Tak Hanya Terjadi di Paru-Paru, Bakteri Tuberkulosis Juga Dapat Sebabkan TBC Usus

(0)
03 Jun 2020|Nurul Rafiqua
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
TBC usus memiliki gejala yang mirip dengan infeksi bakteri lainnya sehingga hanya dapat dideteksi dengan pemeriksaan oleh dokterDokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mendeteksi bila terjadi TBC usus
Tuberkulosis (TB) atau yang biasa kita kenal sebagai TBC adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini biasanya menyerang paru-paru, tetapi bakteri TBC dapat menyerang bagian tubuh mana saja termasuk usus. Ketika TB menyerang usus, maka dinamakan TBC usus. Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, diperkirakan ada 8,6 juta kejadian TB per tahun di seluruh dunia. Dua persen dari kasus TB tersebut adalah TBC usus. Penyakit TBC usus cukup berbahaya karena bisa menyebabkan komplikasi, seperti pecahnya usus yang berujung pada kematian. Adakah cara mengatasinya? 

Penyebab TBC usus

Sebelum mengetahui cara mengobatinya, ada baiknya kita menelaah penyebab TBC usus. Tuberkulosis pada prinsipnya menyebar secara hematogen ketika bakteri Mycobacterium tuberculosis masuk melalui darah. Sementara, TBC usus disebabkan oleh hal-hal  berikut, seperti:
  • Masuknya cairan dari paru yang telah terinfeksi bakteri TB ke usus
  • Perpindahan bakteri ke usus dari kelenjar getah bening yang berdekatan dengan organ tersebut
  • Melalui produk susu yang terkontaminasi oleh bakteri M. bovis 

Gejala TBC Usus

Secara umum, gejala TBC usus meliputi:
  • Demam
  • Tidak nafsu makan
  • Penurunan berat badan
  • Diare
  • Munculnya darah segar pada tinja
  • Malabsorpsi makanan (ketidakmampuan usus menyerap makanan yang dikonsumsi)
  • Nyeri perut, tegang, dan muntah
  • Sembelit
  • Pembesaran hati dan limpa
  • Terjadi robekan usus (perforasi)

Diagnosis TBC usus

Diagnosis TBC usus merupakan hal yang cukup rumit bagi tenaga medis. Pasalnya, bentuk gejala yang ditunjukkan pasien dapat beragam sehingga menyerupai penyakit lain seperti autoimun atau penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang berbeda. Oleh karena itu, diagnosa secara menyeluruh perlu dilakukan untuk hasil yang lebih akurat. Diagnosis TBC usus terdiri dari berbagai pemeriksaan seperti berikut:
  • Pemeriksaan gejala klinis: Proses ini terdiri dari penelaahan gejala yang dialami pasien juga penelusuran latar belakang pasien apabila memiliki riwayat kontak sebelumnya dengan penderita TBC usus. 
  • Pemeriksaan fisik: Pada pemeriksaan ini, dokter akan meraba area perut. Tanda khas pada penyakit ini akan ditemukan fenomena papan catur  pada pemeriksaan fisik perut.
  • Pemeriksaan penunjang: Dapat berupa pemeriksaan laboratorium, endoskopi, biopsi jaringan, dan pemeriksaan radiologi.
  • Radiografi
  • Pemeriksaan histopatologi
  • PCR 

Pengobatan TBC Usus

Jenis pengobatan TBC usus biasanya sama dengan dengan TBC paru, namun dapat berbeda pada durasi pemberian dan obat-obatan khusus lain yang diberikan pada pasien dengan komplikasi penyakit lain.  Secara umum pengobatan TBC usus meliputi:

1. Obat-obatan TBC

Hingga saat ini, pengobatan TBC usus dilakukan dengan jangka waktu selama 6 bulan. Namun pada sebagian kasus, waktu yang dibutuhkan untuk mengobati TBC usus bisa saja lebih lama, tergantung kondisi komplikasi yang menyertainya. Penelitian lebih lanjut dengan skala yang lebih besar mengenai pengobatan TBC usus masih perlu dilakukan.Sebelum mengonsumsi pengobatan TBC usus, biasanya Anda harus memeriksakan fungsi hati dengan tes darah. Hal itu disebabkan karena  obat-obatan TBC dapat berefek pada hati. Pasien yang memakai obat TB harus mewaspadai gejala gangguan organ hati, seperti:
  • Kehilangan nafsu makan
  • Warna urine gelap
  • Demam yang berlangsung lebih dari tiga hari
  • Mual atau muntah yang tidak bisa dijelaskan
  • Penyakit kuning, atau kulit menguning
  • Sakit perut
Segera konsultasi ke dokter jika Anda mengalami gejala-gejala di atas. Dokter mungkin akan memberikan obat untuk mengatasi berbagai kondisi tersebut. 

2. Operasi

Operasi mungkin saja dilakukan pada pasien TBC usus jika mengalami komplikasi seperti perforasi (adanya lubang di usus), abses, fistula, perdarahan, maupun obstruksi atau penyumbatan usus yang parah. Bentuk operasi pada TBC usus biasanya menyesuaikan dengan kondisi dan juga kebutuhan pasien. Namun, jenis operasi yang paling umum adalah pengangkatan bagian usus yang terinfeksi. 

Pencegahan TBC usus

Mengingat penyakit ini cukup berbahaya dan dapat menular, Anda perlu melakukan upaya pencegahan TBC usus seperti:

1. Vaksin BCG

Langkah pencegahan yang paling umum adalah dengan pemberian vaksin BCG. Vaksin ini digunakan untuk mencegah tuberkulosis (TBC) pada orang dewasa dan juga anak-anak yang belum pernah menderita penyakit tersebut. Vaksin ini dianjurkan untuk diberikan jika Anda tinggal atau kontak erat dengan penderita TBC. Di Indonesia sendiri, vaksin BCG telah menjadi program wajib dari pemerintah yang diberikan pada bayi usia di bawah 2 bulan. 

2. Lakukan perawatan dini jika muncul gejala TBC

Bila Anda mengalami gejala awal TBC, segera periksa ke dokter untuk diagnosis dan perawatan dini untuk mencegah infeksi semakin berkembang.

3. Bila terinfeksi, lakukan perawatan agar tidak menularkan pada orang lain

Jika sudah terinfeksi, lakukan langkah-langkah berikut sampai dokter menyatakan TBC yang Anda derita tidak lagi menular:
  • Gunakan masker jika harus bertemu atau berkegiatan di luar rumah
  • Tutup mulut saat bersin, batuk, dan tertawa
  • Tidak membuang dahak atau meludah sembarangan
  • Memerhatikan sirkulasi udara yang baik dan mendapatkan sinar matahari yang cukup
  • Tidur terpisah dan tidak menggunakan peralatan makan yang sama. Jangan tidur sekamar dengan orang lain sampai dokter menyatakan TBC yang Anda derita tidak lagi menular.

Catatan dari SehatQ

Bakteri Tuberkulosis tak hanya menyerang paru-paru saja, tetapi juga bagian tubuh lain seperti usus. TBC usus memiliki gejala yang umum dan mirip dengan infeksi bakteri lainnya. Bila Anda mencurigai bahwa Anda telah menderita TBC usus, langkah tepat adalah pergi ke dokter untuk pemeriksaan lebih menyeluruh. 
tbcinfeksi bakterituberkulosissakit perutinfeksi usus
CDC. https://www.cdc.gov/tb/topic/basics/default.htm
Diakses pada 13 Mei 2020
World Journal of Emergency Surgery. https://wjes.biomedcentral.com/articles/10.1186/s13017-019-0252-3#ref-CR4
Diakses pada 13 Mei 2020
Science Direct. https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/abdominal-tuberculosis
Diakses pada 13 Mei 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4209546/
Diakses pada 13 Mei 2020
ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/333869300_Seorang_Wanita_Muda_dengan_Tuberkulosis_Usus_Menyerupai_Apendiksitis_Akut
Diakses pada 13 Mei 2020
JAPI. https://www.japi.org/february_2016/06_ra_abdominal_tuberculosis.pdf
Diakses pada 13 Mei 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/8856#prevention
Diakses pada 13 Mei 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/types-of-tuberculosis#extrapulmonary
Diakses pada 13 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait