Tak Hanya Orang Dewasa, Hipertensi pada Anak juga Bisa Terjadi

Hipertensi pada anak dapat dipicu oleh berbagai faktor
Hipertensi pada anak harus mendapat penanganan yang tepat

Bukan hanya pada orang dewasa, ternyata hipertensi juga bisa terjadi pada anak-anak. Masalah ini terjadi ketika darah mendorong terlalu keras terhadap pembuluh darah yang dapat menyebabkan kerusakan pada jantung dan organ lainnya. 

Sama halnya pada orang dewasa, hipertensi pada anak juga bisa mengakibatkan efek kesehatan jangka panjang yang serius, seperti penyakit jantung, penyakit ginjal, dan stroke. Tekanan darah tinggi ini bisa dipicu oleh beberapa faktor. Apa saja?

Faktor penyebab hipertensi pada anak

Hipertensi pada anak dapat disebabkan oleh beberapa faktor risiko yang meliputi kondisi kesehatan, genetika, dan faktor gaya hidup. Berdasarkan jenis hipertensinya, faktor risiko tersebut dibedakan menjadi dua yaitu:

1. Hipertensi primer

Hipertensi primer umumnya terjadi dengan sendirinya. Jenis tekanan darah tinggi ini lebih sering terjadi pada anak-anak berusia 6 tahun atau lebih. Berikut berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko anak terkena hipertensi primer:

  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi
  • Memiliki diabetes tipe-2 atau kadar gula darah yang tinggi
  • Memiliki kolesterol tinggi
  • Terlalu banyak mengonsumsi garam
  • Kurang bergerak aktif
  • Merokok atau terpapar asap rokok

2. Hipertensi sekunder

Hipertensi sekunder terjadi akibat kondisi lain. Tekanan darah tinggi ini lebih sering terjadi pada anak yang masih kecil. Adapun faktor pemicu hipertensi sekunder, antara lain:

  • Penyakit ginjal kronis
  • Penyakit ginjal polikistik
  • Permasalahan pada jantung
  • Gangguan adrenal
  • Hipertiroidisme
  • Penyempitan arteri ke ginjal
  • Tumor langka di kelenjar adrenal (pheochromocytoma)
  • Gangguan tidur, terutama sleep apnea obstruktif
  • Obat-obatan tertentu, seperti steroid

Apabila anak memiliki faktor risiko tersebut, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter. Dokter akan membantu mencegah munculnya hipertensi pada anak.

Gejala hipertensi pada anak

Awalnya, hipertensi pada anak mungkin tak menunjukkan gejala apapun. Akan tetapi, gejala yang mengindikasikan darurat tekanan darah tinggi di antaranya:

Jika anak menunjukkan gejala-gejala tersebut, segera cari bantuan medis agar mendapat penanganan yang tepat.

Mengobati hipertensi pada anak

Para peneliti masih berusaha menentukan cara yang paling efektif untuk mengobati hipertensi pada anak. Umumnya, mengobati tekanan darah tinggi pada anak tak jauh berbeda dengan orang dewasa. Dokter akan menentukan rencana perawatan yang paling cocok untuk anak Anda. Berikut beberapa langkah pengobatan yang mungkin dilakukan:

1. Diet DASH

Ini merupakan rencana diet untuk menghentikan hipertensi. Dalam diet DASH, anak akan mengonsumsi lebih sedikit lemak dan mengonsumsi lebih banyak sayur, buah maupun gandum. Tak hanya itu, membatasi asupan garam juga dapat membantu menurunkan tekanan darah anak. 

2. Memerhatikan berat badan anak

Sudah disebutkan jika kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko anak terkena hipertensi. Oleh sebab itu, selain melakukan diet DASH, anak juga harus rutin berolahraga yang dapat membantu menurunkan berat badannya. Berolahraga juga bisa membuat tubuh lebih sehat dan bugar.

3. Menghindari paparan rokok

Paparan asap rokok tembakau dapat meningkatkan tekanan darah, bahkan bisa merusak jantung dan pembuluh darah anak. Jadi, jauhkan anak dari paparan asap rokok dan ciptakan lingkungan yang sehat maupun nyaman untuk anak.

4. Mengonsumsi obat

Jika hipertensi anak terbilang parah atau tak juga menunjukkan perbaikan setelah melakukan perubahan gaya hidup, dokter mungkin akan meresepkan obat. Namun, dibutuhkan beberapa waktu untuk menemukan kombinasi obat yang bekerja paling baik untuk mengendalikan hipertensi dengan sedikit efek samping pada anak. Obat-obatan yang umum digunakan untuk mengobati hipertensi, di antaranya:

  • Diuretik untuk mengurangi jumlah cairan dalam darah dengan membantu tubuh membuang natrium berlebih
  • ACE inhibitor, alpha-blocker, dan calcium channel blocker untuk membantu menjaga pembuluh darah tidak mengetat
  • Beta-blocker untuk mencegah tubuh membuat hormon adrenalin yang dapat membuat pembuluh darah mengencang dan jantung berdetak lebih cepat.

Jangan pernah mengabaikan hipertensi pada anak karena bisa berakibat fatal. Ajaklah anak untuk selalu melakukan gaya hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan ke dokter.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure-in-children/symptoms-causes/syc-20373440
Diakses pada 30 Juni 2020

Web MD. https://www.webmd.com/hypertension-high-blood-pressure/guide/hypertension-in-children#1
Diakses pada 30 Juni 2020

Artikel Terkait