Berbagai Tahapan dan Metode Rehabilitasi Narkoba


Rehabilitasi narkoba adalah proses panjang menyembuhkan ketergantungan narkoba. Ada tiga tahap rehabilitasi narkoba,yaitu rehabilitasi medis, rehabilitasi nonmedis, dan bina lanjut.

0,0
01 Aug 2019|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Rehabilitasi narkoba merupakan proses panjang sampai pengguna bebas dari narkoba seumur hidup.Rehabilitas narkoba membutuhkan komitmen
Opsi rehabilitasi kerap dipilih oleh para pecandu narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) ketika sudah terciduk oleh polisi. Apa saja tahapan yang harus dilalui para pecandu dalam rehabilitasi narkoba?

Apakah pecandu narkoba bisa dipulihkan dengan rehabilitasi?

Rehabilitasi adalah pemulihan kepada kedudukan (keadaan, nama baik) yang dahulu. Rehabilitasi juga dapat didefinisikan sebagai cara untuk membantu seseorang agar bisa pulih dari penyakit kronis, baik fisik maupun psikologisnya.Proses rehabilitasi narkoba pun tidak sederhana. Kecanduan narkoba adalah penyakit yang kronis di mana orang tersebut tidak bisa serta-merta langsung berhenti mengonsumsi obat-obatan terlarang dalam hitungan hari.Dalam kebanyakan kasus, pecandu harus menjalani rehabilitasi narkoba dalam jangka panjang. Mulai dari tahap awal (detoksifikasi) hingga dinyatakan sembuh dari ketergantungan, para pecandu biasanya butuh sedikitnya 28 hari hingga 1 tahun, tergantung tingkat keparahan kecanduannya hingga respons tubuh pasien dalam menerima pengobatan.Pada dasarnya, rehabilitasi narkoba bukan hanya bertujuan membuat penggunanya berhenti memakai narkoba. Rehabilitasi juga bertujuan memastikan orang tersebut bebas narkoba seumur hidup serta kembali melakukan hal-hal produktif di dalam keluarga hingga lingkungan sekitarnya.

Apa saja tahapan rehabilitasi narkoba?

Dalam menjalani rehabilitasi medis, pecandu narkoba akan ditempatkan di pusat-pusat rehabilitasi yang disediakan oleh BNN, seperti di Lido (Kampus Unitra), Baddoka (Makassar), atau Samarinda.Oleh BNN, setiap pecandu narkoba akan menjalani tiga tahap rehabilitasi narkoba, yakni:

1. Rehabilitasi medis (detoksifikasi)

Pada tahap ini, pecandu narkoba akan diperiksa kondisi kesehatannya, baik fisik maupun mental. Setelah asesmen tersebut, dokter akan memutuskan obat yang akan diberikan pada pecandu untuk mengurangi gejala putus zat (sakau) yang ia derita. Pemberian obat sendiri akan tergantung dari jenis narkoba, berat atau ringannya sakau yang dialami pecandu tersebut.Salah satu metode detoksifikasi yang sering digunakan di Indonesia adalah cold turkey. Metode ini dilakukan dengan mengurung pecandu dalam masa putus obat tanpa memberi obat-obatan tertentu.Setelah tidak lagi sakau, pecandu narkoba akan dikeluarkan dari kamarnya kemudian diikutsertakan dalam sesi konseling (rehabilitasi nonmedis). Metode ini juga banyak digunakan oleh panti rehabilitasi yang mengedepankan pendekatan keagamaan dalam fase detoksifikasinya.

2. Rehabilitasi nonmedis

Pecandu wajib ikut menjalani program rehabilitasi yang dicanangkan, misalnya therapeutic communities (TC), 12 steps, pendekatan keagamaan, dan lain-lain. Dalam program TC, misalnya, pecandu narkoba diajarkan untuk mengenal dirinya lewat lima area pengembangan kepribadian, yaitu manajemen perilaku, emosi/psikologis, intelektual dan spiritual, pendidikan, serta kemampuan untuk bertahan bersih dari narkoba. TC dilakukan dengan cara menempatkan pecandu narkoba di tengah masyarakat dalam kurun 6-12 bulan.

3. Bina lanjut (after care)

Setelah dinyatakan ‘lulus’,  pecandu narkoba bisa kembali ke masyarakat dan beraktivitas seperti biasa. Hanya saja, ia tetap akan berada di bawah pengawasan BNN agar dipastikan bahwa pecandu tersebut telah pulih total terhadap ketergantungannya pada narkoba.

Berbagai metode rehabilitasi narkoba di Indonesia

Dilansir dari situs BNN, terdapat beberapa metode rehabilitasi narkoba yang bisa digunakan di Indonesia, di antaranya:
  • Cold turkey

Cold turkey adalah metode rehabilitasi narkoba yang dilakukan dengan cara menghentikan penggunaan narkoba atau zat adiktif secara langsung. Salah satu cara rehabilitasi narkoba tertua ini mengharuskan pecandu untuk dikurung dalam masa putus obat tanpa memberikan obat-obatan.Jika gejala kecanduannya sudah hilang, pecandu dapat diikutsertakan dalam sesi konseling (rehabilitasi nonmedis). Metode rehabilitasi narkoba ini sering kali digunakan oleh beberapa panti rehabilitasi dengan pendekatan keagamaan dalam fase detoksifikasinya.
  • Terapi substitusi opioda

Terapi substitusi opioda adalah terapi yang dilakukan hanya untuk pasien yang ketergantungan heroin (opioda). Untuk pengguna opioda hardcore addict (pengguna opioda dalam bentuk suntikan selama bertahun-tahun), mereka biasanya mengalami kekambuhan kronis sehingga perlu menjalani terapi ketergantungan selama beberapa kali.Kebutuhan heroin (narkotika ilegal) dapat diganti dengan narkotika legal sebagai obat detoksifikasi. Tentunya, obat-obatan ini diberikan sesuai dengan dosis yang dibutuhkan pecandu. Lambat laun, dosisnya akan diturunkan.
  • Therapeutic community

Therapeutic community adalah salah satu metode rehabilitasi pecandu narkoba yang mulai dicetuskan di Amerika Serikat pada 1950-an. Tujuannya ialah menolong pecandu untuk bisa kembali ke masyarakat dan dapat menjalani kehidupan yang produktif.Itulah tadi berbagai metode atau program rehabilitasi narkoba yang dilakukan di Indonesia.

Mencegah relapse (kambuh)

Setelah dinyatakan setelah menjalani rehabilitasi narkoba, perjuangan mantan pecandu selanjutnya adalah memastikan ia tidak kambuh lagi. Pasalnya, penyalahgunaan obat terlarang mengubah fungsi otak dan bisa memicu keinginan untuk mengonsumsi zat tertentu di dalam otak.Merupakan hal yang krusial bagi pecandu yang tengah menjalani rehabilitasi narkoba untuk mengenali, menghindari, dan menghadapi sendiri pemicu tersebut ketika ia sudah keluar dari pusat rehabilitasi. Untuk membantu mantan pecandu melakukan hal ini, ia bisa dibantu dengan obat-obatan untuk membantu mengembalikan fungsi normal otak dan mengurangi keinginan untuk kembali memakai narkoba.Obat-obatan tersedia bagi pecandu opioid (heroin), tembakau (nikotine), dan alkohol. Sementara itu, para peneliti sedang mengembangkan obat untuk pecandu kokain, methamphetamine, dan canabis (marijuana).Pada kebanyakan kasus, mantan pecandu narkoba harus mengonsumsi berbagai obat-obatan. Pasalnya, mereka biasanya mengonsumsi lebih dari satu jenis narkoba serta mengalami efek negatif yang dialami para pecandu, seperti depresi dan cemas, yang mungkin juga menjadi faktor ketergantungan narkoba yang mereka derita.Tidak ada metode pakem dalam rehabilitasi narkoba yang pasti berhasil menghilangkan kecanduan. Namun, satu hal yang pasti harus dilakukan oleh para pecandu ialah niat dan komitmen dalam mengatasi ketergantungannya terhadap barang haram tersebut.
narkobahidup sehat
National Institute on Drug Abuse. https://www.drugabuse.gov/publications/drugfacts/treatment-approaches-drug-addiction
Diakses pada 31 Juli 2019
Direktorat Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional. https://rehabilitasi.bnn.go.id/public/articles/read/267
Diakses pada 31 Juli 2019
American Addiction Centers Resource. https://www.drugtreatment.com/prescription-drug-treatment-programs/narcotic/
Diakses pada 31 Juli 2019
Rehabilitasi BNN. https://rehabilitasi.bnn.go.id/public/news/read/267
Diakses pada 20 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait