Tak Hanya pada Paru, TBC Kulit juga Bisa Mengintai

(0)
14 Jul 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Bakteri TBC yang menyerang paru-paru juga bisa menyebabkan TBC kulitTBC kulit terjadi ketika bakteri mycobacterium tuberculosis menginvasi kulit
Pernahkah Anda mendengar istilah TBC kulit? TBC kulit adalah invasi kulit oleh bakteri mycobacterium tuberculosis yang biasanya menyerang paru-paru. Kondisi TB luar paru ini relatif jarang terjadi.Akan tetapi, jika Anda mengalaminya maka akan timbul gejala-gejala yang tak nyaman bahkan menyakitkan. Tak hanya itu, terdapat berbagai jenis TBC kulit yang perlu Anda kenali sekaligus cara mengatasinya.

Jenis-jenis TBC kulit

Ada beberapa jenis TBC kulit yang menginfeksi langsung pada kulit atau selaput lendir. Akan tetapi, kondisi ini kerap menyerupai masalah kulit lain sehingga sulit dikenali. Adapun jenis-jenis TBC pada kulit yang mungkin terjadi, di antaranya:

1. Tuberkulosis chancre

Ini merupakan kelainan kulit yang berbentuk borok dan muncul setelah 2-3 minggu terinfeksi TBC. Dinamakan chancre karena ia merupakan borok yang berlekuk serta kasar saat diraba.

2. TB verrucosa cutis

Kondisi ini terjadi setelah inokulasi TB (perpindahan) secara langsung ke kulit pada seseorang yang sebelumnya telah terinfeksi mikobakterium. TBC kulit verrucosa cutis dapat ditandai dengan pertumbuhan kutil keunguan atau coklat kemerahan. Selain itu, terdapat pula lesi yang paling sering muncul pada lutut, siku, tangan, kaki, dan bokong. Lesi tersebut bisa bertahan selama bertahun-tahun.

3. Lupus vulgaris

Bentuk TBC kulit ini persisten dan progresif, di mana muncul lesi kecil berwarna coklat kemerahan dengan konsistensi gelatin sehingga membentuk nodul. Lesi dapat bertahan selama bertahun-tahun hingga menyebabkan kerusakan bahkan kanker kulit.

4. Scrofuloderma

Tuberkulosis kulit ini terjadi akibat meluasnya infeksi TB yang menjangkiti kelenjar getah bening, tulang, atau sendi secara langsung. Scrofuloderma juga kerap dikaitkan dengan TBC paru. Kondisi ini ditandai dengan lesi yang mengencang dan tidak menimbulkan nyeri, namun akhirnya membusuk dengan dasar yang tak rata. Lesi ini bisa bertahan hingga bertahun-tahun dan meninggalkan bekas luka yang dapat mengganggu penampilan. Kondisi ini merupakan yang paling sering dialami.

5. Miliary TB

Ini merupakan infeksi TB kronis yang telah menyebar dari infeksi primer yang biasanya menyerang paru-paru ke organ dan jaringan lain, termasuk kulit, melalui aliran darah. Kondisi ini ditandai dengan adanya lesi pada kulit atau bintik-bintik kecil yang berkembang menjadi bisul dan abses. Tak hanya itu, Anda juga akan merasa sakit. TB milier lebih mungkin terjadi pada pasien dengan sistem imun yang rendah, seperti penderita HIV, AIDS, atau kanker.Jika Anda merasa khawatir mengalami kondisi tersebut, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter. Diagnosis biasanya dibuat dengan histopatologis pada biopsi kulit (mengambil sampel jaringan). Tes lain yang mungkin diperlukan, yaitu tes kulit tuberkulin, tes pelepasan gamma interferon, rontgen thorax, dan tes radiologi lain.

Cara mengatasi TBC kulit

Pilihan pengobatan TBC kulit sama dengan pengobatan tuberkulosis paru. Saat ini, pengobatan hanya terbatas pada terapi oral konvensional dan terkadang tindakan bedah jika diperlukan. TBC kulit diobati dengan kombinasi rifampisin, etambutol, pirazinamid, isoniazid, dan streptomisin yang disesuaikan dengan kebutuhan individu. Obat-obatan biasanya diberikan ketika perut kosong (1 jam sebelum atau 2 jam setelah sarapan) dalam satu asupan. Sementara, bagi orang yang memiliki intoleransi pencernaan maka harus diberikan dengan makanan. Belum ada terapi topikal untuk TBC kulit yang telah diidentifikasi. Meski begitu, terapi konvensional sebagian besar menunjukkan hasil yang positif.Pengobatan ini direkomendasikan untuk semua kasus baru pada orang dewasa dan remaja, semua bentuk tuberkulosis, serta semua kasus kambuh setelah terputusnya pengobatan. Akan tetapi, jika Anda memiliki kondisi tertentu seperti kehamilan atau sedang menyusui berkonsultasilah pada dokter mengenai penggunaan obat-obatan TBC.Sementara, bagi para manula terutama yang memiliki masalah kesehatan tertentu, penggunaan banyak obat secara bersamaan serta perubahan pada metabolisme bisa menimbulkan efek samping sehingga Anda perlu berhati-hati. Jika dalam penggunaan obat muncul gejala tertentu, segera hubungi dokter untuk mendapat pertolongan yang tepat.
tbctuberkulosis
Derm Net. https://dermnetnz.org/topics/cutaneous-tuberculosis/
Diakses pada 30 Juni 2020
Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S1472979214205440
Diakses pada 30 Juni 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4148266/
Diakses pada 30 Juni 2020
Persatuan Dokter Spesialis Kulit Indonesia. https://www.perdoski.id/article/detail/636-kulit-juga-bisa-tbc-berbahayakah
Diakses pada 30 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait