Ini Dia Penyebab dan Penangkal Mimpi Buruk Secara Ilmiah

Penangkal mimpi buruk tidak selalu berkaitan dengan hal-hal mistis, tetapi bisa dilakukan secara ilmiah
Penangkal mimpi buruk tak selamanya berkaitan dengan hal-hal mistis, tetapi bisa dilakukan secara ilmiah

Hampir semua orang pernah mengalami mimpi buruk. Mimpi buruk membuat kita terbangun dari tidur sehingga mengganggu istirahat. Beberapa orang bahkan pernah mengalami mimpi buruk berkelanjutan sehingga sulit tidur.

Mimpi buruk juga sering dikaitkan dengan hal mistis. Beberapa orang yang mengalami hal ini seringkali mencari penangkal mimpi buruk dengan berkonsultasi ke paranormal. Padahal penyebab dan penangkal mimpi buruk bisa dipandang dari sudut ilmiah, lho.

Apa itu mimpi buruk?

Mimpi buruk adalah mimpi yang menyeramkan dan membuat kita ketakutan di dalam tidur. Mimpi buruk sering muncul saat fase tidur rapid eye movement atau REM dan umumnya dialami pada subuh atau pagi hari. Meski berbeda-beda pada tiap orang, mimpi buruk punya pola atau tema yang sama pada banyak orang. Tema yang sering terjadi adalah mimpi diserang, jatuh dari gedung yang tinggi, tenggelam dan sebagainya.

Dari sisi ilmiah para peneliti mencoba menjelaskan hal ini lewat teori simulasi. Teori simulasi menyatakan bahwa mimpi buruk merupakan salah satu bentuk pertahanan psikologis tubuh yang primitif.

Dalam hal ini, tubuh mengulang-ulang atau melakukan simulasi terhadap ancaman dalam bentuk mimpi untuk menyiapkan diri Anda menghadapi ancaman yang akan dihadapi saat terbangun nantinya.

Penyebab mimpi buruk

Penangkal mimpi buruk paling ampuh tentunya adalah dengan tidak bermimpi sama sekali. Lantas, mengapa kita bermimpi buruk? Penyebab mimpi buruk umumnya disebabkan karena adanya rasa takut, trauma, masalah yang membuat emosional, dan stres. Namun, terdapat hal-hal lain yang dapat menjadi penyebab mimpi buruk:

  • Konsumsi obat-obatan tertentu

Kadang kala penyebab mimpi buruk adalah karena konsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat tekanan darah, narkotika, antidepresan, dan sebagainya.

  • Kebiasaan nyemil tengah malam

Uniknya, mimpi buruk juga dapat dipicu karena kebiasaan nyemil di malam hari. Mengonsumsi makanan di tengah malam meningkatkan metabolisme tubuh dan membuat otak menjadi lebih aktif.

  • Gangguan tidur

Gangguan tidur berupa sleep apnea dan restless legs syndrome dapat membuat Anda mengalami mimpi buruk.

  • Kurang tidur

Kurang tidur tidak hanya membuat Anda sulit berkonsentrasi, tetapi juga bisa menjadi penyebab mimpi buruk! Lebih parahnya, Anda akan makin kekurangan waktu tidur karena mengalami mimpi buruk.

  • Masalah psikologis

Gangguan psikologis tertentu, seperti post-traumatic stress disorder (PTSD), gangguan kecemasan, dan depresi dapat berkontribusi dalam menimbulkan mimpi buruk.

Apa yang perlu dilakukan untuk menangkal mimpi buruk?

Menangkal mimpi buruk sejenak terlihat seperti sesuatu yang mistis, tetapi sebenarnya, Anda bisa mencoba cara menghilangkan mimpi buruk secara ilmiah. Berikut adalah beberapa tips yang bisa dicoba sebagai penangkal mimpi buruk.

1. Atur konsumsi obat-obatan yang dikonsumsi

Apabila penyebab mimpi buruk adalah karena obat-obatan tertentu, maka Anda bisa memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan bahwa mimpi buruk adalah efek samping dari obat yang dikonsumsi.

Jika memang benar, maka dokter akan mengganti jenis obat yang diberikan atau mengatur ulang dosisnya.

2. Tangani kondisi medis atau psikis yang dialami

Bila penyebab mimpi buruk diakibatkan oleh kondisi medis, seperti sleep apnea, atau gangguan psikologis, seperti PTSD, maka Anda dapat menangkal mimpi buruk dengan memeriksakan diri ke dokter, psikiater, atau psikilog untuk diberikan penanganan sesuai dengan kondisi medis atau psikis yang dialami.

3. Terapkan pola hidup sehat

Menangkal mimpi buruk dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat berupa berolahraga serta menerapkan pola tidur yang teratur dan secukupnya.

4. Atasi stres dan kecemasan

Stres dan rasa cemas dapat menjadi sumber penyebab mimpi buruk, karenanya tanggulangi stres dan kecemasan dengan metode-metode relaksasi diri, seperti meditasi, yoga, mindfulness, dan sebagainya.

5. Atur suasana kamar yang nyaman

Kamar yang nyaman mendukung Anda untuk bisa beristirahat dengan tenang. Anda dapat menyusun kamar agar gelap, bersuhu sejuk, dan bebas dari kebisingan.

6. Hindari konsumsi kafein, nikotin, atau alkohol secara berlebih

Senyawa kafein, nikotin, dan alkohol dapat mengganggu pola tidur Anda dan akan tetap berada dalam tubuh dalam kurun waktu 12 jam.

Sekilas, alkohol terlihat membantu Anda untuk bisa terlelap lebih mudah karena efeknya yang membuat ngantuk dan lemas. Namun, alkohol sebenarnya akan mengganggu tidur nyenyak Anda dan meningkatkan kemungkinan mengalami mimpi buruk yang intens.

Konsumsi alkohol sebelum tidur juga berpotensi membuat Anda bergerak-gerak saat tidur atau bahkan berjalan saat tidur.

7. Ketahui maknanya

Mimpi buruk yang berulang terkadang merupakan tanda bahwa Anda sedang mengkhawatirkan sesuatu secara tidak disadari. Cari tahu apa yang membuat Anda mengalami mimpi buruk, Anda bisa saja merasa cemas atau khawatir mengenai suatu masalah yang memicu mimpi buruk, seperti masalah finansial, dan sebagainya.

8.  Buat ending versi Anda sendiri

Kesulitan dalam mengetahui makna mimpi buruk? Alternatif lain penangkal mimpi buruk yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan akhir lain untuk mimpi Anda.

Sekilas hal ini terdengar aneh, tetapi Anda bisa memberikan akhir yang berbeda untuk mimpi buruk yang dialami.

Misalnya, saat bermimpi dikejar-kejar penjahat, Anda bisa membuat akhir mimpi berupa berbalik menyerang penjahat tersebut, alih-alih terus dikejar olehnya.

Bagaimana cara melakukannya? Pertama-tama, susun akhir mimpi yang diinginkan. Setelahnya, ulangi akhir dari mimpi tersebut berulang-ulang di dalam benak saat sedang terbangun dan sebelum tidur untuk mengingatkan diri Anda saat bermimpi nantinya.

9. Jauhi hal-hal yang menyeramkan

Menonton film yang menakutkan, membaca buku horor, dan mendengarkan cerita seram sebelum tidur bisa menimbulkan mimpi buruk, karenanya hindari hal-hal yang menyeramkan agar tidak tertanam ke dalam mimpi Anda.

Bagaimana dengan night terror?

Night terror atau teror tidur sekilas serupa dengan mimpi buruk, tetapi teror tidur sebenarnya berbeda dengan mimpi buruk. Teror tidur umumnya menyerang anak-anak dan muncul di tahapan tidur yang non-REM atau pada awal tahapan tidur anak, terkadang teror tidur diiringi dengan gangguan tidur berjalan atau sleepwalking.

Saat mengalami teror tidur, anak biasanya akan berkeringat, gelisah, mengalami peningkatan tekanan darah, dan pembesaran pupil mata. Ketika teror tidur terjadi, anak akan berteriak dan terlihat ketakutan selama beberapa menit sebelum akhirnya mulai tenang dan tertidur kembali.

Berbeda dengan mimpi buruk, anak biasanya tidak dapat mengingat mimpi yang terjadi saat mengalami teror tidur.

Kapan harus ke dokter?

Penangkal mimpi buruk di atas hanyalah beberapa saran yang bisa diberikan. Selalu konsultasikan dengan dokter bila gangguan mimpi buruk yang dialami mengganggu aktivitas sehari-hari atau muncul secara terus-menerus.

Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/why-you-should-limit-alcohol-before-bed-for-better-sleep/
Diakses pada 13 Juni 2019

Harvard Medical School. https://neuro.hms.harvard.edu/harvard-mahoney-neuroscience-institute/brain-newsletter/and-brain-series/nightmares-and-brain
Diakses pada 13 Juni 2019

Livescience. https://www.livescience.com/32730-why-do-we-have-nightmares.html
Diakses pada 13 Juni 2019

National Sleep Foundation. https://www.sleepfoundation.org/articles/nightmares-and-sleep
Diakses pada 15 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4355890/
Diakses pada 13 Juni 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nightmare-disorder/symptoms-causes/syc-20353515
Diakses pada 13 Juni 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/297625.php
Diakses pada 15 Juli 2019

Sleep.org. https://www.sleep.org/articles/what-is-a-night-terror/
Diakses pada 15 Juli 2019

WebMD. webmd.com/sleep-disorders/nightmares-in-adults#1
Diakses pada 23 Desember 2019

Artikel Terkait