Tahapan Penangkal Mimpi Buruk Agar Tidur Lebih Nyenyak, Ilmiah atau Mistis?

Penangkal mimpi buruk tidak selalu berkaitan dengan hal-hal mistis, tetapi bisa dilakukan secara ilmiah
Penangkal mimpi buruk tak selamanya berkaitan dengan hal-hal mistis, tetapi bisa dilakukan secara ilmiah

Semua orang tidak ingin mengalami mimpi buruk dan berharap setiap malam mendapatkan mimpi yang menyenangkan serta tidur yang nyenyak, tetapi bagaimana jika mimpi buruk melanda ketenangan di malam hari?

Penangkal mimpi sangat berkaitan dengan hal-hal mistis yang paranormal. Namun, penangkal mimpi buruk sebenarnya bisa berdasarkan penelitian-penelitian ilmiah. Tidak perlu cemas karena penangkal mimpi buruk tidak semistis yang diperkirakan!

[[artikel-terkait]]

Tahapan penangkal mimpi buruk

1. Ketahui maknanya

Mimpi buruk yang berulang terkadang merupakan tanda bahwa Anda sedang mengkhawatirkan sesuatu secara tidak sadar. Mimpi buruk berfungsi untuk memberitahukan dan membuat Anda fokus kepada masalah yang dikhawatirkan.

Penangkal mimpi buruk tidak harus berupa jimat ataupun kristal-kristal, Anda bisa menangkal mimpi buruk dengan menganalisisnya dan mencari tahu apa yang ingin alam bawah sadar Anda beritahukan.

2. Cari akhir lainnya

Kesulitan dalam mengetahui makna mimpi buruk? Alternatif lain penangkal mimpi buruk yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan akhir lain untuk mimpi Anda.

Sekilas hal ini terdengar aneh, tetapi Anda bisa memberikan akhir yang berbeda untuk mimpi buruk yang dialami.

Misalnya, saat bermimpi dikejar-kejar penjahat, Anda bisa membuat akhir mimpi berupa berbalik menyerang penjahat tersebut, alih-alih terus dikejar olehnya.

Bagaimana cara melakukannya? Pertama-tama, susun akhir mimpi yang diinginkan. Setelahnya, ulangi akhir dari mimpi tersebut berulang-ulang saat sedang terbangun dan sebelum tidur di dalam benak untuk mengingatkan diri Anda saat bermimpi nantinya.

3. Hadapi trauma

Selain memberitahukan mengenai apa yang dikhawatirkan, mimpi buruk bisa jadi tanda Anda mengalami Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) dan belum dapat mengatasi trauma yang dimiliki.

Biasanya, mimpi buruk yang dirasakan berpusat pada memori-memori mengenai trauma yang dialami.

Jika Anda memiliki trauma yang belum berhasil diatasi dan mengganggu kehidupan sehari-hari, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater mengenai trauma yang dialami.

 4. Atasi gangguan mental

Serupa dengan PTSD, gangguan mental lainnya, seperti depresi dapat memicu mimpi buruk. Penelitian di tahun 2015 menemukan bahwa depresi dan insomnia bisa menjadi prediktor akan kemunculan mimpi buruk.

Jika Anda merasa mengalami depresi ataupun gangguan tidur dan mental lainnya, penangkal mimpi buruk yang dapat dilakukan adalah dengan mengunjungi psikolog atau psikiater untuk diberikan penanganan yang tepat dalam mengatasi gangguan mental dan tidur yang dihadapi.

5. Hindari alkohol sebelum tidur

Sekilas, alkohol terlihat membantu Anda untuk bisa terlelap lebih mudah karena efeknya yang membuat ngantuk dan lemas. Namun, alkohol sebenarnya akan mengganggu tidur nyenyak Anda dan meningkatkan kemungkinan mengalami mimpi buruk yang intens.

Konsumsi alkohol sebelum tidur juga berpotensi membuat Anda bergerak-gerak saat tidur atau bahkan berjalan saat tidur.

6. Jauhi hal-hal yang menyeramkan

Menonton film yang menakutkan, membaca buku horor, dan mendengarkan cerita seram sebelum tidur bisa menimbulkan mimpi buruk.

Mengapa kita mengalami mimpi buruk?

Penangkal mimpi buruk paling ampuh tentunya adalah dengan tidak bermimpi sama sekali. Lantas mengapa kita bermimpi buruk? Mimpi buruk umumnya disebabkan karena adanya rasa takut, trauma, masalah  yang membuat emosional, dan stres

Terdapat suatu teori yang diyakini mampu menjelaskan asal-muasal dari mimpi buruk ini dan dikenal dengan nama teori simulasi ancaman. Teori ini menyatakan bahwa mimpi merupakan salah satu bentuk pertahanan psikologis tubuh yang primitif. 

Dalam hal ini, tubuh mengulang-ulang atau melakukan simulasi terhadap ancaman dalam bentuk mimpi untuk menyiapkan diri Anda menghadapi ancaman yang akan dihadapi saat terbangun nantinya. 

Tidak hanya itu, mimpi buruk juga dapat diakibatkan oleh suatu penyakit atau kondisi medis tertentu, serta akibat penggunaan narkotika atau medikasi tertentu.

Bagaimana dengan night terror?

Night terror atau teror tidur sekilas serupa dengan mimpi buruk, tetapi teror tidur sebenarnya berbeda dengan mimpi buruk. Teror tidur umumnya menyerang anak-anak dan muncul di tahapan tidur yang non-REM atau pada awal-awal tahapan tidur anak, terkadang teror tidur diiringi dengan gangguan tidur berjalan atau sleepwalking.

Saat mengalami teror tidur, anak biasanya akan berkeringat, gelisah, mengalami peningkatan tekanan darah, dan pembesaran pupil mata. Ketika teror tidur terjadi, anak akan berteriak dan terlihat ketakutan selama beberapa menit sebelum akhirnya mulai tenang dan tertidur kembali.

Berbeda dengan mimpi buruk, anak biasanya tidak dapat mengingat mimpi yang terjadi saat anak mengalami teror tidur.

Kapan harus ke dokter?

Penangkal mimpi buruk di atas hanyalah beberapa saran yang bisa diberikan. Selalu konsultasikan dengan dokter bila gangguan mimpi buruk yang dialami mengganggu aktivitas sehari-hari atau muncul secara terus-menerus.

Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/why-you-should-limit-alcohol-before-bed-for-better-sleep/
Diakses pada 13 Juni 2019

Harvard Medical School. https://neuro.hms.harvard.edu/harvard-mahoney-neuroscience-institute/brain-newsletter/and-brain-series/nightmares-and-brain
Diakses pada 13 Juni 2019

Livescience. https://www.livescience.com/32730-why-do-we-have-nightmares.html
Diakses pada 13 Juni 2019

National Sleep Foundation. https://www.sleepfoundation.org/articles/nightmares-and-sleep
Diakses pada 15 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4355890/
Diakses pada 13 Juni 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nightmare-disorder/symptoms-causes/syc-20353515
Diakses pada 13 Juni 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/297625.php
Diakses pada 15 Juli 2019

Sleep.org. https://www.sleep.org/articles/what-is-a-night-terror/
Diakses pada 15 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed