logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Tahap Perkembangan Bayi Usia 0-12 Bulan dan Faktor yang Memengaruhinya

open-summary

Tahap perkembangan setiap bayi berbeda-beda, karena mereka memiliki keunikannya masing-masing. Misalnya, pada usia 2 sampai 3 bulan, bayi umumnya sudah bisa tersenyum dan tengkurap.


close-summary

3.29

(14)

25 Apr 2022

| Armita Rahardini

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Tahap perkembangan bayi 0-12 bulan

Di usia 1-3 bulan, perkembangan bayi yang paling menakjubkan adalah tersenyum saat mengenali suara sang ibu

Table of Content

  • Keunikan dalam tahap perkembangan bayi 0-12 bulan
  • Tahap perkembangan bayi baru lahir hingga usia 12 bulan
  • Faktor yang memengaruhi tahap tumbuh kembang bayi

Sejak bayi baru lahir hingga menjadi balita aktif, tahap perkembangan bayi dalam 12 bulan pertama hidupnya begitu cepat. Masa-masa ini merupakan tahap menakjubkan bagi orang tua, karena ada saja kemampuan baru yang ditunjukkan oleh Si Kecil. Yuk, pelajari lebih lanjut.

Advertisement

Keunikan dalam tahap perkembangan bayi 0-12 bulan

Dalam fase perkembangan bayi, memang terdapat patokan yang umum dicapai setiap bulannya.

Akan tetapi, orangtua perlu ingat bahwa setiap bayi mengalami proses tumbuh kembang dengan temponya masing-masing. Ada yang lebih cepat dan ada yang lebih lambat.

Maka dari itu, orangtua tak perlu terlalu terpaku pada kapan bayi harus bisa melakukan sesuatu.

Mengutip Mayo Clinic, sebagian besar bayi mencapai tahap perkembangannya pada usia yang sama. Namun, tumbuh kembangnya bukanlah ilmu yang pasti.

Sebaiknya, fokuslah pada bagaimana cara Anda membantu si Kecil mencapai semua tahap perkembangan dengan optimal. Selama memantau tahap perkembangan bayi, penting untuk mewaspadai bila ada masalah pada proses tumbuh kembangnya.

Dokter spesialis anak juga dapat mendampingi Anda memantau perkembangan si Kecil.

Baca Juga

  • Bayi Merangkak Mundur, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya
  • Ingin Menyusui Sambil Tidur atau Berbaring? Ibu Perlu Perhatikan Hal Ini Dulu
  • 7 Snack Bayi 6 Bulan untuk Tumbuh Kembang Optimal

Tahap perkembangan bayi baru lahir hingga usia 12 bulan

Dengan tetap fokus pada prinsip pencapaian tersebut, mari simak sederet tahap perkembangan bayi baru lahir hingga satu tahun pertama hidupnya di bawah ini:

Usia 0-3 bulan

  • Saat bayi memasuki usia 2 bulan, ia mulai bisa tersenyum ketika melihat orang tuanya. 
  • Jarak pandang bayi di bawah usia 3 bulan masih pendek, tidak lebih dari jarak 20-30 cm.
  • Pendengaran bayi sudah berkembang sempurna dan biasanya akan menoleh ke arah suara yang akrab baginya, seperti suara ibu atau ayahnya.
  • Mendekati usia tiga bulan, bayi sudah bisa tengkurap, mulai mampu mengangkat kepalanya sebentar, bahkan menoleh sedikit ketika ia sedang tengkurap.
  • Akan tetapi, iika digendong dalam posisi tegak, leher dan kepala bayi masih perlu disangga.
  • Pada usia 3 bulan, bayi mulai tersenyum dan menikmati acara bermain. Biasanya, ia akan mencoba meniru ekspresi wajah orang yang mengajaknya bermain serta mengeluarkan ocehan.
  • Di usia 3 bulan, leher bayi sudah mulai kuat dan bisa mengangkat kepala saat tengkurap. Ia mampu mengangkat kepala hingga dadanya sambil bertumpu pada tangan. Ini adalah persiapan untuk berguling.
  • Kemampuan koordinasi tangan dan mata bayi sudah meningkat. Di usia ini, Si Kecil mulai terus menatap benda atau orang yang menarik perhatiannya.
  • Bayi juga bisa mengenali orang tua atau pengasuhnya dari jarak yang lebih jauh.

Usia 4-7 bulan

  • Pada fase pertumbuhan bayi 4 bulan, ia mulai mengenali dan menikmati dunianya. Seperti tersenyum, tertawa, mengeluarkan ocehan, hingga mengibaskan tangan.
  • Sejak tahap perkembangan bayi 4-6 bulan, ia mulai memasuki tahap tidur malam yang nyenyak. Tidurnya lebih pulas, tanpa bangun untuk menyusu.
  • Di usia 7 bulan, bayi biasanya sudah mampu berguling, duduk tanpa dibantu, bahkan mulai melonjak-lonjak saat digendong dalam posisi berdiri.
  • Bayi juga mampu menggenggam dan menarik benda, serta memindahkan mainan dari genggaman satu tangan ke tangan lainnya.
  • Saat sudah 7 bulan, bayi juga mampu mengenali namanya dan akan menoleh ke arah orang yang memanggil namanya.
  • Bayi bisa pula mengenali nada suara orang tuanya, dan mungkin bereaksi ketika mendengar kata “jangan” atau “tidak” dengan nada tertentu.

8-12 bulan

  • Di usia 8 bulan ke atas perkembangan motorik bayi akan semakin baik. Bayi bisa memindahkan tubuhnya dengan cara menggeser pantat dalam posisi duduk atau merangkak.
  • Bayi juga akan belajar berjalan sambil berpegangan pada perabot. Bahkan sebelum usianya menginjak 1 tahun, buah hati mungkin mulai berjalan sendiri beberapa langkah tanpa dipegangi.
  • Di tahap perkembangan bayi usia ini, ia mulai mengucapkan kata pertamanya. Biasanya kata-kata yang mudah dan berakhiran huruf a, seperti mama atau papa.
  • Ocehannya pun mulai terdengar seperti serangkaian kata. Jika diajak bicara, ia akan mulai memperhatikan.
  • Bayi akan menggunakan bahasa tubuhnya untuk memberi tahu orangtua atau pengasuhnya jika ia menginginkan maupun menolak sesuatu.
  • Rewel atau menangis saat ditinggal oleh orangtua pun normal terjadi di fase pertumbuhan bayi ini, misalnya merengek waktu melihat ayah atau ibunya pergi bekerja.
  • Memasuki usia 9 bulan, perkembangan bayi akan semakin meningkat. Bayi mulai memahami suara, gerakan dan makna. Gerakan seperti melambaikan tangan atau interaksi lainnya akan terlihat sebagai respon.
  • Pada tahap perkembangan usia 12 bulan, tangannya mulai aktif dan ia akan senang memasukkan benda ke sebuah wadah dan mengeluarkannya kembali. 
  • Jari-jemarinya sudah kuat untuk menjumput makanan yang dipotong kecil-kecil (finger food) atau menggunakan sendok, lalu memasukkannya ke mulut.

Faktor yang memengaruhi tahap tumbuh kembang bayi

Mengutip dari Best Start Organization, ada sejumlah faktor yang turut memengaruhi tahapan perkembangan bayi usia 0-12 bulan. Sejumlah faktor ini terbagi dalam empat kategori utama, yakni faktor lingkungan, faktor biologis, hubungan interpersonal dan lingkungan serta pengalaman awal.

1. Faktor lingkungan 

Kondisi lingkungan rumah turut memengaruhi fase perkembangan dan pertumbuhan bayi. Sebagai contoh, rumah terasa nyaman, ada ruang bermain, dan tentunya tidak berbahaya untuk keselamatannya. 

Dalam merawat bayi, tentunya orangtua pun perlu memperhatikan pakaian, perlindungan, serta asupan makanan yang layak agar tumbuh kembang bayi optimal.

Tak hanya itu saja, perhatikan pendidikan yang akan orangtua tanamkan sejak dini.

2. Faktor biologis

Tahukah Anda kalau bayi laki-laki dan perempuan memiliki kebutuhan serta intensitas pengajaran yang berbeda?

Namun, dalam tahap perkembangan bayi, hal ini juga perlu dibarengi dengan kasih sayang, perhatian, serta perlindungan yang seimbang untuk kesehatan mentalnya. 

Setiap bulannya orangtua dan dokter akan sama-sama memantau fase pertumbuhan bayi sesuai dengan kurva. Seperti berat badan, tinggi badan, asupan ASI, dan lain-lainnya.

Partikan pula pola makan, tidur, dan waktu bermaniinya seimbang agar tumbuh kembangnya optimal. 

3. Faktor hubungan interpersonal

Perlihatkan kepada si kecil bagaimana pola asuh yang akan Anda pilih untuk melatih tumbuh kembangnya.

Menjadi hal yang normal saat bayi lebih dekat dan tertarik pada orang yang biasa mengasuhnya. Namun, hubungan sosial juga penting untuk diajarkan.

Hal ini termasuk dalam mengajarkan bagaimana berhubungan atau berinteraksi dengan orang lain. Baik pada teman sebaya, anak yang lebih tua, hingga kepada orang dewasa.

Menjadi hal yang normal saat bayi lebih dekat dan tertarik pada orang yang biasa mengasuhnya. Namun, hubungan sosial juga penting untuk diajarkan.

4. Lingkungan dan pengalaman awal

Sebagai fase perkembangannya, fokuslah pada bagaimana cara mengasuh, membentuk pola pikir, dan membangun fondasi untuk pembelajaran di masa depan.

Tahap perkembangan bayi usia 0-12 bulan dapat meningkat jika pengasuh melatih semua indera seperti sentuhan, bau, perasa, penglihatan,hingga pendengaran dengan baik.

Bayi atau anak-anak usia dini membutuhkan pengalaman seperti ini untuk mengembangkan keterampilan sosial, emosional, bahasa, kognitif dan fisiknya. 

Ingatlah bahwa tahap perkembangan bayi tidak selalu sama pada tiap anak.

Namun, jika Anda memiliki kekhawatiran soal keterlambatan dalam tumbuh kembangnya, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis anak melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

tumbuh kembang bayiperkembangan bayimerawat bayibayi baru lahirbayi & menyusui

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved