Tak Hanya Ibu, Baby Blues Syndrome pada Ayah Juga Bisa Terjadi

Baby blues syndrome pada ayah dapat memicu penyakit fisik dan mental
Baby blues syndrome pada ayah biasanya muncul karena adanya perubahan peran sebagai kepala keluarga

Di balik euforia saat bayi lahir dan pasangan suami istri mengemban tugas baru sebagai ayah dan ibu, ada perubahan yang begitu signifikan. Baby blues syndrome atau postpartum depression kerap terjadi pada ibu. Namun ternyata, baby blues syndrome pada ayah juga sangat mungkin terjadi.

Memang benar ibu adalah individu yang paling merasakan perubahan sejak masa kehamilan hingga persalinan. Hormon fluktuatif, tubuh berubah bentuk, merasakan kontraksi saat melahirkan, hingga berjuang menyusui bayi tak semudah kelihatannya.

Di satu sisi, sang suami atau ayah juga memiliki beban yang sama. Meski tak merasakan semua perubahan fisik, ada perubahan mental yang sangat dirasakannya. Belum lagi, ayah juga menjadi tempat ibu berkeluh kesah dan dituntut untuk bisa menenangkannya.

Tapi, bagaimana dengan perasaan ayah sendiri? Kepada siapa ayah bisa berkeluh kesah?

Baby blues syndrome pada ayah

Sebuah riset dari Center for Men’s Excellence di San Diego yang menyebut bahwa setidaknya 10% laki-laki merasakan baby blues syndrome pada ayah. Bahkan 18% lainnya merasakan rasa cemas berlebih ketika menjadi ayah.

Namun sayangnya, dunia medis dan psikologi belum fokus terhadap kondisi ini. Selama ini, yang diberi sorotan masih baby blues atau postpartum depression yang dialami sang ibu.

Ada banyak faktor yang memicu baby blues syndrome pada ayah, di antaranya:

  • Peran baru

Perubahan peran baru seorang laki-laki bisa dirasakannya sejak pertama kali istrinya dinyatakan hamil. Ada beban dan tanggung jawab baru yang mungkin membayangi seorang laki-laki demi memastikan istri dan anaknya kelak hidup dengan layak.

  • Kualitas tidur menurun

Saat bayi baru lahir, siklus terjaga dan tidurnya masih terbalik. Artinya, bayi kerap terjaga – bahkan menangis – di malam hari. Perubahan jam tidur ini rentan membuat seorang ayah kesulitan mengatur waktu antara istirahat dan kapan harus terjaga.

  • Kelelahan

Akibat kurang tidur, sangat mungkin ayah mengalami kelelahan. Belum lagi saat pagi tiba, ia harus sudah kembali berangkat bekerja dan fokus pada hal lain. Pada orangtua baru, sangat mungkin pembagian tugas belum berlangsung dengan optimal sehingga menyebabkan kelabakan.

  • Konflik dengan pasangan

Masih dalam rangka adaptasi, sangat mungkin orangtua baru mengalami konflik dengan pasangan untuk urusan pembagian tugas mengurus bayi. Hal ini bisa memicu stres dan membebani perasaan seorang laki-laki, apakah ia seorang ayah yang baik atau tidak.

  • Beban finansial

Dengan stigma bahwa ayah bertanggung jawab mencari nafkah, bertambahnya kebutuhan finansial juga menjadi pemicu terjadinya baby blues syndrome pada ayah

Gejala baby blues syndrome pada ayah

Jangan pernah sepelekan pemicu-pemicu baby blues syndrome pada ayah tersebut karena bisa menyebabkan sakit fisik hingga depresi. Wajar apabila baby blues syndrome pada ayah dirasakan pada 2 minggu pertama setelah bayi lahir, namun setelah itu seharusnya sudah bisa beradaptasi.

Manusia adalah makhluk dengan kemampuan adaptasi paling baik. Namun sebelum baby blues syndrome pada ayah jadi semakin parah, kenali beberapa gejalanya seperti:

  • Merasa sedih dan mudah tersinggung
  • Merasa tidak berguna
  • Tidak tertarik pada interaksi seksual
  • Tidak lagi tertarik pada hobi yang disukai
  • Melampiaskan pada hal negatif seperti alkohol
  • Berisiko selingkuh
  • Napas tersengal-sengal
  • Menambah jam kerja sebagai bentuk pelampiasan

Mencegah baby blues syndrome pada ayah

Sebelum terlambat, setiap pasangan suami istri yang akan menjadi orangtua baru harus tahu gambaran bagaimana kondisi mereka saat bayi telah lahir. Waktu senggang yang semula melimpah bisa jadi sama sekali tak bersisa ketika bayi baru lahir.

Selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, ada makhluk kecil yang membutuhkan perawatan dan perhatian dari ayah dan ibu baru. Semua perubahan drastis ini akan menimbulkan konsekuensi bagi kondisi mental dan fisik orangtua.

Beberapa cara untuk mencegah baby blues syndrome pada ayah adalah:

  • Bagi tugas

Sebelum anak lahir, buat rincian apa saja tugas baru yang akan diemban ayah dan ibu. Kemudian, bagi tugas tersebut dengan jelas dan sedetil mungkin. Hal ini akan membuat semua konsep yang abstrak jadi lebih terpetakan dengan jelas sehingga tahu apa yang harus dilakukan.

  • Berbagi cerita

Jangan simpan sendiri apa yang dirasakan. Berbagilah cerita dengan pasangan, keluarga, sahabat, sesama ayah baru atau siapapun yang dirasa mau mendengarkan. Meski terkesan sederhana, berbagi cerita adalah cara yang sehat untuk menjaga kesehatan mental.

  • Tidur cukup

Sebisa mungkin, atur waktu istirahat yang seimbang antara ayah dan ibu. Apabila memungkinkan untuk meminta bantuan orang lain, jangan segan meminta mereka menjaga anak sebentar.

Namun jika hanya mengurus anak berdua dengan istri, atur waktu istirahat agar tetap optimal. Cari tahu cara agar anak bisa turut tidur nyenyak saat malam hari dan manfaatkan waktu saat bayi tidur untuk ikut beristirahat.

  • Persiapan matang

Tak hanya persiapan tentang tugas saat bayi telah lahir nanti, persiapan yang tak kalah penting adalah finansial. Semakin tenang finansial sebuah keluarga, semakin kecil risiko mengalami baby blues syndrome pada ayah. Artinya, menabung sejak awal sangat penting untuk mengantisipasi banyak hal.

Merasa kaget, takut, bahkan bingung dengan peran sebagai ayah baru bukan hal yang memalukan. Wajar dan bahkan dialami oleh banyak laki-laki.

Namun dengan datangnya anggota keluarga baru, rasa syukur dan komitmen dengan peran baru bisa jadi pondasi kuat untuk menghindari baby blues syndrome pada ayah.

Baby Centre. https://www.babycentre.co.uk/x564552/can-dads-get-the-baby-blues
Diakses 28 November 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/post-natal-depression/
Diakses 28 November 2019

Parents. https://www.parents.com/parenting/dads/sad-dads/
Diakses 28 November 2019

WebMD. https://www.webmd.com/depression/postpartum-depression/news/20180809/new-dads-can-get-the-baby-blues-too
Diakses 28 November 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed