Tahi Lalat Normal vs Tahi Lalat yang Berbahaya, Ini Cara Mengenalinya

Mengenali ciri-ciri tahi lalat yang berbahaya akan membantu deteksi dini gejala kanker kulit
Tahi lalat bisa muncul pada bagian kulit mana saja, termasuk wajah

Tahi lalat bisa muncul sejak seseorang masih bayi hingga dewasa. Tahi lalat yang sudah muncul pun bisa menetap seumur hidup atau berubah, kemudian menghilang.

Beberapa perubahan pada tahi lalat merupakan hal normal. Tapi ada juga perubahan yang berpotensi menandakan kanker kulit. Karena itu, Anda sebaiknya belajar untuk mengenali tahi lalat yang berbahaya dan yang normal agar lebih waspada.

Jenis tahi lalat dan risikonya sebagai tahi lalat yang berbahaya

Tahi lalat terbentuk dari pertumbuhan melanosit (sel penghasil warna kulit) yang mengumpul di satu area kecil di kulit. Ada beberapa jenis tahi lalat yang bisa terbentuk:

1. Tahi lalat kongenital

Biasa juga disebut tanda lahir, tahi lalat kongenital memiliki ukuran, bentuk dan warna yang berbeda-beda. Namun secara umum, tahi laat ini kecil, berbentuk bulat, bisa rata dengan kulit atau sedikit timbul, dan warnanya bisa hitam, cokelat muda dan tua, serta merah. 

Bila ukuran tahi lalat besar, risikonya lebih tinggi untuk berubah menjadi tahi lalat yang berbahaya saat dewasa nanti. Karena itu, perubahan ukuran, bentuk, dan warna pada tanda lahir berukuran besar, sebaiknya diperiksakan ke dokter.

2. Tahi lalat biasa

Seseorang dengan warna kulit terang bisa memiliki sampai 40 tahi lalat biasa di seluruh tubuhnya. Tahi lalat jenis ini muncul setelah lahir hingga seseorang berusia 20an. Ciri-ciri tahi lalat ini umumnya meliputi:

  • Berbentuk bulat atau oval.
  • Rata atau sedikit timbul dari permukaan kulit.
  • Permukaan tahi lalat bisa halus atau kasar, dan kadang ditumbuhi helaian rambut.
  • Ukuran kecil dan tidak berubah.
  • Terdiri dari satu warna saja. Bisa hitam, cokelat, merah, merah muda, atau kebiruan

Mereka yang memiliki lebih dari 50 buah tahi lalat normal, dikatakan berisiko lebih tinggi untuk terkena kanker kulit.

3. Tahi lalat atipikal

Jenis tahi lalat atipikal adalah tahi lalat yang penampakannya dianggap jelek. Berbeda dengan tahi lalat biasa, tahi lalat ini memiliki ciri-ciri:

  • Bentuknya tidak beraturan.
  • Permukaannya kasar.
  • Ukurannya besar, umumnya lebih dari 6 milimeter.
  • Warnanya campuran, biasa cokelat dan merah.

Meski tahi lalat atipikal sangat jarang muncul di wajah, jenis ini lebih berisiko menjadi tahi lalat yang berbahaya. Tahi lalat ini bisa meningkatkan faktor risiko kanker kulit melanoma, khususnya jika Anda memiliki lebih dari empat tahi lalat atipikal dan ada riwayat kanker kulit dalam keluarga. 

Terdapat sederet faktor yang bisa menambah potensi kemunculan tahi lalat atipikal. Mulai dari proses penuaan, warna kulit yang terang, riwayat keluarga yang memiliki tahi lalat atipikal, sering terpapar sinar matahari, mutasi genetik, serta reaksi terhadap penggunaan obat-obatan tertentu.

Tahi lalat yang baru muncul pada usia dewasa (terutama di atas 25 tahun), lebih besar kemungkinannya untuk berubah menjadi tahi lalat yang berbahaya. Studi-studi medis bahkan menemukan bahwa 70% dari kasus kanker kulit melanoma diawali dari munculnya tahi lalat baru di usia dewasa. 

Selain faktor usia, tahi lalat dengan dengan penampakan berbeda dari tahi lalat lain di tubuh Anda juga berpotensi berubah menjadi kanker. Periksa dan amati pula kemunculan tahi lalat pada area kulit yang sering terkena paparan sinar matahari. Misalnya, wajah, leher, telinga, tangan, dan kaki.

Terapkan prinsip ABCDE untuk kenali tahi lalat yang berbahaya

Untuk membedakan tahi lalat normal dengan tahi lalat yang berbahaya, Anda bisa mengingat prinsip ABCDE. Apa sebenarnya prinsip ABCDE ini?

  • Asymmetry: Tahi lalat berbahaya akan memiliki bentuk tidak simetris. Bisa jadi setengah bagian bentuknya beda dengan setengah bagian lainnya.
  • Border: Tahi lalat yang berbahaya mempunyai tepi yang tidak jelas dan tidak beraturan di kulit.
  • Color: Tahi lalat berbahaya tidak hanya satu warna. Warnanya bisa bercampur antara cokelat, hitam, merah, bahkan putih.
  • Diameter: Ukuran tahi lalat yang berbahaya biasanya lebih besar dari 0,5 cm.
  • Evolution: Tahi lalat mengalami perubahan bentuk, ukuran, dan warna.

Segera konsultasi ke dokter bila gejala ABCDE terjadi pada tahi lalat Anda. Dokter akan melakukan pengambilan sampel jaringan (biopsi) dari tahi lalat untuk menentukan apakah benar tahi lalat ini memang berbahaya.

Jika cepat terdeteksi, tindakan yang dilakukan adalah membuang tahi lalat dan sedikit kulit di sekitarnya untuk mencegahnya tumbuh jadi kanker. Meski demikian, tahi lalat yang berbahaya bisa saja kembali tumbuh di bagian kulit yang sama atau area yang lain. Untuk itu, Anda harus tetap waspada.

Healthline. https://www.healthline.com/health/new-mole#types
Diakses pada 15 Juli 2019

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/guide/moles-freckles-skin-tags#1
Diakses pada 15 Juli 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed