Tak Hamil, tapi Terlambat Menstruasi? 7 Hal Ini Mungkin Jadi Penyebabnya

Terlambat menstruasi tidak selalu tanda dari kehamilan tapi dapat disebabkan oleh hal-hal lain
Terlambat menstruasi tidak melulu karena kehamilan.

Terlambat menstruasi tidak jarang membuat kaum hawa cemas. Bagi wanita yang tengah merencanakan kehadiran buah hati, haid yang datang tidak tepat waktu bisa menandakan kehamilan. Tetapi bagi mereka yang tidak, keterlambatan menstruasi bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari ketidakseimbangan hormon hingga penyakit serius.

Menstruasi terlambat sebetulnya awam terjadi di dua fase kehidupan wanita, yakni pada masa awal datang bulan dan saat menopause. Di luar itu, keterlambatan menstruasi dapat dianggap sebagai hal yang tidak normal. Ketahui penyebabnya agar dapat ditangani secara dini.

[[artikel-terkait]]

Terlambat menstruasi dan kehamilan

Normalnya, menstruasi datang tiap 21 hingga 35 hari sekali. Jika masa menstruasi Anda tidak datang lebih dari 35 hari, bisa dikatakan Anda mengalami haid yang terlambat.

Kehamilan merupakan salah satu penyebab utama dari haid yang terlambat, terlebih jika Anda memang melakukan hubungan seksual sebelum datang bulan. Kehamilan juga bisa terjadi meski Anda sedang menggunakan alat KB tertentu. Untuk memastikan Anda hamil atau tidak, Anda bisa mengeceknya dengan alat tes kehamilan (test pack) atau menghubungi dokter.

Apa saja penyebab terlambat menstruasi selain kehamilan?

Di samping kehamilan, beberapa kondisi berikut pun bisa menjadi penyebab Anda terlambat haid:

1. Penggunaan alat KB

Beberapa tipe alat kontrasepsi, seperti pil KB, KB suntik, maupun KB spiral (intrauterine device/IUD) memang kerap menimbulkan efek samping. Salah satunya berupa haid yang tidak lancar maupun terlambat menstruasi. Kondisi ini lazim terjadi dan biasanya tidak perlu dikhawatirkan.

Namun jika Anda merasa tidak nyaman, Anda bisa mendiskusikannya dengan dokter agar bisa menemukan alat KB yang lebih sesuai. Haid seharusnya dapat kembali normal setelah Anda tidak lagi menggunakan alat KB yang bersangkutan.

2. Stres

Stres memegang peran sangat penting dalam perubahan hormon Anda serta dapat memengaruhi hipotalamus (bagian otak yang menghasilkan hormon untuk mengatur siklus menstruasi). Stres yang berkepanjangan juga bisa mengakibatkan munculnya pakit atau perubahan berat badan yang mendadak. Hal-hal ini kemudian memicu terlambat menstruasi.

Jika Anda merasa keterlambatan haid disebabkan oleh stres, cobalah berbagai cara untuk menenangkan pikiran. Misalnya, yoga, olahraga, maupun memanjakan diri dengan spa dan berlibur.

3. Kelelahan

Aktivitas fisik yang berlebihan juga dapat membuat Anda mengalami terlambat haid. Ketika terlalu banyak kehilangan lemak tubuh, Anda bisa-bisa tidak mengalami ovulasi yang berujung pada haid yang tidak teratur. Jika kelelahan adalah penyebab terlambatnya menstruasi, cara satu-satunya adalah mengurangi intensitas dari rutinitas dan aktivitas Anda.

4. Terlalu kurus atau gemuk

Perubahan berat badan yang ekstrem bisa pula memengaruhi menstruasi. Namun perlu ditekankan bahwa menentukan Anda terlalu kurus atau mengalami obesitas bukan berdasarkan berat badan semata, melainkan harus diukur dengan Indeks Massa Tubuh (IMT).

Tubuh Anda dikatakan ideal jika memiliki IMT antara angka 18,5 hingga 24,9. Jika memiliki IMT di bawah 18,5, Anda dikatakan terlampau kurus. Sebaliknya, Anda tergolong kegemukan bila mempunyai IMT di atas 24,9. Sementara obesitas terjadi ketika IMT Anda lebih dari angka 30.

Jika Anda terlalu kurus, tubuh akan lebih sedikit memproduksi hormon yang berperan dalam menyebabkan menstruasi (estrogen). Sebaliknya, kegemukan atau obesitas akan mengakibatkan tubuh Anda terlalu banyak memproduksi estrogen. Kedua kondisi ini sama-sama bisa membuat menstruasi terlambat atau bahkan berhenti sama sekali.

5. PCOS

Sindrom polikistik ovarium (polycystic ovary syndrome/PCOS) terjadi ketika tubuh Anda memproduksi lebih banyak hormon laki-laki atau androgen.  Akibatnya, akan terjadi ketidakseimbangan hormon yang berujung pada masa ovulasi tidak menentu dan bahkan terhenti.

6. Perimenopause dini

Kebanyakan wanita mengalami menopause di usia 45 hingga 55 tahun. Tapi ada sebagian wanita yang sudah memperlihatkan gejala menopause pada usia sekitar 40 tahun atau kurang.

Kondisi tersebut dinamakan perimenopause dini, dan mengindikasikan sel telur Anda mengalami penurunan kualitas maupun kuantitas. Sebagai akibatnya, menstruasi Anda akan datang terlambat dan lama-kelamaan akan terhenti sama sekali.

7. Gangguan pada kelenjar tiroid

Kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau kurang aktif bisa menyebabkan Anda mengalami haid yang terlambat. Pasalnya, kelenjar tiroid memengaruhi metabolisme tubuh secara keseluruhan, termasuk produksi hormon yang mengatur siklus menstruasi.

Apabila Anda tidak yakin kondisi mana yang menyebabkan terlambat menstruasi, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Dengan ini, penyebab gangguan haid Anda akan diketahui dan penanganan yang tepat pun bisa diberikan.

Artikel Terkait

Banner Telemed