4 Tahap Pemeriksaan Leopold untuk Mengetahui Posisi Janin

Pemeriksaan Leopold dilakukan oleh dokter dengan meraba janin
Ilustrasi pemeriksaan Leopoid oleh dokter

Ketika ibu hamil memasuki trimester ketiga, berbagai pemeriksaan jelang persalinan akan dilakukan oleh dokter. Salah satu yang mungkin dipilih oleh dokter Anda adalah pemeriksaan Leopold. Pernahkah Anda mendengar istilah itu?

Pemeriksaan Leopold adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh dokter kandungan untuk memeriksa kondisi janin. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan di trimester ketiga jelang persalinan karena berfungsi mengetahui letak kepala janin (sungsang atau tidak).

Lewat pemeriksaan ini, dokter juga dapat mengetahui kondisi jalan lahir yang akan dilalui oleh bayi. Pada akhirnya, pemeriksaan ini dapat digunakan oleh dokter untuk menentukan proses persalinan yang tepat bagi Anda, baik secara normal melalui vagina atau operasi caesar.

Bagaimana gerakan pemeriksaan Leopold?

Pemeriksaan Leopold memiliki empat gerakan dengan fungsinya masing-masing sebagai berikut.

  • Pemeriksaan Leopold 1

Manuver ini dilakukan untuk mengetahui usia kehamilan dan bagian janin apa yang terdapat di bagian atas perut ibu (fundus uteri). Caranya adalah dokter akan meletakkan kedua tangan di bagian atas perut ibu untuk memperkirakan bagian teratas tersebut.

Jika teraba keras dan bulat, maka kemungkinannya adalah kepala janin. Jika terasa lembut dan lunak, maka bisa menandakan bokong. Idealnya di bagian ini teraba bokong janin.

  • Pemeriksaan Leopold 2

Gerakan kedua ini mengharuskan pemeriksa Anda melakukan palpasi (perabaan) di sisi perut ibu. Dokter kandungan atau bidan akan meletakkan kedua tangan pada area tersebut, lalu melakukan tekanan lembut tapi dalam.

Tujuan pemeriksaan Leopold yang kedua adalah menentukan posisi janin apakah menghadap kanan atau kiri. Dokter akan merasakan bagian yang lebar dan keras dan menandakan itu adalah punggung janin.

Misalnya, jika dokter meraba bagian keras dan lebar di kiri, lalu bagian kanan teraba lunak dan tak beraturan, maka dokter akan menginterpretasikannya sebagai janin menghadap kiri.

  • Pemeriksaan Leopold 3

Seperti halnya manuver pertama, dokter akan memastikan presentasi janin dan memperkirakan posisinya. Pemeriksaan Leopold ketiga ini bertujuan untuk memastikan bagian tubuh janin di bawah rahim apakah kepala, bokong, atau tungkai.

Normalnya, bagian terbawah ini adalah kepala. Akan tetapi, bagian ini juga bisa berupa kaki, pundak, maupun bokong. Jika hal ini terjadi, maka janin berisiko sungsang.

Jika presentasi janin belum terasa atau kosong, maka kemungkinan letak janin adalah melintang. Pemeriksaan Leopold ketiga ini juga bisa digunakan untuk memperkirakan berat janin dan volume air ketuban.

  • Pemeriksaan Leopold 4

Pemeriksaan Leopold yang keempat dilakukan dengan meraba di bagian bawah perut. Tujuan gerakan ini adalah menentukan apakah janin sudah berada pada jalan lahir dengan masuk ke dalam panggul ibu atau belum.

Apabila sudah masuk hingga rongga panggul, biasanya kepala janin akan sulit teraba. Anda pun harus bersiap untuk menjalani proses persalinan dalam waktu dekat.

Penunjang pemeriksaan Leopold

Hasil pemeriksaan Leopold di atas dapat dijadikan bahan pertimbangan dokter untuk menentukan proses persalinan yang aman bagi Anda. Namun untuk memutuskannya, tidak jarang dokter merekomendasikan beberapa pemeriksaan prapersalinan yang dapat mengetahui kondisi kehamilan dan kesehatan janin secara lebih menyeluruh, yakni:

  • USG (ultrasonografi)

Pemeriksaan USG dapat mendeteksi kesiapan rahim dan janin sebelum proses persalinan. Lewat USG, dokter kandungan akan memiliki gambaran lebih jelas tentang posisi janin, volume air ketuban, hingga kelainan bawaan yang mungkin dimiliki oleh janin.

  • CTG (kardiotokografi)

CTG adalah pemeriksaan penunjang untuk mengetahui kondisi bayi lewat detak jantungnya. Semakin aktif gerak bayi, maka detak jantungnya akan semakin cepat. Alat ini juga bisa digunakan untuk mengukur detak jantung bayi saat Anda sudah mengalami kontraksi.

Pemeriksaan Leopold sangat berguna bagi dokter kandungan atau bidan yang praktek di fasilitas kesehatan tanpa alat ultrasonografi. Anda pun tidak perlu meragukan hasil pengukuran menggunakan metode manual ini karena sudah ada penelitian yang menyebut akurasi pemeriksaan Leopold tidak jauh berbeda dibanding alat USG dengan biaya lebih mahal.

Reseacrh Gate. https://www.researchgate.net/publication/221883060_Christian_Gerhard_Leopold_fascinating_history_of_a_productive_obstetrician_gynecologist
Diakses pada 6 Februari 2020

E Medicine. https://emedicine.medscape.com/article/260036-overview#a5
Diakses pada 6 Februari 2020

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/002060.htm
Diakses pada 6 Februari 2020

Obstetrics and Gynecology Journal. https://journals.lww.com/greenjournal/Abstract/2019/05001/Accuracy_of_Leopold_s_Maneuver_Compared_to.75.aspx
Diakses pada 6 Februari 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/fetal-ultrasound/about/pac-20394149
Diakses pada 6 Februari 2020

Baby Center India. https://www.babycenter.in/x1045384/what-is-cardiotocography-ctg-and-why-do-i-need-it
Diakses pada 6 Februari 2020