logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

8 Tahap Perkembangan Keluarga yang Patut Anda Ketahui

open-summary

Tahap perkembangan keluarga dibagi menjadi 8 fase dengan tantangan yang berbeda-beda di setiap tahapannya. Diawali dengan memulai hidup baru dalam jenjang pernikahan dan berakhir ketika memasuki lanjut usia.


close-summary

4

(4)

5 Mar 2020

| Asni Harismi

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Setiap keluarga pasti akan menjalani tahap=tahap perkembangan keluarga

Sebuah keluarga tengah berkumpul dan berinteraksi bersama

Table of Content

  • Mengenal tahap perkembangan keluarga
  • Menjaga keluarga harmonis
  • Catatan dari SehatQ

Disadari atau tidak, setiap keluarga mengalami perkembangan kedewasaan seperti halnya manusia secara individu. Kondisi ini dikenal juga dengan tahap perkembangan keluarga yang secara garis besar dapat dibagi ke dalam delapan fase.

Advertisement

Tahap perkembangan keluarga adalah tantangan emosional dan intelektual yang harus dihadapi oleh sebuah keluarga. Sebuah keluarga akan berkembang dari segi usia pernikahannya maupun penambahan anggota keluarga baru lewat hadirnya keturunan.

Anggota keluarga harus mempelajari skill tertentu dalam setiap tahap perkembangan keluarga. Masalahnya, tidak semua tahap keluarga dapat dilalui dengan mulus, terutama jika ada situasi yang memberatkan keluarga, misalnya masalah finansial, penyakit kronis yang menyerang anggota keluarga, hingga kematian.

Mengenal tahap perkembangan keluarga

Tahap perkembangan keluarga dimulai ketika pasangan memulai hidup baru dalam jenjang pernikahan dan berakhir ketika mereka masuk kategori lanjut usia. Secara rinci, berikut tahap perkembangan keluarga menurut Duvall (tokoh psikolog) yang dilalui nyaris setiap keluarga di dunia:

1. Tahap pasangan menikah dan belum memiliki anak (beginning family)

Pada tahap ini, pria dan wanita akan saling melakukan penyesuaian atas sifat dari masing-masing individu yang baru menjalin pernikahan. Tugas perkembangan pada fase ini adalah:

  • Membina hubungan intim dan memuaskan
  • Mendiskusikan visi dan misi keluarga, termasuk rencana memiliki anak atau menundanya
  • Menjalin hubungan baik dengan masing-masing keluarga dari suami maupun istri.

2. Tahap kelahiran anak pertama (child bearing family)

Tahap ini terjadi ketika pasangan suami-istri tengah menantikan kelahiran anak pertamanya. Tahap perkembangan keluarga ini akan berlangsung hingga anak kemudian lahir dan berusia hingga 30 bulan.

Tugas perkembangan pada fase ini adalah:

  • Mempersiapkan diri untuk menjadi orangtua
  • Melakukan adaptasi menyusul peran sebagai orangtua baru
  • Mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan pasangan.

3. Keluarga dengan anak sekolah (families with preschoolers)

Tahap perkembangan keluarga ini dimulai saat anak berusia 2,5 tahun hingga 5 tahun. Di fase ini, beberapa keluarga juga mulai memiliki anak kedua sehingga orangtua harus membagi fokus antara menyiapkan keperluan anak sekolah dengan kebutuhan anak kedua yang masih bayi.

Pada fase ini, tugas Anda sebagai orangtua adalah:

  • Memastikan rasa aman setiap anggota keluarga
  • Membantu anak untuk bersosialisasi
  • Beradaptasi dengan bayi baru lahir sambil memenuhi kebutuhan anak lain
  • Mempertahankan hubungan yang sehat, baik di dalam keluarga maupun dengan masyarakat
  • Pembagian waktu untuk individu, pasangan, dan anak.

4. Keluarga dengan anak sekolah (families with children)

Tahap keluarga ini bisa dibilang sebagai tahap perkembangan dengan aktivitas paling sibuk. Saat ini, anak tertua akan berusia 6-12 tahun dengan aktivitas yang padat, begitu pula orangtua yang harus bekerja atau beraktivitas dengan agendanya sendiri.

Tugas orangtua pada fase ini mirip dengan tahap keempat, misalnya membantu anak beradaptasi dengan lingkungan dan menjaga keintiman dengan pasangan. Sedangkan tugas tambahan lainnya adalah menyiapkan kebutuhan dan biaya kehidupan yang semakin meningkat.

5. Keluarga dengan anak remaja (families with teenagers)

Remaja di sini adalah anak yang berusia mulai dari 13 tahun hingga 19-20 tahun. Tahap perkembangan keluarga ini bisa lebih singkat jika anak pertama yang beranjak remaja memutuskan hidup terpisah dengan orangtua, misalnya mengenyam pendidikan di luar kota.

Selain bertugas menjaga keharmonisan keluarga, tahap perkembangan keluarga ini juga menantang orangtua untuk membangun komunikasi yang baik dengan anak. Orangtua wajib memberi kebebasan pada anak, namun juga memberi tanggung jawab sesuai usia dan kemampuan anak.

6. Keluarga dengan anak dewasa (launching center families)

Tahap perkembangan keluarga ini dimulai saat anak pertama memutuskan keluar dari rumah orangtua. Oleh karena itu, orangtua bertugas membantu anak untuk mandiri sambil menata kembali peran mereka di dalam rumah tangga dengan anggota keluarga yang masih ada.

7. Keluarga usia pertengahan (middle age families)

Tahap keluarga ini memasuki masa-masa akhir ketika anak terakhir telah meninggalkan rumah atau orangtua menjelang waktu pensiun. Pada fase ini, tugas utama Anda adalah menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat, diet seimbang, olahraga rutin, menikmati hidup, sambil tetap menjaga keharmonisan dengan pasangan.

8. Keluarga usia lanjut

Terakhir, tahap perkembangan keluarga akan masuk kategori usia lanjut saat suami-istri telah pensiun hingga salah satunya meninggal dunia. Di saat inilah suami-isteri bertugas untuk saling merawat dan mempertahankan hubungan baik dengan anak dan sosial masyarakat.

Ketika tahap perkembangan keluarga belum terpenuhi, cari tahu mengenai tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi serta kendala mengapa tugas tersebut belum terpenuhi.

Baca Juga

  • Mini Pil: Manfaat, Cara Kerja, Aturan Pakai, dan Efek Sampingnya
  • Agar Suami Istri Bahagia, Jalani 10 Prinsip Ini
  • Metode Amenore Laktasi (KB MAL), Cara alami Cegah Kehamilan Setelah Melahirkan

Menjaga keluarga harmonis

Dalam melalui tahapan perkembangan keluarga tentu tidak selalu mudah. Mungkin ada berbagai konflik yang terjadi. Untuk menjaga keluarga harmonis, berikut yang harus dilakukan:

  • Berkomunikasi
  • Prioritaskan keluarga
  • Saling menghormati
  • Bertukar cerita
  • Meluangkan waktu bersama
  • Saling memberi apresiasi
  • Tolong-menolong
  • Hadapi masalah dengan baik.

Memiliki keluarga yang harmonis dapat menciptakan kebahagiaan bersama sehingga hidup pun akan terasa lebih indah.

Catatan dari SehatQ

Delapan tahap perkembangan keluarga di atas umumnya dilewati oleh sebagian besar keluarga di Indonesia. Dengan memahami tahap-tahap tersebut, semoga Anda bisa menjalaninya dengan lebih siap di kemudian hari.

Advertisement

keluarga berencana

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved