Tak Hanya Administrasi, Ini 5 Kesiapan Mental yang Perlu Disiapkan Sebelum Adopsi Anak

(0)
05 Aug 2020|Azelia Trifiana
Keputusan adopsi anak harus dipertimbangkan secara matangKeputusan adopsi harus dipertimbangkan secara matang
Keputusan untuk melakukan adopsi anak adalah keputusan yang tidak main-main. Perlu komitmen, keberanian, dan kemampuan beradaptasi luar biasa. Tak hanya urusan administratif saja yang perlu diberikan, mental calon orangtua angkat juga harus benar-benar siap.Cara setiap calon orangtua angkat dalam mempersiapkan mental sebelum melakukan adopsi anak berbeda-beda. Ada yang menghabiskan berhari-hari untuk survei, ada yang menyiapkan aspek finansial demi ketenangan batin, hingga simulasi ketika sudah tinggal serumah nanti.

Persiapan mental sebelum adopsi anak

Mempersiapkan mental sematang mungkin sebelum melakukan adopsi anak sangatlah penting. Jangan lupa tetap kelola ekspektasi dengan tahu betul risiko-risiko seperti “gesekan” yang mungkin terjadi ketika berinteraksi dengan calon anak angkat.Adopsi anak tidaklah mudah, sehingga perlu persiapan mental dengan melakukan beberapa hal seperti:
  • Riset mendalam

Kedua belah pihak baik calon orangtua angkat maupun anak angkat sama-sama dua pihak yang benar-benar asing. Jadi, calon orangtua angkat perlu melakukan riset mendalam tentang calon anak angkat yang mereka. Mulai dari latar belakang, riwayat selama ini, orangtua biologis, dan sifat-sifatnya.Tanyakan hal ini kepada pihak wali atau yayasan jika calon anak angkat tinggal di panti asuhan. Lakukan riset sedetil mungkin untuk mengetahui karakter anak, terutama saat calon anak angkat menghadapi konflik. Dengan cara ini, calon orangtua angkat bisa lebih siap secara mental saat beradaptasi tinggal serumah.
  • Komitmen menjalani prosesnya

Proses adopsi anak sangat panjang, bahkan perlu waktu bertahun-tahun hingga benar-benar resmi. Tak hanya melelahkan secara fisik, mental pun dipertaruhkan dalam seluruh proses ini. Jangan sampai calon orangtua angkat menyerah di tengah jalan karena proses yang panjang dan melelahkan.Untuk itu, tetapkan komitmen untuk menjalani seluruh proses panjang adopsi anak bersama pasangan. Orang yang masih lajang dan ingin mengadopsi anak pun perlu memiliki komitmen ini. Kemudian, lengkapi dengan ekspektasi realistis tentang apa saja yang mungkin mengganjal dalam keseluruhan proses.
  • Mencari teman senasib

Teman senasib atau support group juga bisa membantu calon orangtua angkat dalam berbagi cerita atau bertanya pengalaman mereka saat menjalani proses adopsi. Terlebih, bergabung dalam support group akan memberikan suntikan semangat saat prosesnya berjalan menantang. Dalam jangka panjang, lingkaran pertemanan ini juga akan bermanfaat bagi calon anak angkat.
  • Cari kesibukan lain sebagai distraksi

Meskipun proses adopsi anak bisa memakan waktu lama dan melelahkan, jangan lupakan kesenangan lain dalam hidup ini. Calon orangtua angkat bisa mencari kesibukan atau kesenangan lain sebagai distraksi dan menjauhkan dari risiko jenuh mengurus proses adopsi.Target kesibukan baru ini bisa beragam, sesuaikan saja dengan preferensi masing-masing. Entah itu mencoba mempelajari skill baru, rutin mencoba olahraga, dan banyak lagi hal lain yang tak kalah menarik.
  • Buat kesepakatan dengan pasangan

Salah satu tahapan dalam proses adopsi adalah tinggal satu rumah dengan calon anak angkat selama beberapa waktu. Ini termasuk bagian dari uji coba apakah kedua belah pihak cocok dan bisa diloloskan oleh Pengadilan untuk menjadi orangtua dan anak angkat.Sebelum sampai ke tahap itu, buat kesepakatan dengan pasangan sedetil mungkin. Contohnya apa sikap yang akan diambil ketika calon anak angkat bersikap kurang kooperatif, menutup diri, atau melakukan hal lain yang menantang. Berada dalam satu halaman yang sama dalam bersikap untuk calon anak angkat akan membuat segalanya lebih mudah.

Catatan dari SehatQ

Perhitungkan juga apabila calon anak angkat memiliki inner child atau masa lalu yang kurang menyenangkan. Ini bisa berpengaruh terhadap karakter mereka saat tumbuh besar. Bahas hal ini dengan pasangan karena mengadopsi anak angkat mustahil hanya menghadapi situasi yang mulus-mulus saja.Semakin siap dan terbuka komunikasi dengan pasangan, akan semakin siap mental saat menjalani proses adopsi anak. Komunikasikan sedetil dan serealistis mungkin apa saja yang mungkin terjadi ketika mengadopsi anak angkat, kemudian paparkan pula opsi yang akan diambil dalam memecahkan masalah yang ada.
tips parentingparenting stressgaya parenting
Adoption. https://adoption.org/prepare-mentally-adopt-child
Diakses pada 20 Juli 2020
Adoption. https://adoption.com/how-to-mentally-prepare-yourself-for-the-adoption-journey
Diakses pada 20 Juli 2020
Focus on the Family. https://www.focusonthefamily.com/parenting/preparing-for-adoption/
Diakses pada 20 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait