Tahapan Tekstur MPASI untuk Bayi yang Perlu Diketahui Orangtua


Tekstur MPASI bayi harus diberikan sesuai dengan usianya. Umumnya, diawali dengan puree atau bubur dan terus meningkat menjadi semakin padat.

0,0
05 Jul 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Tekstur MPASI harus ditingkatkan agar bayi beradaptasi dengan makanan padatTekstur MPASI harus mengalami peningkatan sering bertambahnya usia bayi
Setelah berusia 6 bulan, bayi bisa mulai diperkenalkan dengan MPASI. Namun, perkembangan tekstur MPASI yang diberikan harus dilakukan secara bertahap agar bayi dapat beradaptasi dengan baik.Jangan sampai bayi malah kesulitan menelan atau bahkan tersedak karena tekstur MPASI-nya tidak sesuai sehingga bisa berbahaya. Namun, Anda juga sebaiknya tidak terlambat dalam memperkenalkan tekstur makanan bayi karena dapat menyebabkan si kecil malas mengunyah.

Tahap-tahap tekstur MPASI bayi

Pemberian tekstur MPASI bayi diawali dengan puree atau bubur. Seiring bertambahnya usia bayi, tekstur yang diberikan bisa semakin padat. Supaya Anda lebih memahaminya, berikut tekstur MPASI bayi yang disesuaikan dengan usianya:
  • Usia 6 bulan

bubur kental atau puree MPASI
Bayi berusia 6 bulan diberi MPASI bertekstur puree atau bubur kental
Bayi baru mengenal makanan padat pada tahap awal MPASI. Dalam masa adaptasi ini, tekstur MPASI 6 bulan harus berupa makanan yang dihaluskan hingga menjadi bubur kental (puree) yang bisa mudah ditelan. Anda dapat menghaluskan buah-buahan atau sayur-mayur, misalnya mangga atau pisang, dengan cara memblendernya. Selain itu, Anda juga bisa mencampurnya dengan ASI atau susu formula agar teksturnya lebih ringan.Berikan bayi 2-3 sendok MPASI  dalam sekali makan. Hal ini dapat membantunya mulai terbiasa mengonsumsi makanan padat.Pada usia 6 bulan langsung berikan makanan lengkap mencakup protein nabati, protein hewani, karbohidrat, lemak namun tetap sesuaikan teksturnya.
  • Usia 7-8 bulan

Di usia 7-8 bulan, tekstur MPASI bayi naik dari halus menjadi sedikit lebih kasar. Anda bisa memberinya puree kental atau makanan yang dilumatkan (mashed). MPASI yang diberikan biasanya terdiri dari lebih dari satu bahan makanan, misalnya kombinasi labu, wortel, dan kacang hijau.Kombinasi ini juga dapat membantu bayi mengenal berbagai rasa yang berbeda. Dalam memperkenalkan tekstur makanan bayi, mulailah dengan jumlah yang sedikit. Lalu, tingkatkan pemberian tekstur MPASI 8 bulan ini dengan perlahan hingga setengah mangkuk kecil.
  • Usia 9-12 bulan

finger food untuk bayi
Di usia 9-12 bulan bayi mulai bisa diberi finger food
Pada usia 9-12 bulan, tekstur MPASI bayi terus mengalami peningkatan. Si kecil dapat diperkenalkan dengan makanan yang dicincang halus (minced) atau dicincang kasar (chopped). Misalnya, Anda bisa memberikan bayi nasi tim, daging cincang, atau keju cottage.Selain itu, Anda juga bisa mulai memberikan finger food yang dapat digenggam bayi, seperti potongan sayur yang telah direbus, potongan alpukat kecil, atau tahu berukuran seruas jari.Pemberian tekstur MPASI 9 bulan ini dapat dilakukan sebanyak setengah mangkuk berukuran 250 ml.
  • Usia 12-24 bulan

Di usia ini, bayi biasanya sudah dapat beradaptasi dengan berbagai macam tekstur makanan. Namun, kemampuan mengunyahnya belum benar-benar sempurna sehingga tak heran jika masih berantakan.Walaupun begitu, bayi sudah boleh mengonsumsi makanan keluarga seperti anggota keluarga lainnya, misalnya nasi dan ikan goreng. Anda juga bisa mencincang atau menghaluskan makanan tersebut seperlunya. Tekstur makanan bayi ini dapat membuat si kecil lebih mudah mengonsumsinya. Jumlah MPASI yang diberikan harus ditingkatkan secara perlahan kira-kira menjadi tiga perempat mangkuk kecil dalam sekali makan.Dalam meningkatkan tekstur MPASI, pastikan Anda melakukannya sesuai dengan usia bayi. Jangan sampai si kecil sudah diberikan makanan bertekstur yang lebih kasar sebelum waktunya sehingga ia kesulitan menelan. 

Bagaimana jika bayi menolak tekstur MPASI yang baru?

Jika bayi enggan mengonsumsi tekstur MPASI yang baru, cobalah kembali di lain waktu. Ia mungkin masih memerlukan waktu untuk beradaptasi. Ingatlah bahwa sebagian bayi bisa lebih cepat beralih dari satu tahap ke tahap lain, sedangkan sebagian lain mungkin lebih lambat.Akan tetapi, apabila bayi masih enggan mengonsumsinya, sebaiknya Anda berkonsultasi pada dokter anak untuk mendeteksi masalah yang terjadi. Bisa jadi si kecil memiliki masalah dengan kemampuan makannya.Terlepas dari hal tersebut, Anda harus menyiapkan MPASI yang sehat dan bergizi untuk bayi. Perhatikan beberapa hal berikut dalam menyiapkannya:
  • Cuci tangan terlebih dahulu sebelum menyiapkan MPASI
  • Pastikan peralatan yang digunakan higienis
  • Simpan makanan yang akan diberikan untuk si kecil di tempat yang bersih.
Melakukan langkah-langkah di atas dapat membantu melindungi bayi dari berbagai kuman yang bisa menyebabkan penyakit. Jika bayi sudah berusia 6 bulan, bisa duduk dengan kokoh dan memiliki kontrol kepala maupun leher yang baik, jangan ragu untuk memulai MPASI, ya!Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar MPASI bayi, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
mpasiresep mpasimakanan bayiperkembangan bayi
IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/pemberian-makanan-pendamping-air-susu-ibu-mpasi
Diakses pada 21 Juni 2021
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/baby-food-stages-and-steps-2634465
Diakses pada 21 Juni 2021
Parents. https://www.parents.com/baby/feeding/nutrition/baby-food-stages-and-steps-by-age/
Diakses pada 21 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait