Tak Bikin Iritasi Lambung, Justru Manfaat Cabe Rawit Melimpah untuk Kesehatan


secara medis cabe rawit telah lama digunakan sebagai bagian dari pengobatan alternatif atau herbal. Manfaat cabe rawit beragam, mulai dari menurunkan tekanan darah hingga menekan rasa lapar.

(0)
20 Oct 2020|Azelia Trifiana
7 manfaat cabe rawit yang menyehatkanSelain pedas cabe rawit punya berbagai manfaat untuk kesehatan
Pecinta cabe rawit rasanya tak puas jika harus makan tanpa ada sensasi pedas. Terlebih, secara medis cabe rawit telah lama digunakan sebagai bagian dari pengobatan alternatif atau herbal. Manfaat cabe rawit beragam, mulai dari menurunkan tekanan darah hingga menekan rasa lapar.Namun jangan berlebihan mengonsumsi cabe rawit karena dapat menyebabkan sakit perut. Orang yang mengonsumsi obat pengendali tekanan darah juga sebaiknya berkonsultasi dulu sebelum makan cabe rawit dalam jumlah banyak.

Kandungan nutrisi cabe rawit

Tak hanya bermanfaat untuk kesehatan, cabe rawit juga populer digunakan sebagai bumbu masakan. Kandungan nutrisi dalam satu sendok makan (5 gram) cabe rawit adalah:
  • Kalori: 17
  • Lemak: 1 gram
  • Karbohidrat: 3 gram
  • Serat: 1,4 gram
  • Protein: 0,6 gram
  • Vitamin A: 44% AKG
  • Vitamin E: 8% AKG
  • Vitamin C: 7% AKG
  • Vitamin B6: 6% AKG
  • Vitamin K: 5% AKG
  • Mangan: 5% AKG
  • Potasium: 3% AKG
  • Riboflavin: 3% AKG

Manfaat cabe rawit untuk kesehatan

Cabe rawit mengandung capsaicin yang membuatnya berkhasiat untuk kesehatan. Substansi ini pula yang membuatnya terasa pedas. Semakin tinggi kandungan capsaicin, akan semakin pedas rasanya.Berikut ini manfaat cabe rawit untuk kesehatan:

1. Baik untuk sistem pencernaan

perempuan sakit perut
Cabe rawit dapat memperlancar sistem pencernaan
Komponen dalam cabe rawit dapat membantu melindungi pencernaan dari infeksi, memaksimalkan produksi cairan pencernaan, serta membantu distribusi enzim ke perut. Hal ini dilakukan dengan memberikan stimulasi kepada saraf di perut sehingga melindungi dari cedera.Banyak anggapan bahwa makanan pedas yang mengandung cabe rawit dapat mengakibatkan tukak lambung. Namun ada penelitian yang menyebutkan sebaliknya. Kandungan capsaicin dalam cabe rawit membantu mengurangi risiko tukak lambung. Namun jangan terburu-buru memutuskan mengonsumsi cabe rawit apabila Anda memiliki riwayat maag/gastritis, risiko masalah pencernaan tetap harus menjadi perhatian.

2. Baik untuk metabolisme tubuh

Kandungan capsaicin dalam cabe rawit membantu memaksimalkan pembakaran kalori. Proses ini disebut diet-induced thermogenesis yang membantu memaksimalkan metabolisme seseorang.Dalam sebuah studi, orang yang mengonsumsi sarapan mengandung capsaicin membakar 51% kalori lebih banyak dibandingkan dengan yang tidak mengonsumsinya.Namun jika hal ini dilakukan terus menerus dalam jangka panjang, tubuh akan beradaptasi pada efeknya sehingga kadar pembakaran kalori tidak lagi sama.

3. Mengurangi nafsu makan

Menariknya, cabe rawit dapat membantu mengurangi nafsu makan sekaligus merasa kenyang lebih lama. Dalam sebuah studi, manfaat cabe rawit ini diduga berkaitan erat dengan efeknya mereduksi produksi hormon ghrelin.Penelitian menyebutkan orang yang mengonsumsi capsaicin terbukti makan lebih sedikit sepanjang hari dibandingkan dengan yang tidak. Lebih spesifik lagi, orang yang mengonsumsi suplemen capsaicin makan 10% lebih sedikit, sementara yang mengonsumsi minuman dengan capsaicin makan 16% lebih sedikit.

4. Potensi turunkan tekanan darah

Kandungan capsaicin dalam cabe rawit berpotensi menurunkan tekanan darah. Dalam uji laboratorium terhadap tikus, konsumsi cabe rawit dalam jangka panjang membantu menurunkan tekanan darah.Dalam studi lainnya, terbukti pula bahwa capsaicin membantu membuat pembuluh darah babi menjadi rileks dan menurunkan tekanan darahnya. Namun masih perlu penelitian lebih lanjut terhadap manusia.

5. Potensi meredakan nyeri

Capsaicin memiliki kemampuan meredakan nyeri apabila diaplikasikan langsung ke kulit. Ini terjadi karena capsaicin mereduksi substansi P, molekul protein kecil yang memberi sinyal rasa sakit ke otak. Semakin sedikit substansi P diproduksi, sinyal rasa sakit tak bisa lagi sampai ke otak.Umumnya, krim yang mengandung capsaicin digunakan untuk mengatasi nyeri sendi, sakit pascaoperasi, atau masalah saraf. Namun jangan aplikasikan krim ini pada luka terbuka.

6. Potensi sembuhkan psoriasis

psoriasis
Capsaicin dalam cabe rawit dapat menyamarkan psoriasis
Penyakit autoimun seperti psoriasis tidak bisa diobati. Namun, krim dengan kandungan capsaicin disebut dapat mengobati rasa sakit dan menyamarkan luka akibat psoriasis.Dalam sebuah studi, pasien penderita psoriasis yang diberikan obat topikal mengandung capsaicin merasakan gatal, kemerahan, dan kulit kering jauh berkurang. Ini juga berkaitan dengan produksi substansi P dalam tubuh.

7. Potensi redakan risiko kanker

Kandungan capsaicin dalam cabe rawit dapat menurunkan risiko terjadinya kanker. Substansi ini dapat membantu memperlambat pertumbuhan sel kanker. Bahkan, sel kanker dapat dilawan dalam kasus kanker prostat, pankreas, dan kulit.Namun temuan menjanjikan ini masih perlu penelitian lebih banyak. Sejauh ini, penelitian hanya berbasis uji laboratorium dan tes pada binatang. Sementara efeknya pada manusia masih belum diulas lebih lanjut.

Catatan dari SehatQ

Meskipun manfaat cabe rawit sangat banyak, sebaiknya tidak mengonsumsinya berlebihan dalam satu waktu. Hal ini dapat menyebabkan sakit perut. Selain itu, individu yang mengonsumsi obat penurun tekanan darah serta obat pengencer darah juga sebaiknya konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan krim mengandung capsaicin.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar manfaat capsaicin untuk kesehatan hingga berapa kadar cabe rawit yang aman dikonsumsi, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
makanan sehathidup sehatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/8-benefits-of-cayenne-pepper
Diakses pada 5 Oktober 2020
PubMed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16621751/
Diakses pada 5 Oktober 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/267248
Diakses pada 5 Oktober 2020
PubMed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/10743483/
Diakses pada 5 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait