Tak Hanya Sebagai Obat Wasir, Ini Manfaat Daun Ungu untuk Kesehatan

(0)
26 May 2020|Nurul Rafiqua
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Manfaat daun ungu yang paling terkenal adalah untuk mengatasi wasir atau ambeienDaun ungu biasanya tumbuh liar di pinggir jalan atau dijadikan tanaman hias
Daun ungu adalah tanaman herbal yang dikenal dapat mengobati wasir atau ambeien. Sebagian masyarakat Indonesia biasa menyebutnya daun handeuleum. Selain sebagai obat wasir, ternyata masih banyak manfaat daun ungu untuk kesehatan. 

Daun ungu sebagai tanaman herbal

Daun ungu (Graptophyllum hortense) merupakan perdu atau pohon kecil dengan tinggi 1,5-3m. Kulit dan daunnya berlendir dengan bau yang kurang enak. Tanaman wungu sering ditemukan tumbuh liar di pedesaan atau ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman pagar. Pada resep tradisional, daun ungu berfungsi sebagai emolien, obat anti radang, pencahar, dan diuretik. Orang Indonesia menggunakannya untuk mengobati wasir, sakit pinggang, tonsilitis, abses, dan rematik. Berdasarkan penggunaan daun ungu secara empiris tersebut, para peneliti kemudian mengamati kandungan dan manfaat daun ungu sebagai obat. 

Manfaat daun ungu berdasarkan kandungannya

Berdasarkan berbagai laporan studi ilmiah, ditemukan bahwa kandungan yang terdapat pada daun ungu dapat memberikan khasiat sebagai berikut:
  • Obat antiradang termasuk wasir

Ekstrak etanol daun ungu yang telah diteliti menunjukkan efek antiradang dan antinyeri. Suatu penelitian mengenai daun ungu menyatakan bahwa kandungan flavonoid dalam daun ungulah yang berperan dalam aktivitas tersebut.Efek antiradang ini juga dimanfaatkan untuk mengobati wasir yang muncul akibat adanya peradangan pada pembuluh darah vena di sekitar anus.
  • Menghambat pertumbuhan plak gigi

Plak gigi dapat terbentuk karena adanya asupan glukosa yang bereaksi dengan pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Suatu penelitian karya peneliti dari UGM menunjukkan bahwa kandungan tanin dan flavonoid pada daun ungu terbukti dapat menghambat penyerapan glukosa sehingga pertumbuhan bakteri menjadi terhambat dan plak pun tidak terbentuk.
  • Antidiabetes

Studi lainnya mengungkapkan bahwa kandungan flavonoid dalam ekstrak daun ungu dapat menurunkan kadar gula darah setara dengan obat antidiabetes metformin.
  • Kontrasepsi alami pada wanita

Studi pada tikus betina menunjukkan bahwa ekstrak daun ungu menunjukkan aktivitas oksitosin yang sebanding dengan hormon oksitosin yang dikeluarkan oleh ibu menyusui. Dengan adanya aktivitas oksitosin tersebut, kehamilan dapat ditunda sehingga daun ungu dapat menjadi kontrasepsi alami.
  • Nephroprotective

Efek nephroprotective adalah kemampuan suatu zat dalam melindungi fungsi ginjal. Pada suatu penelitian yang mengamati aktivitas nephroprotective pada daun ungu diungkapkan bahwa daun ungu mengurangi tingkat kreatinin dan urea yang dapat menjaga kerja ginjal.
  • Menurunkan kadar kolesterol

Menurut hasil penelitian, sebagian besar senyawa steroid yang terkandung dalam daun ungu adalah fitosterol . Fungsi fitosterol salah satunya adalah membantu menurunkan penyerapan kolesterol dari makanan berlemak yang masuk ke tubuh.
  • Menghambat pembentukan sperma 

Ekstrak daun ungu yang diamati efeknya pada kesuburan pria menunjukkan bahwa daun ungu tidak memiliki efek pada tingkat testosteron, berat testis, dan indeks kesuburan. Namun, uji histopatologinya menunjukkan bahwa ada perubahan signifikan dalam produksi sperma juga jumlah sel spermatogenik total. Sehingga daun ungu dapat menjadi alternatif untuk kontrasepsi pada pria. 

Cara penggunaan daun ungu yang tepat

Sebelum memutuskan untuk mengonsumsi daun ungu sebagai obat, sangat penting untuk tidak mendiagnosis diri sendiri dalam menentukan kondisi kesehatan apa pun. Semua obat, termasuk herbal seperti daun ungu, sebaiknya dikonsumsi di bawah pengawasan seorang ahli yang berpengetahuan dan memiliki kualifikasi.Jika Anda mendapatkan daun ungu dalam bentuk obat jadi, konsumsilah berdasarkan aturan pakai yang dicantumkan pada kemasan obat atau sesuai anjuran dokter. Tanyakan pada dokter atau apoteker mengenai aturan konsumsi yang disarankan. Anda pun bisa mengonsumsi daun ungu dalam bentuk aslinya. Biasanya daun ungu dalam resep tradisional dikonsumsi dengan cara direbus sebagai teh, ditumbuk dan dijadikan obat oles, hingga diekstrak untuk diambil minyaknya. Cara mengonsumsinya tergantung tujuan penggunaannya. Selama penggunaan obat herbal, Anda disarankan untuk memperbanyak minum air putih dan makan makanan yang kaya serat untuk membantu melancarkan buang air besar.Perlu diketahui bahwa obat herbal tidak selalu aman untuk dikonsumsi meski kandungannya berasal dari bahan alam. Pasalnya, Obat herbal yang belum melewati tahap pengujian berstandar memiliki efek samping dan interaksi yang belum diketahui secara pasti.

Efek samping daun ungu

Efek samping dari penggunaan daun ungu tidak selalu muncul, namun pernah dilaporkan terjadi kondisi berikut:
  • gangguan pencernaan ringan (sakit perut)
  • sakit kepala
  • kemerahan pada kulit
Agar manfaat daun ungu sebagai obat herbal didapatkan secara aman, selalu konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum mengonsumsinya. Meski manfaat daun ungu bagi kesehatan cukup banyak, namun mengonsumsi tanaman herbal ini tidak dapat menggantikan pengobatan maupun terapi yang tengah Anda jalani saat ini.
herbalwasir
UNAIR. http://www.journal.unair.ac.id/filerPDF/DENTJ-38-4-11.pdf
Diakses pada 19 Mei 2020
StuartXChange. http://www.stuartxchange.org/Kalpueng.html
Diakses pada 19 Mei 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4439458/
Diakses pada 19 Mei 2020
IPB. https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/58065
Diakses pada 19 Mei 2020
Generic Drugs. https://www.ndrugs.com/?s=graptophyllum%20pictum/troxerutin&t=side%20effects
Diakses pada 19 Mei 2020.
Hariana HA. Tumbuhan obat dan khasiatnya. Seri Pertama. Jakarta: Niaga Swadaya, 2004; p. 105
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait