logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Perkembangan Anak Usia 6 Tahun yang Wajib Diketahui Orangtua

open-summary

Perkembangan anak usia 6 tahun mencakup aspek fisik, sosial emosional, kognitif, dan bahasa. Orangtua harus menunjang perkembangan tersebut agar berjalan optimal.


close-summary

5

(1)

11 Apr 2022

| Annisa Trimirasti

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Tahap perkembangan anak di usia 6 tahun mencakup fisik, emosional, serta bahasa

Tahap perkembangan anak di usia 6 tahun akan memastikan ia siap sekolah atau tidak

Table of Content

  • Tahap perkembangan anak usia 6 tahun dari berbagai aspek
  • Tips untuk mendukung perkembangan anak usia 6 tahun
  • Tanda-tanda yang harus Anda perhatikan

Tahap perkembangan anak usia 6 tahun merupakan hal penting yang diperhatikan orangtua. Pada usia ini, terdapat beberapa aspek perkembangan yang akan dialami si kecil. Maka dari itu, Anda perlu mengetahui aspek-aspek tersebut supaya tumbuh kembang anak berjalan dengan optimal.

Advertisement

Tahap perkembangan anak usia 6 tahun dari berbagai aspek

Perkembangan anak mengacu pada berbagai aspek, mulai dari perkembangan fisik, sosial emosional, kognitif, dan bahasa. Berikut adalah perkembangan anak usia 6 tahun yang perlu Anda ketahui.

1. Perkembangan fisik anak usia 6 tahun

Pada usia ini, anak umumnya telah tumbuh sekitar 6 cm lebih tinggi dari usia sebelumnya. Berat badannya pun diperkirakan telah naik sekitar 3 kg. Selain itu, pada usia ini pun, gigi susu mulai digantikan dengan gigi dewasa.

Berbagai keterampilan fisik baru juga mulai dikuasai anak.  Berikut adalah milestones atau tingkat pencapaian perkembangan anak usia 5-6 tahun.

  • Mulai bisa berlari, meloncat, dan naik sepeda
  • Mulai bisa menggambar dan menulis huruf
  • Mengancingkan baju
  • Menyikat gigi dan menyisir rambut
  • Mengikat tali sepatu
  • Menggunakan alat-alat sesuai dengan kegunaannya, seperti gunting
  • Mulai mengerti aturan main dalam sebuah permainan atau olahraga

Sebagian besar anak usia 6 tahun memiliki banyak energi. Oleh karena itu, waktu yang dihabiskan di dalam ruangan sebaiknya sama dengan waktu yang dihabiskan di luar ruangan.

Anda bisa meningkatkan frekuensi bermain dengannya untuk mendukung perkembangannya. Pasalnya, pada usia ini koordinasi mata dan tangan pun semakin baik.

Mereka mulai mampu melempar benda sesuai target. Pengenalan akan suara, jarak, dan kecepatan pun semakin baik.

Meski demikian, tetap awasi dengan saksama ketika anak bermain, terutama di ruang terbuka. Sebab, mereka belum mengetahui tanda-tanda bahaya.

2. Perkembangan sosial emosional anak usia 6 tahun

Perkembangan anak usia 6 tahun ditandai dengan bertambahnya kemandirian anak. Mereka berusaha menunjukkan kalau dirinya mulai tumbuh besar, dan mungkin melakukan atau berbicara seputar hal-hal yang orang dewasa kerjakan sehingga Anda perlu mengawasinya.

Secara sosial emosional, perkembangan anak usia 5-6 tahun meliputi hal-hal berikut:

  • Ingin diterima di lingkungan pertemanan, termasuk oleh orang-orang kagumi seperti guru, sehingga mulai belajar untuk bekerjasama dan berbagi.
  • Cenderung bermain bersama dengan sesama jenisnya
  • Mulai mengerti kerjasama tim dan bisa bermain olahraga yang aturan main tertentu
  • Semakin baik dalam mendeskripsikan suatu kejadian, perasaan, dan pikiran mereka
  • Mulai bisa berbohong
  • Masih memiliki imajinasi dan fantasi seperti anak balita, misalnya takut monster
  • Mulai mengerti perasaan orang lain meski masih lebih fokus pada perasaannya sendiri
  • Mulai memiliki selera humor tertentu.

3. Perkembangan kognitif anak usia 6 tahun

perkembangan kognitif anak
Perkembangan kognitif anak 6 tahun dapat mengikuti beberapa langkah instruksi

Perkembangan kognitif anak usia 6 tahun ditandai dengan cara berpikirnya yang semakin berkembang.

Pada usia ini, anak mulai mengerti tentang benar dan salah serta memberi tahu teman-temannya bila mereka menganggap ada sesuatu yang tidak benar.

Tidak hanya itu, anak pun mulai bisa membedakan mana hal yang nyata dan imajinasi. Mereka lebih suka melakukan hal-hal yang nyata seperti mengambil gambar dengan kamera sungguhan dan memasak makanan sungguhan.

Selain itu, tingkat pencapaian perkembangan anak usia 5-6 tahun, di antaranya:

  • Bisa menceritakan identitas, seperti nama, usia, dan tempat tinggal
  • Tahu tentang waktu, misalnya mengatakan jam berapa
  • Bisa menghitung dan mengerti konsep angka
  • Bisa menghitung mundur
  • Dapat membedakan kanan dan kiri
  • Bisa mengikuti instruksi lebih dari 3 langkah
  • Mampu mengekspresikan diri dengan baik melalui kata-kata

4. Perkembangan bahasa anak usia 6 tahun

Perkembangan anak usia 6 tahun pada aspek bahasa juga wajib diperhatikan. Pada tahap perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun, anak-anak umumnya bisa melakukan hal-hal berikut:

  • Bicara dalam kalimat lengkap yang terdiri dari 5-7 kata meski kata-kata yang digunakan masih sederhana
  • Mulai bisa membaca buku untuk anak seusianya
  • Bicara dengan tata bahasa yang tepat
  • Mengerti bahwa beberapa kata bisa memiliki lebih dari satu arti sehingga mulai mengerti permainan kata-kata. Hal ini baik untuk perkembangan selera humor.
  • Fokus pada suatu tugas lebih dari 15 menit
  • Bisa mengeja nama dan menulis huruf juga angka
  • Mampu menjelaskan hobi atau hal yang mereka sukai, seperti film atau kegiatan favorit.

Baca Juga

  • Cara Mengajarkan Pola Berpikir Kritis pada Anak untuk Menyelesaikan Masalah
  • 9 Kecerdasan Majemuk yang Unik pada Setiap Anak
  • Memantau Perkembangan Anak Usia Dini, Ini yang harus Anda Perhatikan

Tips untuk mendukung perkembangan anak usia 6 tahun

anak sekolah
Tanyakan kegiatan anak di sekolah

Orangtua harus mendukung perkembangan anak usia 6 tahun dengan maksimal. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

  • Tunjukkan kasih sayang pada anak, misalnya dengan memberikan perhatian, memeluk, atau mengungkapkannya.
  • Bantu anak mengembangkan rasa tanggung jawab. Anda dapat memintanya membantu pekerjaan rumah tangga, contohnya membersihkan rumah atau kamarnya sendiri.
  • Menanyakan kegiatan anak di sekolah.
  • Dorong anak untuk menghormati orang lain dan membantu orang yang membutuhkan.
  • Membantu anak menetapkan tujuan yang ingin dicapainya.
  • Membantu anak belajar bersabar, misalnya untuk mau bergiliran dengan orang lain atau mengerjakan tugas terlebih dahulu sebelum bermain.
  • Dorong anak memikirkan konsekuensi yang mungkin terjadi sebelum bertindak.
  • Buat aturan yang jelas untuk anak patuhi. Contohnya, tidak boleh bermain gadget lebih dari 3 jam. 
  • Jelaskan mengenai perilaku apa yang baik dan apa yang tidak baik pada anak.
  • Membuat waktu yang menyenangkan bersama keluarga, seperti berjalan-jalan, bermain game, atau membaca buku cerita.
  • Melibatkan diri pada sekolah anak, misalnya dengan menemui guru untuk mengetahui kemampuan belajar anak 6 tahun.
  • Membacakan buku untuk anak atau bergiliran membacanya.
  • Alih-alih menghukum, cobalah menerapkan kedisiplinan untuk membimbing dan melindungi anak. Diskusikan dengan anak mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
  • Pujilah anak ketika berperilaku baik. Namun, sebaiknya berikan pujian pada apa yang mereka lakukan. Contohnya, “Hebat, kamu sudah berusaha dengan keras.”
  • Dukung anak menghadapi tantangan baru. Doronglah mereka untuk memecahkan masalah, misalnya saat berselisih dengan teman.
  • Dorong anak bergabung dengan komunitas, misalnya tim olahraga atau sanggar tari.
  • Memberikan anak kesempatan untuk bermain dan bereksplorasi, seperti bermain bola atau pergi ke alam. Namun, pastikan mereka tetap berada di bawah pengawasan Anda.

Tanda-tanda yang harus Anda perhatikan

Tumbuh kembang anak 6 tahun terkadang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Segera bawa ke dokter anak bila si kecil menunjukkan tanda-tanda berikut.

  • Gagap atau cadel saat berbicara
  • Kesulitan mengikuti instruksi sederhana
  • Sulit bersosialisasi atau berteman
  • Tidak bisa melompat
  • Sulit duduk diam untuk waktu yang lama
  • Berperilaku agresif terhadap anak-anak lain
  • Takut atau menolak pergi ke sekolah
  • Tidak bisa berpakaian sendiri
  • Sering mengompol atau buang air besar sembarangan.

Bila Anda khawatir tentang tingkat pencapaian perkembangan anak 5-6 tahun, Anda juga dapat membawanya ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan dan saran yang tepat.

Sementara itu, jika Anda memiliki pertanyaan perkembangan anak usia 6 tahun, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga!

Advertisement

perkembangan anaktumbuh kembang anak

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved