logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

TBC Usus, Penyakit yang Bisa Menimbulkan Gangguan pada Usus

open-summary

Bakteri tuberkulosis (TBC) bisa menyerang bagian tubuh lainnya, termasuk usus. Gejala TBC usus tergolong mirip dengan gangguan saluran pencernaan lainnya.


close-summary

4.43

(28)

20 Mei 2020

| Nurul Rafiqua

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

TBC usus

Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mendeteksi bila terjadi TBC usus

Table of Content

  • Penyebab TBC usus
  • Gejala TBC usus
  • Diagnosis TBC usus
  • Pengobatan tuberkulosis usus
  • Pencegahan TBC usus

Bakteri tuberkulosis (TBC) biasanya menyerang paru-paru. Namun, bakteri TBC juga dapat menyerang bagian tubuh mana saja, salah satunya usus. Kondisi ini dinamakan TBC usus. 

Advertisement

Dalam satu penelitian dijelaskan bahwa TBC gastrointestinal (pencernaan) menyumbang sekitar 1-3% dari kasus tuberkulosis di seluruh dunia. Hal ini dapat terjadi dalam konteks TBC aktif atau TBC ekstra paru.

Penyakit tuberkulosis usus cukup berbahaya, karena bisa menyebabkan komplikasi, seperti pecahnya usus yang berujung pada kematian. Simak lengkapnya dalam artikel ini.

Penyebab TBC usus

Selain tuberkulosis paru, ada pula jenis TBC ekstra paru (extrapulmonary), artinya infeksi bakteri M. tuberculosis yang terjadi di luar paru. Sebagai contoh, bakteri TB yang menyerang area perut atau sistem pencernaan (gastrointestinal), seperti lambung dan usus.

Sebelum mengetahui cara mengobatinya, ada baiknya kita menelaah penyebab TBC usus. 

Penyebaran tuberkulosis pada prinsipnya bisa melalui udara atau ketika bakteri Mycobacterium tuberculosis masuk melalui darah. Sementara, TBC usus disebabkan oleh hal-hal berikut, seperti:

  • Masuknya cairan dari paru yang telah terinfeksi bakteri TB ke usus
  • Perpindahan bakteri ke usus dari kelenjar getah bening yang berdekatan dengan organ tersebut
  • Melalui produk susu yang terkontaminasi oleh bakteri M. bovis 

Perlu Anda ketahui bahwa tuberkulosis usus menempati urutan keenam yang paling sering terjadi.

Gejala TBC usus

Gejala TBC gastrointestinal (pencernaan) tergantung pada area yang terinfeksi.

Berikut adalah beberapa gejala tuberkulosis usus yang mungkin terjadi:

  • Demam
  • Tidak nafsu makan
  • Sakit perut
  • Perubahan kebiasaan buang air besar
  • Diare
  • Mual dan muntah
  • Penurunan berat badan
  • Perdarahan rektal
  • Massa perut
  • Muncul darah pada tinja

Meski begitu, tidak semua orang yang mengalami TBC usus akan memiliki gejala di atas. Bahkan, ada pula beberapa penderita yang tidak mengalami gejala TBC sama sekali.

Baca Juga

  • Berlebihan Menjaga Kebersihan Justru Membuat Anak Mudah Sakit
  • Vaksin PCV Bisa Lindungi Buah Hati dari Berbagai Penyakit Berbahaya
  • Penyebab Tipes Bisa dari Makanan atau Kegiatan Anda Sehari-hari. Kenali Cara Penularannya!

Diagnosis TBC usus

Diagnosis TBC usus merupakan hal yang cukup rumit bagi tenaga medis. Pasalnya, gejala setiap pasien dapat beragam atau menyerupai penyakit lainnya. Contohnya, penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang berbeda. 

Oleh karena itu, diagnosis secara menyeluruh perlu dilakukan untuk hasil yang lebih akurat. Ada beberapa pemeriksaan yang perlu dilalui untuk mendiagnosis tuberkulosis usus, yaitu:

  • Pemeriksaan fisik terhadap gejala yang muncul, serta penelusuran jika pasien memiliki riwayat kontak dengan penderita TBC. 
  • Dokter akan meraba area perut. Tanda khas pada penyakit ini, perut biasanya akan terasa seperti papan catur.
  • Pemeriksaan laboratorium, endoskopi, biopsi jaringan, dan radiologi.
  • Prosedur kolonoskopi, untuk mendeteksi pertumbuhan jaringan abnormal pada usus
  • Pemeriksaan histopatologi
  • PCR 

Pengobatan tuberkulosis usus

TBC usus tergolong tidak mematikan, asalkan diagnosis dan perawatan tidak terlambat. Selain itu, penderita juga perlu mendapatkan pengobatan TBC sesuai dengan rekomendasi dokter.

Jenis pengobatan TBC usus biasanya sama dengan dengan TBC paru. Namun, dokter mungkin meresepkan obat lain jika tuberkulosis menyebabkan komplikasi tertentu.

Secara umum, pengobatan tuberkulosis usus meliputi:

1. Obat-obatan TBC

  • Isoniazid
  • Rifampicin
  • Ethambutol
  • Pyrazinamide

Hingga saat ini, pengobatan TBC usus juga dilakukan dengan jangka waktu selama 6 bulan. Namun pada sebagian kasus, waktu pengobatan bisa saja lebih lama, tergantung kondisi komplikasi yang menyertainya.

Penelitian lebih lanjut dengan skala yang lebih besar mengenai pengobatan TBC usus masih perlu dilakukan.

Sebelum mengonsumsi obat antibiotik, dokter akan memerika fungsi hati terlebih dulu. Sebab, beberapa obat TBC memiliki sifat hepatotoksik.

Pasien yang mengonsumsi obat TBC harus mewaspadai gejala gangguan organ hati, seperti:

  • Kehilangan nafsu makan
  • Warna urine gelap
  • Demam yang berlangsung lebih dari tiga hari
  • Mual atau muntah yang tidak bisa dijelaskan
  • Penyakit kuning
  • Sakit perut

Segera konsultasi ke dokter jika Anda mengalami gejala-gejala di atas. Dokter mungkin akan memberikan obat untuk mengatasi berbagai kondisi tersebut. 

2. Operasi

TBC usus mungkin saja membutuhkan operasi terutama jika mengalami komplikasi, seperti perforasi (adanya lubang di usus), abses, fistula, perdarahan, maupun obstruksi atau penyumbatan usus yang parah. 

Bentuk operasi pada TBC usus biasanya menyesuaikan dengan kondisi dan juga kebutuhan pasien. Namun, jenis operasi yang paling umum adalah pengangkatan bagian usus yang terinfeksi. 

Jika mencurigai bahwa Anda telah mengalami gejala tuberkulosis, langkah tepat adalah pergi ke dokter untuk pemeriksaan lebih menyeluruh. Anda juga perlu berhati-hati dengan bahaya komplikasi TBC usus, seperti:

  • Perdarahan saluran pencernaan di bagian atas dan bawah
  • Fistula di tempat berbeda
  • Obstruksi lumen usus
  • Usus menyempit
  • Pecahnya usus
  • Anemia
  • Malnutrisi

Pencegahan TBC usus

Mengingat penyakit ini cukup berbahaya dan dapat menular, Anda perlu melakukan upaya pencegahan, seperti:

1. Vaksin BCG

Langkah pencegahan yang paling umum adalah dengan pemberian vaksin BCG. Vaksin ini dapat mencegah tuberkulosis (TBC) pada orang dewasa dan juga anak-anak yang belum pernah menderita penyakit tersebut. 

Vaksin ini dianjurkan jika Anda tinggal atau kontak erat dengan penderita TBC. Di Indonesia, vaksin BCG telah menjadi program wajib dari pemerintah yang diberikan pada bayi usia di bawah 2 bulan. 

2. Bila terinfeksi, lakukan perawatan

Jika sudah terinfeksi, lakukan langkah-langkah berikut sampai dokter menyatakan sembuh, seperti:

  • Gunakan masker jika harus bertemu atau berkegiatan di luar rumah
  • Tutup mulut saat bersin, batuk, dan tertawa
  • Tidak membuang dahak atau meludah sembarangan
  • Memperhatikan sirkulasi udara yang baik
  • Tidur terpisah dan tidak menggunakan peralatan makan yang sama.
  • Jangan tidur sekamar dengan orang lain sampai dokter menyatakan TBC yang Anda derita tidak lagi menular.

Ingin mengetahui lebih banyak mengenai TBC usus? Tanyakan langsung pada dokter di aplikasi Kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App store dan Google Play.

Advertisement

tbcinfeksi bakterituberkulosissakit perutinfeksi usus

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved