Tak hanya Corona, Ini Macam-Macam Virus yang Berbahaya bagi Manusia

Macam-macam virus, seperti corona, dapat menjangkiti manusia
Ilustrasi patogen virus yang dapat menjangkiti manusia

Virus corona tengah menjadi perhatian dunia karena merenggut ribuan korban jiwa. Namun di luar itu, ada macam-macam virus yang juga harus Anda waspadai karena dapat menyebabkan masalah kesehatan yang tak kalah serius.

Virus adalah makhluk hidup yang sangat kecil dan memiliki materi genetik (RNA atau DNA) yang terbungkus oleh protein, lipid, maupun glikoprotein. Virus tidak bisa menggandakan diri bila tidak sedang menempel pada inang sehingga digolongkan sebagai parasit.

Ketika virus menginfeksi tubuh manusia, maka ia akan merusak bahkan menghancurkan sel-sel dalam tubuh manusia. Namun, sifat virus sangat kompleks dan berbeda tergantung jenis serta penyakit yang dapat mereka timbulkan.

Macam-macam virus dan cara mencegahnya

Terdapat banyak sekali jenis virus yang hidup di bumi, tapi tidak semuanya dapat mengakibatkan penyakit pada manusia. Sebaliknya, virus yang dapat mengjangkiti manusia bisa menyebar dari orang ke orang, melalui gigitan serangga, atau hewan perantara yang kemudian berinteraksi dengan manusia.

Dari macam-macam virus yang bisa mengakibatkan penyakit pada manusia, berikut beberapa jenis virus yang patut Anda waspadai.

1. Virus corona

Virus corona (COVID-19) adalah jenis virus baru yang menjangkiti manusia. Virus ini pada dasarnya adalah kelompok virus yang dapat menimbulkan gejala yang beragam, mulai dari pilek hingga sakit parah, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV).

Tiga gejala utama virus corona adalah:

  • Sesak napas
  • Batuk
  • Demam tinggi.

Sayangnya, obat untuk virus corona sampai akhir Februari 2020 ini belum ditemukan. Meskipun demikian, Anda dapat melakukan langkah preventif agar tidak tertular virus mematikan ini dengan menjaga kebersihan diri (misalnya cuci tangan dengan sabun) dan menjaga jarak dengan orang yang batuk atau bersin.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar setiap orang meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan cara melakukan pola hidup sehat. Penggunaan masker bukan merupakan langkah preventif karena sebenarnya masker hanya perlu digunakan oleh suspek (diduga) atau penderita infeksi virus corona dan orang-orang yang merawat pasien atau suspek corona.

2. RSV (Respiratory syncytial virus)

Virus RSV ini memiliki gejala yang tampak mirip dengan virus corona, namun keduanya merupakan hal yang berbeda. Gejala dari RSV, di antaranya:

  • Batuk
  • Demam
  • Bersin
  • Hidung berair
  • Sakit tenggorokan.

Virus ini bisa menginfeksi bayi, anak-anak, hingga orang dewasa. Gejala ini dapat sembuh sendiri dalam kurun waktu 2 minggu.

3. HIV (Human immunodeficiency virus)

Di antara macam-macam virus yang tersebar di muka bumi, HIV adalah salah satu virus yang sangat tidak boleh diremehkan. Pasalnya, virus ini merusak sel pada sistem imun manusia sehingga penderitanya sangat rentan terkena infeksi dan segala jenis penyakit.

Tidak seperti corona, HIV seringkali tidak menimbulkan gejala yang berarti pada penderitanya, padahal virus HIV terus menggerogoti sel imun. Jika imunitas telah sangat rusak, maka Anda akan berada pada kondisi yang dinamakan AIDS.

Hingga saat ini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan HIV/AIDS. Namun, serangkaian perawatan dapat meminimalisir efek buruk virus tersebut dan memperpanjang harapan hidup bagi penderitanya.

Anda pun bisa menghindari infeksi virus ini dengan mempraktekkan hubungan seksual yang aman dan tidak menggunakan jarum suntik bekas orang lain.

4. Demam berdarah

Bagi masyarakat yang hidup di lingkungan tropis, virus demam berdarah adalah salah satu dari macam-macam virus yang harus diwaspadai. Pada awal 2019 lalu saja, jumlah penderita demam berdarah di Tanah Air mencapai 13.683 penderita, dengan 132 di antaranya meninggal dunia.

Demam berdarah disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Untuk mencegah virus ini, Anda dapat melakukan gerakan 3M plus, yakni menguras, menutup, memanfaatkan kembali barang bekas, plus mencegah gigitan nyamuk (misalnya dengan menggunakan losion).  

5. Rotavirus

Di saluran pencernaan, ada rotavirus yang dapat menyebabkan diare berat, terutama pada bayi dan anak-anak. Namun, virus ini dapat dicegah dengan melakukan imunisasi paling cepat saat bayi berusia 15 minggu dan paling lambat saat bayi berusia 8 bulan.

6. Hepatitis

Terdapat macam-macam virus hepatitis, tapi yang biasa terjangkit pada manusia adalah hepatitis A dan B. Sama seperti rotavirus, infeksi ini dapat dicegah dengan pemberian vaksin.

Vaksin hepatitis B, misalnya, sangat aman digunakan oleh bayi hingga orang dewasa yang berusia di bawah 18 tahun. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bahkan memasukkan pemberian vaksin hepatitis B sebagai bagian dari imunisasi dasar untuk bayi baru lahir dan diulang 3 kali pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Selain lima virus di atas, ada macam-macam virus lain yang harus Anda waspadai. Di saluran pernapasan, misalnya, virus dapat menyerang dan mengakibatkan flu hingga SARS.

Saat ini, banyak info simpang siur mengenai macam-macam virus di atas. Untuk menghindari kepanikan karena berita hoaks, Anda sebaiknya hanya mempercayai kabar yang disampaikan oleh Kementerian Kesehatan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), maupun langsung berkonsultasi pada dokter yang kompeten.

WHO. https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses
Diakses pada 27 Februari 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/158179
Diakses pada 27 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/viral-diseases
Diakses pada 27 Februari 2020

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/hiv-and-aids/
Diakses pada 27 Februari 2020

Kemenkes RI. http://p2p.kemkes.go.id/kesiapsiagaan-menghadapi-peningkatan-kejadian-demam-berdarah-dengue-tahun-2019/
Diakses pada 27 Februari 2020

CDC. https://www.cdc.gov/rotavirus/about/symptoms.html
Diakses pada 27 Februari 2020

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017
Diakses pada 27 Februari 2020

Hep B. https://www.hepb.org/prevention-and-diagnosis/vaccination/
Diakses pada 27 Februari 2020