Tak Banyak yang Tahu, Ini Manfaat Buah Gayam bagi Kesehatan

Buah gayam bisa ditemukan pada beberapa daerah di pulau Jawa
Buah gayam memiliki bentuk yang cukup besar dan berwarna kuning

Apakah Anda pernah mendengar buah gayam? Tanaman gayam sebetulnya tumbuh subur di banyak daerah di Indonesia, hanya saja pemanfaatannya masih minim sehingga tidak banyak orang yang tahu mengenai khasiat buah yang satu ini.

Tanaman gayam (Inocarpus fagiferus) dikenal dengan berbagai nama di daerah-daerah di Indonesia. Gayam merupakan sebutan untuk pohon ini saat tumbuh di pulau Jawa, sedangkan orang Manado dan Ternate mengenalnya sebagai Bosua.

Di luar Indonesia, tanaman gayam juga disebut chestnut Otaheite, chestnut Polinesia, atau chestnut Tahiti. Hal ini bisa jadi disebabkan asal-muasal tanaman ini yang berasal dari Polinesia serta memiliki bentuk buah yang seperti kastanye (chestnut).

Berkenalan lebih jauh dengan buah gayam

Anda mungkin sering melihat pohon yang satu ini, tapi tidak mengenalinya sebagai tanaman gayam. Apalagi, pohon gayam merupakan flora identitas kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur) dan Kota Cirebon (Jawa Barat).

Dalam bahasa Jawa, gayam memiliki makna sebagai pohon yang ayem alias tenang, damai, dan bahagia. Secara fisik, tanaman ini memang kerap digunakan sebagai peneduh di taman-taman kota karena tinggi pohon yang bisa mencapai 30 meter, diameter batang 65 cm, serta percabangan dan daun yang banyak sehingga membuat teduh area sekitarnya.

Pohon gayam mudah dijumpai di rawa-rawa atau pinggir sungai dengan ketinggian daratan 0-500 meter di atas permukaan laut. Hanya saja, karena bentuk fisik tanaman ini yang rindang, pohon gayam juga banyak ditemukan di area taman yang luas.

Salah satu karakteristik khas dari tanaman ini adalah buah gayam yang kulit bijinya sangat keras. Bentuk buah gayam sendiri mirip dengan ginjal, gepeng, polong, dan tidak pecah dengan panjang biji mencapai 8 cm.

Ketika dibelah, buah gayam akan memperlihatkan endosperma berwarna putih. Biji inilah yang digunakan oleh pohon tersebut sebagai alat perkembangbiakan.

Kandungan dan manfaat buah gayam

Penelitian awal menyatakan bahwa buah gayam sebetulnya memiliki potensi yang baik untuk kesehatan manusia. Pasalnya, buah ini merupakan sumber yang baik bagi karbohidrat, protein, lipid, dan abu, serta mineral dan lemak lainnya.

Tanaman gayam juga mengandung flavonoid dan fenol yang tersebar di seluruh bagian pohon, termasuk pada buah gayam. Berdasarkan kandungan tersebut, manfaat buah gayam untuk kesehatan adalah:

  • Menyehatkan sistem pencernaan

Salah satu manfaat buah gayam yang diyakini banyak orang adalah dapat menjaga sistem pencernaan agar selalu sehat. Memakan buah gayam dan olahannya dipercaya dapat mengatasi masalah diare hingga sakit perut.

  • Mengatasi masalah kulit

Air rebusan buah gayam juga dipercaya dapat mengatasi beberapa masalah kulit, seperti gatal karena scabies. Buah ini juga kerap menjadi obat alternatif untuk menyembuhkan luka bakar.

  • Mengatasi peradangan di dalam tubuh

Minum air rebusan buah gayam juga bisa diyakini bisa mengatasi demam akibat malaria atau keracunan. Selain itu, buah gayam juga dipercaya menjadi pengobatan alternatif untuk pneumonia.

  • Meringankan gejala sakit gigi dan tulang

Untuk anak-anak, buah gayam juga bisa digunakan sebagai pereda sakit gigi. Sedangkan pada lanjut usia, buah gayam yang digunakan secara topikal bisa meringankan gejala sakit tulang.

Meskipun demikian, manfaat buah gayam di atas belum pernah teruji secara medis. Bagi Anda yang memiliki keluhan medis seperti disebutkan di atas, sebaiknya periksakan diri ke dokter terlebih dahulu.

Buah gayam harus direbus, kemudian dibuang bagian kulit luarnya, sebelum dimakan atau diolah menjadi keripik. Sayangnya hingga kini, buah gayam belum banyak dijadikan komoditas ekonomi di tengah masyarakat karena pengolahannya yang dinilai terlalu rumit.

Biotifor. http://www.biotifor.or.id/content-673-gayam-inocarpus-fagiferus.html
Diakses pada 6 Maret 2020

Biodiversity Warriors by KEHATI. https://www.biodiversitywarriors.org/gayam.html
Diakses pada 6 Maret 2020

UMS. http://eprints.ums.ac.id/44124/3/2.%20bab%201.pdf
Diakses pada 6 Maret 2020

Unsoed. https://journal.bio.unsoed.ac.id/index.php/biosfera/article/view/596/pdf
Diakses pada 6 Maret 2020

Tropical Info. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Inocarpus+fagifer
Diakses pada 6 Maret 2020

Artikel Terkait