karena adanya pengaruh dari sejumlah faktor, salah satunya masalah kesuburan pria.Tes kesuburan bisa dilakukan dengan mengikuti serangkaian tes dokter. Tes kesuburan pria dilakukan dengan berbagai macam cara, mulai melakukan pengecekan kondisi fisik pria hingga kualitas sel sperma.

Tes kesuburan pria, apa saja yang harus dilakukan?

Untuk melakukan tes kesuburan pria, Anda harus berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi. Nantinya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bertanya mengenai gaya hidup serta riwayat kesehatan Anda.Beberapa pertanyaan yang mungkin ditanyakan untuk memberi keterangan lebih lanjut, yaitu:
  • Obat yang pernah diminum
  • Operasi yang pernah dilakukan
  • Kehidupan seks bersama pasangan
  • Kebiasaan berolahraga yang dilakukan
  • Mempunyai kebiasaan merokok atau tidak
  • Riwayat menderita penyakit menular seksual  (PMS)
  • Pernah menggunakan obat-obatan terlarang atau tidak
Setelah selesai melewati pemeriksaan tersebut, Anda kemudian akan diminta untuk menjalani sejumlah tes. Beberapa rangkaian tes kesuburan pria yang mungkin akan dilakukan dokter, di antaranya:

1. Tes air mani atau sperma

Tes kesuburan bisa dilakukan dengan mengecek sperma
Tes kesuburan pria bisa dilakukan dengan melihat kondisi sperma. Dalam hal ini, menurut riset dari Asian Journal of Andrology, aspek yang memengaruhi kesuburan pria adalah jumlah spermaRiset ini menambahkan, jika jumlahnya kurang dari 40 juta di dalam 1 ml air mani, maka hal ini mampu menghambat pada saat sperma membuahi sel telur.Selain itu, aspek yang turut berpengaruh terhadap kualitas sperma pria adalah bentuknya yang tidak normal ataupun kemampuan bergerak (motilitas) yang tidak wajar. Hal ini pun dipaparkan pada penelitian terbitan EMBO Reports.Dalam hal ini, jika geraknya lambat maupun tidak mengarah lurus ke atas, maka pembuahan pun sulit terjadi.Meski begitu, pria dengan jumlah, bentuk, dan gerakan sperma tidak normal belum tentu mengalami masalah kesuburan.Guna memastikan kesuburan, termasuk masa subur pria, dokter biasanya akan melakukan analisis sperma atau air mani sebanyak dua kali. Apabila hasil tes kesuburan pria menunjukkan hasil yang normal, dokter akan kembali melakukan pengulangan tes untuk memastikan hasilnya.Saat hasil kedua cek kesuburan pria menunjukkan kondisi normal, maka Anda tidak mempunyai masalah pada kesuburan. Jika ada sesuatu yang tidak biasa, dokter mungkin akan meminta Anda menjalani serangkaian tes lain untuk mencari tahu penyebabnya.

2. Tes pemeriksaan fisik

Tes kesuburan pria berguna untuk mengecek masalah varikokel
Cek kesuburan pria berupa tes pemeriksaan fisik biasa dilakukan untuk memastikan apakah Anda menderita varikokel.Varikokel adalah pembesaran pembuluh darah vena di dalam skrotum atau kantung testis. Kondisi ini dapat menghambat aliran darah dan mengganggu fungsi sistem reproduksi.Apabila Anda terbukti mengalami varikokel, dokter akan melakukan operasi. Operasi dilakukan untuk melancarkan kembali aliran darah pada skrotum.

3. Tes pengecekan hormon

Pengecekan kesuburan pria juga dilakukan untuk mengamati hormon testosteron
Cek kesuburan pria ini berguna untuk mendeteksi kelainan testosteron dan hormon lain yang mengambil peran dalam proses produksi sperma. Tentu, hal ini dapat mengakibatkan masalah kesuburan. Namun, kasus ketidaksuburan yang disebabkan adanya masalah hormon sangat jarang terjadi. Pada 97 persen pria yang dinyatakan tidak subur, hormon bukanlah penyebab utama mereka mengalami infertilitas.

4. Tes pemeriksaan genetik

Genetik juga berpengaruh terhadap kesuburan pria
Kelainan genetik mungkin menjadi penyebab Anda mengalami masalah kesuburan. Maka dari itu, cara mengetahui kesuburan pria ini bisa saja dilakukan untuk mengetahui apakah Anda memiliki kelainan genetik yang mengakibatkan kemandulan.

5. Tes anti-sperm antibody

Antibodi abnormal perlu diketahui dengan tes kesuburan pria agar tidak mengganggu pembuahan
Beberapa pria memproduksi antibodi abnormal, yang nantinya akan menyerang sel sperma dalam perjalanan menuju sel telur. Kondisi ini dapat membuat Anda dan pasangan kesulitan untuk punya momongan. Untuk mengetahui apakah Anda menderita kondisi ini, dokter akan melakukan cek kesuburan pria berupa tes anti-sperm antibody (ASA).

6. Urinalisis

Tes kesuburan pria dengan urine menguji adanya masalah ejakulasi
Tes ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya infeksi dalam urine. Selain itu urinalisis juga dapat menunjukkan adanya sperma dalam urine. Jika ditemukan sperma dalam urine, kemungkinan terjadi masalah pada ejakulasi yang dikenal sebagai ejakulasi retrograde. Jika ditemukan kondisi yang tidak normal dalam hasil tes, dokter mungkin akan meresepkan obat atau meminta Anda menerapkan gaya hidup sehat untuk mengatasi masalah kesuburan yang ada. Selain itu, tindakan operasi juga bisa saja diambil sebagai langkah penanganan.

Persiapan saat tes sperma

Saat ingin melakukan tes kesuburan pria dengan cara pengecekan sperma, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan, mulai dari sebelum prosedur hingga pada saat proses pengecekan.

1. Sebelum tes kesuburan pria

Inilah yang harus Anda lakukan sebelum melakukan cek kesuburan pria:
  • Tidak ejakulasi selama 1--3 hari.
  • Tidak mengonsumsi minuman alkohol dan kafein selama 2--5 hari
  • Tidak merokok
  • Tidak mengonsumsi obat yang memengaruhi sperma
  • Tubuh dalam keadaan segar

2. Saat tes kesuburan pria

Apabila Anda sedang menjalani cek kesuburan pria, pastikan Anda melakukan hal berikut:
  • Cuci tangan
  • Membersihkan penis
  • Masturbasi tanpa pelumas
  • Mendekatkan wadah penampung air mani saat akan keluar agar sampel spermanya bisa diuji
  • Langsung tutup wadah sperma agar kondisi sperma tidak rusak akibat udara dan bahan lainnya yang mengontaminasi.

Tips meningkatkan kesuburan pria

Meningkatkan kesuburan pria bisa dilakukan dengan meminum obat yang direkomendasikan oleh dokter. Selain minum obat dan suplemen, masih ada kebiasaan yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kesuburan.Berikut ini beberapa tips meningkatkan kesuburan pria tanpa harus menggunakan obat:

1. Istirahat cukup

Istirahat cukup menjaga kualitas sperma
Menurut riset dari Sleep Research Society, kurang atau beristirahat secara berlebihan dapat memperburuk kualitas sperma. Maka dari itu, sebaiknya beristirahat dengan cukup untuk menjaga kesuburan Anda.

2. Rajin berolahraga

Olahraga meningkatkan hormon testosteron
Selain baik untuk kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan, rajin berolahraga baik untuk kesuburan karena dapat membantu meningkatkan kadar hormon testosteron.Studi menunjukkan, pria yang berolahraga secara teratur mempunyai kadar testosteron lebih tinggi dan kualitas sperma lebih baik dibanding mereka yang tidak.Meski begitu hindari olahraga secara berlebihan. Terlalu memforsir tubuh saat olahraga malah dapat menurunkan kadar testosteron.

3. Membatasi konsumsi minuman beralkohol

Kurangi minum alkohol agar kualitas sperma terjaga
Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan berpotensi menurunkan kadar testosteron dan merusak kualitas sel sperma. Untuk meningkatkan kesuburan Anda, sebaiknya hilangkan kebiasaan konsumsi minuman beralkohol.

4. Melakukan aktivitas yang dapat mengurangi stres

Stres mampu mengurangi kepuasan dan mengganggu kesuburan
Stres bisa mengurangi kepuasan seksual dan merusak kesuburan Anda. Meningkatnya hormon kortisol dalam tubuh saat stres dapat memberikan efek negatif pada produksi testosteron.Untuk mengatasi stres, Anda bisa melakukan aktivitas-aktivitas yang membuat pikiran dan tubuh menjadi rileks seperti berjalan-jalan di alam terbuka, menghabiskan waktu bersama orang tersayang, atau bermeditasi.

5. Mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C

Asupan vitamin C cegah stes oksidatif penyebab ketidaksuburan pria
Radikal bebas dapat mengakibatkan stres oksidatif. Stres oksidatif sendiri  terjadi ketika kadar reactive oxygen species (ROS) dalam tubuh mencapai tingkat berbahaya. Kondisi ini disebut dapat menyebabkan infertilitas pada pria.Mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan vitamin C membantu melawan efek berbahaya tersebut. Selain itu, beberapa bukti juga menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin C dapat membantu meningkatkan kualitas dan pergerakan sperma.

6. Mengonsumsi makananan yang mengandung vitamin D

Kekurangan vitamin D cenderung kekurangan testosteron
Vitamin D sangatlah penting untuk kesuburan pria maupun wanita. Sebuah studi mengatakan, pria dengan kondisi kekurangan vitamin D cenderung punya kadar testosteron yang rendah. Rendahnya kadar testosteron dapat berpengaruh pada kesuburan Anda.

Catatan dari SehatQ

Tes kesuburan pria biasa dilakukan untuk mengetahui kondisi apa yang menjadi penyebab infertilitas. Jika menemukan adanya hal yang tidak normal, dokter mungkin akan melakukan penanganan dengan memberikan resep obat, meminta pasien mengubah gaya hidup, hingga tindakan operasi.Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai tes kesuburan pria, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
perawatan kesuburanmeningkatkan kesuburanmasalah infertilitastes kesuburanreproduksi pria
Healthline. https://www.healthline.com/health/boost-male-fertility-sperm-count
Diakses pada 27 Oktober 2020
WebMD. https://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/guide/male-fertility-tests
Diakses pada 27 Oktober 2020
Asian Journal of Andrology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3739681
Diakses pada 15 Januari 2021
EMBO Reports. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3343360/
Diakses pada 15 Januari 2021
Sleep Research Society. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26350472/
Diakses pada 15 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait