logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kehamilan

Ini Jenis KB untuk Pria yang Juga Bisa Cegah Kehamilan

open-summary

KB pria atau kontrasepsi pria juga bisa Anda pilih sebagai salah satu cara untuk menunda kehamilan. Meskipun kontrasepsi hormonal khusus pria dapat digunakan untuk mencegah kehamilan, namun jenis kontrasepsi yang paling umum digunakan oleh pria adalah kondom.


close-summary

4

(7)

5 Nov 2019

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

KB untuk pria agar wanita tidak cepat hamil salah satunya adalah vasektomi

kondom adalah kontrasepsi pria yang populer

Table of Content

  • Alasan mengapa alat kontrasepsi pria jarang digunakan
  • Pilihan KB untuk pria 
  • Pesan dari SehatQ

KB untuk pria? Tentu dua kata ini terdengar asing bagi kita masyarakat awam. Kita lebih akrab mendengar istilah KB untuk wanita. Nama jenis kontrasepsi untuk wanita pun, seperti pil KB, IUD, suntik, implan, tubektomi, lebih sering kita dengar. Mungkin hanya sedikit dari kita yang bisa menjawab, kondom atau vasektomi, ketika ditanya jenis KB pria.

Advertisement

Bukan hanya soal popularitas, dari segi penelitian pun, alat kontrasepsi pria masih sangat sedikit dibandingkan metode kontrasepsi untuk wanita.

Salah satu penyebabnya adalah ada banyak faktor yang lebih kompleks ketika berbicara tentang kontrasepsi pria. Tak hanya ilmiah, tapi juga faktor sosial.

Baca Juga

  • 8 Penyebab Keputihan Berdarah dan Cara Mengatasi
  • Perlukah Mencukur Rambut Kemaluan? Ini Risiko dan Tipsnya
  • Kelebihan Hormon Estrogen pada Pria, Dampak dan Cara Mengatasi

Alasan mengapa alat kontrasepsi pria jarang digunakan

Dua pilihan kontrasepsi pria yang terkenal adalah kondom dan vasektomi. Namun, jenis KB untuk pria ini lebih jarang digunakan saat berhubungan seksual.

Untuk pria yang aktif secara seksual, ““pull out” atau ejakulasi di luar vagina adalah metode kontrasepsi yang paling sering digunakan dibandingkan kondom atau vasektomi.

Alasannya bermacam-macam. Ada yang menganggap penggunaan kondom mengurangi sensasi nikmat saat bercinta. Ada juga yang mengatakan vasektomi merepotkan dan efeknya permanen.

Sadar dengan alasan tersebut, para peneliti pun terus meneliti dan mencari kontrasepsi terbaik untuk pria. Yang bukan hanya efektif tetapi juga mudah dan murah.

Ada pertanyaan menarik. Jika wanita bisa memiliki pil KB yang dapat mengendalikan hormon, mengapa pria tidak?

Jawabannya adalah karena secara biologis, tubuh pria memiliki desain yang berbeda dengan wanita. Setiap harinya, seorang pria memproduksi ratusan juta sperma. Saat ejakulasi, setidaknya ada 250 juta sperma yang dikeluarkan.

Sementara itu wanita hanya memproduksi satu atau dua sel telur setiap bulannya. Sel telur ini pun hanya berada di fase benar-benar subur selama 12 jam.

Selain itu, sejak dulu kontrasepsi didesain kebanyakan untuk wanita karena kehamilan memiliki risiko kematian. Itulah mengapa dirasa perlu mencegah kehamilan, terlebih yang tidak direncanakan.

Di sisi lain, pria tidak menghadapi risiko serupa. Itulah mengapa urgensi untuk kontrasepsi pria ketimbang wanita juga tidak sama.

Baca juga: Berbagai Jenis KB, Pilih yang Paling Tepat untuk Anda

Pilihan KB untuk pria 

Meski jenis KB untuk pria sedikit, namun alat kontrasepsi ini bila digunakan dengan benar sama efektifnya dengan kontrasepsi wanita. Berikut ini beberapa pilihan KB untuk pria mulai dari yang paling konvensional hingga yang mulai dikembangkan:

1. Kondom 

no caption

Kondom adalah metode kontrasepsi yang aman dan paling populer satu-satunya untuk pria. Tak hanya mudah dan mengurangi risiko terjadinya infeksi penyakit menular seksual, menggunakan kondom juga dapat menekan kemungkinan kehamilan hingga hampir 100%.

2. Metode “pullout”

Selanjutnya, KB untuk pria yang lebih bisa dianggap sebagai “trik”, yaitu menarik penis keluar sesaat sebelum ejakulasi.

Dikutip dari WebMD, ada banyak istilah untuk cara ini, mulai dari “pullout” hingga coitus interuptus. Metode ini pada dasarnya adalah aktivitas mengeluarkan sperma di luar tubuh wanita. Intinya sama, yaitu untuk menghindari risiko sperma masuk ke sel telur dan terjadi kehamilan

3. Vasektomi

Pilihan alat kontrasepsi untuk pria selanjutnya adalah vasektomi, bedah minor yang bahkan bisa tuntas dilakukan dalam waktu 15 menit. Pria yang telah menjalani vasektomi tetap bisa ereksi dan ejakulasi, hanya saja air mani yang dikeluarkan tidak lagi mengandung sel sperma. Efeknya permanen dan prosedurnya cukup mahal.

4. Gel Nestorone-Testosterone

no caption

Perkembangan terbaru adalah temuan gel yang disebut Nestorone-Testosterone yang ketika diaplikasikan ke bahu dan lengan, akan merangsang hormon gonadotropin untuk berhenti bekerja. Gonadotropin adalah hormon yang menstimulasi produksi testosteron.

Ketika kadar testosteron sangat rendah, artinya produksi sperma juga akan menurun drastis. Namun efek sampingnya adalah libido rendah hingga masalah ejakulasi.

5. Pil KB untuk pria

Selanjutnya ada pil KB untuk laki-laki yang memang masih dalam tahapan uji klinis dan belum dijual bebas.

Dalam pil ini, ada molekul steroid yang dapat menekan produksi sperma. Dari seluruh penelitian, temuan pil bernama dimethandrolone undecanoate (DMAU) ini yang dianggap paling ideal.

Namun di sisi lain, efektivitas pil ini pada tubuh pria hanya bertahan cukup singkat, bahkan kurang dari 18 jam. Artinya, pil ini perlu dikonsumsi lebih dari sekali dalam sehari. Apakah benar-benar efektif? Masih dalam penelitian lebih lanjut.

6. Suntik testosteron

Testosteron memiliki peran yang sangat penting untuk memproduksi jumlah sperma. Suntik testosteron bisa Anda pilih untuk meminimalisir atau menghilangkan jumlah sperma.

Menurut penelitian, sejumlah pria yang melakukan suntik testosteron tidak membuahi pasangannya. Sayangnya, efek samping dari prosedur ini adalah muncul jerawat dan perubahan seksual, mengingat testosteron juga berperan dalam mengatur tingkat libido pria.

7. Vasektomi tanpa operasi

Para peneliti di India menemukan metode vasektomi tanpa operasi yaitu reversible inhibition of sperm under guidance atau RISUG. Konsepnya adalah memasukkan gel polimer pada vas deferens sehingga sperma tidak dapat berenang lebih jauh.

Selain itu, vasektomi tanpa operasi ini juga tidak permanen. Ketika ingin berhenti, ada suntikan yang bisa menghancurkan gel sehingga sperma bisa berenang kembali menuju sel telur untuk pembuahan.

Baca juga: Bagaimana Cara Mencegah Kehamilan Setelah Berhubungan Seks Tanpa Pengaman?

Pesan dari SehatQ

Kita tunggu saja bagaimana perkembangan kontrasepsi pria ini di masa depan. Mungkin ada temuan baru yang jauh lebih efektif dan tetap nyaman.

Apapun jawabannya, keputusan menggunakan kontrasepsi harus dipilih dengan bijak. Utamanya, bagi mereka yang aktif secara seksual.

Jika ingin berkonsultasi langsung dengan dokter, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

kesehatan organ intimkontrasepsikesehatan pria

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved