Penyebab Stretch Mark saat Hamil dan Cara Mengatasinya


Stretch mark muncul pada masa kehamilan karena kulit mengalami peregangan. Sekitar 90% wanita memiliki stretch mark saat usia kehamilan bulan ke-6 atau ke-7. Pada saat hamil, perut akan terasa sangat gatal dan kencang lalu timbul garis-garis stretch mark terutama di perut dan payudara.

(0)
23 May 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Stretch mark saat hamil terjadi karena kulit mengalami pereganganPeregangan kulit di bagian perut, bisa menyebabkan stretch mark saat hamil
Stretch mark saat hamil dapat terjadi pada sebagian besar wanita dan dianggap menjadi hal yang menyebalkan. Garis-garis stretch mark yang berwarna merah muda keunguan, akan muncul pada permukaan kulit perut, paha, dan payudara atas.Hal tersebut dapat mengganggu penampilan, hingga membuat rasa percaya diri anda berkurang.

Penyebab stretch mark saat hamil

Stretch mark sering kali muncul pada masa kehamilan, karena saat hamil, kulit mengalami peregangan. Kapan stretch mark muncul saat hamil? Sekitar 90% wanita memiliki stretch mark saat usia kehamilan menginjak bulan ke-6 atau hamil bulan ke-7.Awalnya, perut akan terasa sangat gatal dan kencang lalu timbul garis-garis stretch mark terutama di perut dan payudara. Stretch mark umumnya terlihat seperti garis yang berwarna merah muda, merah,  ungu atau bahkan hitam. Kondisi ini dapat muncul di beberapa lokasi tubuh seperti perut, payudara, bokong, paha, dan dada.Baca juga: Kenali Perbedaan Selulit dan Stretch Mark pada KulitTimbulnya stretch mark terjadi ketika tubuh Anda membesar lebih cepat, tapi kulit tidak dapat mengikutinya. Akibatnya, serat-serat elastis di bawah permukaan kulit pecah, dan menghasilkan stretch mark.Banyaknya kemunculan stretch mark, tergantung pada jenis kulit  Anda. Sebab, sebagian orang yang berkulit lebih elastis, mungkin hanya memiliki sedikit stretch mark.Stretch mark dapat disebabkan oleh perubahan hormon, dan kenaikan berat badan dalam kehamilan yang memengaruhi elastisitas kulit. Selain itu, riwayat keluarga dengan stretch mark pun dapat membuat Anda berisiko memilikinya.Stretch mark hitam saat hamil atau stretch mark merah saat hamil juga bisa saja terjadi. Biasanya, stretch mark pada ibu hamil yang memiliki warna kulit lebih terang, akan muncul berwarna merah muda. Sementara itu pada ibu hamil dengan warna kulit lebih gelap, stretch mark yang muncul akan berwarna lebih terang, dari kulit di sekitarnya. Beberapa bulan setelah melahirkan, stretch mark akan mulai memudar dan warnanya akan berubah menjadi lebih pucat seperti putih atau keperakan. Selain itu, stretch mark juga akan berubah bentuk menjadi lebih mendatar, dan tidak teratur.Baca juga: Keluhan Ibu Hamil Bisa Diakali, Bagaimana Caranya?

Tahapan stretch mark saat hamil

Tahap 1: Pada tahap ini, stretch mark akan tampak berwarna merah muda. Area kulit perut yang meregang juga akan terasa gatal, tipis, dan rata.Tahap 2: Pada tahap ini, stretch mark akan membesar. Stretch mark menjadi panjang, dan lebar dengan warna kemerahan atau keunguan.Tahap 3: Pada tahap ini, stretch mark kehilangan rona kemerahannya. Lalu, beberapa bulan setelah melahirkan, warna kulit tersebut mulai memudar menjadi putih pucat atau abu-abu. Bentuk atau panjang stretch mark pun menjadi tidak beraturan.Stretch mark bukanlah hal yang berbahaya. Setelah bayi anda lahir, stretch mark secara bertahap akan memudar. Akan tetapi, stretch mark tidak akan hilang sepenuhnya.

Cara mengatasi stretch mark saat hamil

Waktu terbaik untuk melakukan pengobatan adalah ketika stretch mark masih berwarna kemerahan. Gel yang dibuat dari campuran ekstrak bawang dan asam hialuronat, dapat membantu mengatasi stretch mark.Gel tersebut dapat memudarkan stretch mark, setelah penggunaan setiap hari selama 12 minggu.Selain itu, Anda juga dapat melakukan hal-hal berikut untuk mengatasi stretch mark saat hamil:

1. Gunakan krim atau losion pelembap

Menggunakan krim atau losion pelembap setiap hari, dapat menjaga kulit tetap terhidrasi, membuat kulit terasa lebih halus dan kencang. Langkah ini pun bisa membantu meringankan rasa gatal pada perut anda yang semakin membesar.Baca juga: Rekomendasi Krim Penghilang Stretch Mark yang Efektif untuk Ibu Hamil

2. Memberi nutrisi pada kulit dari dalam

Sebaiknya Anda banyak mengonsumsi vitamin C selama kehamilan, untuk membantu menjaga kulit, agar tidak mudah mengalami stretch mark.Ibu hamil juga bisa menggunakan retinoid (vitamin A) yang mampu merangsang pembentukan sel baru dan mempercepat pertumbuhan kolagen. Namun, konsumsi retinoid harus sesuai dengan resep dokter.

3. Memperhatikan kenaikan berat badan

Perhatikan berat badan selama kehamilan, dengan mengikuti rekomendasi dokter mengenai asupan kalori Anda. Kenaikan berat badan yang di atas rata-rata, dapat menyebabkan munculnya stretch mark saat hamil dengan cepat.

4. Laser

Jika ingin menghilangkan stretch mark secara medis, tunggulah hingga Anda melahirkan. Setelah melahirkan, Anda dapat melakukan perawatan, salah satunya dengan laser dan dermabrasi, untuk menghilangkan stretch mark.Perawatan tersebut tidak bisa Anda jalani pada masa kehamilan, karena dianggap dapat berbahaya.

5. Memanfaatkan bahan alam

Menghilangkan stretch mark pasca melahirkan juga bisa dibantu dengan cara alami. Meskipun belum ada bukti ilmiah mengenai seberapa efektif bahan-bahan tersebut untuk mengatasi stretch mark, namun ini mungkin bisa menjadi alternatif lain yang bisa dicoba.Sejumlah bahan alami yang bisa digunakan untuk mengatasi stretch mark ibu hamil adalah:
  • Minyak zaitun dan minyak kelapa
  • Lidah buaya
  • Madu
  • Putih telur
  • Perasan lemon
  • Kentang
Cara menggunakan bahan-bahan alami di atas adalah sama, yakni mengoleskannya pada bagian tubuh yang memiliki stretch mark.Adanya stretch mark saat hamil merupakan hal yang biasa. Anda tidak perlu mengkhawatirkannya. Yang terpenting adalah kesehatan Anda dan bayi dalam kandungan.

Cara mencegah stretch mark pada ibu hamil

Dikutip dari American Pregnancy, untuk mencegah stretch mark, ibu hamil perlu menjaga asupan kolagen dan elastin di kulit. Pasalnya, semakin kuat serat kolagen dalam kulit, maka semakin kecil kemungkinan kulit untuk pecah dan meninggalkan bekas peregangan.Sejumlah cara untuk menjaga asupan kolagen dan elastin kulit untuk mencegah stretch mark pada ibu hamil yang bisa dicoba adalah:
  • Mengonsumsi makanan bernutrisi, seperti buah dan sayur
  • Menghindari makanan tinggi lemak, gula dan garam
  • Mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih setidaknya 8 gelas setiap hari
  • Melakukan olahraga rutin
  • Menggunakan losion pada tubuh untuk menjaga kulit tetap lembap
  • Mengonsumsi vitamin E atau mengoleskan krim vitamin E pada permukaan kulit
Jika Anda ingin berkonsultasi langsung pada dokter terkait stretch mark selama masa kehamilan, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
kehamilanpersalinankesehatan kulitstretch marks
NHS UK. https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/stretch-marks-pregnant/
Diakses pada 4 Mei 2019
American Pregnancy. https://americanpregnancy.org/your-pregnancy/are-pregnancy-stretchmarks-different/
Diakses pada 4 Mei 2019
Web MD. https://www.webmd.com/baby/features/stretch-marks
Diakses pada 4 Mei 2019
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/symptoms-and-solutions/stretch-marks.aspx
Diakses pada 4 Mei 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait