Syok Septik, Penyebab Kematian pada Penderita Sepsis


Syok septik terjadi saat penderita sepsis mengalami tekanan darah yang sangat rendah. Hal ini menyebabkan tubuh tidak mendapat asupan darah dan oksigen yang cukup.

(0)
24 May 2019|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Syok septik berbahaya dan mematikan bagi penderita sepsisBayi dan lansia lebih mudah terkena sepsis atau syok septik
Syok septik terjadi ketika penderita sepsis mengalami tekanan darah yang sangat rendah. Darah kemudian tidak mampu mengalir ke beberapa organ vital dalam tubuh untuk mengantar oksigen.Kondisi ini termasuk kegawatdaruratan medis. Pasalnya, syok septik dapat meningkatkan risiko gagal organ hingga kematian pada penderita sepsis.

Apa penyebab syok septik?

Dalam kondisi normal, tubuh merespons adanya infeksi dengan melepaskan zat-zat pemicu peradangan atau inflamasi. Reaksi ini berfungsi untuk membantu tubuh dalam membunuh penyebab infeksi.Bila jenis infeksi yang terjadi tergolong sangat parah dan tidak ditangani dengan saksama, bakteri atau virus bisa masuk ke dalam aliran tubuh dan menyebabkan beragam komplikasi. Tubuh pun kemudian melepaskan lebih banyak zat-zat inflamasi untuk memerangi infeksi.Ketika tubuh kehilangan kendali atas zat-zat di balik inflamasi tersebut, mereka berbalik menyerang sel-sel yang sehat dalam tubuh hingga merusak organ dalam yang vital. Efeknya, kinerja organ-organ akan terganggu. Fungsinya bahkan bisa terhenti sepenuhnya alias gagal organ. Inilah yang terjadi pada tubuh penderita sepsis.Jika kondisi sepsis tidak segera ditangani, tubuh penderita bisa mengalami syok septik. Dalam kondisi ini, tekanan darah penderita akan menjadi sangat rendah dan tidak bisa memberikan asupan darah maupun oksigen. Akibatnya, kerusakan hingga gagal organ akan terjadi dan mengancam nyawa penderita.

Gejala-gejala syok septik yang umum terjadi

Kondisi ini dapat memengaruhi kinerja beberapa organ tubuh seperti jantung, otak, ginjal, dan hati. Berikut ini beberapa gejala yang mungkin muncul ketika kondisi ini terjadi syok septik:
  • Panas dingin
  • Sesak napas
  • Sakit kepala ringan
  • Detak jantung cepat
  • Lesu, gelisah, dan linglung
  • Tekanan darah rendah, khususnya saat berdiri
  • Sedikit atau tidak ada urine saat buang air kecil
  • Lengan dan kaki terasa dingin serta terlihat pucat
  • Muncul ruam atau terjadi perubahan warna pada kulit

Siapa saja yang berisiko terkena sepsis dan syok septik?

Tidak semua orang yang mengidap infeksi otomatis pasti akan mengalami sepsis atau syok septik. Terdapat beberapa kelompok orang yang lebih rentan untuk mengalami kedua kondisi darurat medis ini. Apa sajakah faktor-faktor risiko tersebut?
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya penderita HIV atau penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi.
  • Faktor usia. Sepsis dan syok septik lebih mudah terjadi pada bayi dan kalangan lanjut usia (lansia), terutama yang berusia di atas 65 tahun.
  • Memiliki kondisi medis tertentu, seperti diabetes, kanker, atau sirosis (jaringan parut pada organ hati).
  • Mengalami cedera atau luka, contohnya luka bakar.
  • Mengalami sakit berat atau sering menjalani perawatan di unit gawat darurat rumah sakit.
  • Menggunakan alat medis yang harus dimasukkan ke dalam tubuh. Contohnya, kateter atau alat bantu pernapasan.
  • Pernah mengonsumsi antibiotik atau kortikosteroid dalam waktu dekat.
Bagi Anda yang memiliki kondisi di atas, dihimbau untuk lebih waspada. Anda dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan secara rutin agar kondisi Anda bisa dipantau dengan saksama.

Komplikasi akibat sepsis dan syok septik

Jika tidak segera ditangani, sepsis bisa mengakibatkan kerusakan organ vital. Mulai dari otak, jantung, hingga ginjal. Kondisi ini kemudian berujung pada gagal organ dan kematian.Sepsis juga dapat menyebabkan gumpalan darah pada organ maupun kaki dan tangan. Gumpalan darah ini dipicu oleh kerusakan pembuluh darah yang menyebabkan faktor pembekuan darah. Gumpalan darah tersebut menghalangi aliran darah dan menyebabkan kematian jaringan tubuh atau gangrene.

Apakah syok septik bisa disembuhkan?

Menurut Mayoclinic, risiko kematian karena syok septik dapat diturunkan dengan penanganan sedini mungkin. Penderita sepsis memerlukan pemantauan dan perawatan ketat di rumah sakit. Penderita syok septik kemungkinan memerlukan tindakan penyelamatan untuk menstabilkan pernapasan dan fungsi jantung.Syok septik dapat ditangani dengan sejumlah obat untuk mengobatinya. Misalnya seperti memberikan obat antibiotik spektrum luas untuk melawan berbagai bakteri dan diberikan melalui intravena.Setelah itu, jika hasil tes darah penderita sepsis telah keluar, dokter mungkin akan beralih ke antibiotik lainnya yang ditargetkan khusus untuk melawan bakteri tertentu yang menyebabkan infeksi.Cairan intravena juga diperlukan penderita syok septik dengan segera, biasanya dalam kurun waktu tiga jam. Vasopresor juga mungkin diperlukan jika tekanan darah terlalu rendah bahkan setelah menerima cairan infus. Vasopresor berguna untuk meningkatkan tekanan darah.Obat lainnya yang mungkin diterima adalah kortikosteroid dosis rendah, insulin untuk menjaga kadar gula darah, dan obat penghilang rasa sakit, atau obat penenang.Pada beberapa kasus, operasi pembedahan mungkin diperlukan untuk menghilangkan sumber infeksi seperti sekumpulan nanah (abses), jaringan yang terinfeksi, atau gangren. Jika ginjal terpengaruh infeksi, prosedur dialisis juga perlu dilakukan.Mayoritas penderita sepsis tingkat awal hingga menengah bisa disembuhkan. Namun ketika sepsis sudah mengakibatkan syok septik, harapan hidup penderita akan menurun. Maka, kunci dari penanganan syok septik dan sepsis adalah kecepatan dan ketepatan penangananya. Oleh sebab itu, kunci utamanya adalah penanganan syok septik dan sepsis yang dilakukan secepat mungkin.
diabetesgejala kankersepsissyok
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sepsis/symptoms-causes/syc-20351214
Diakses pada 17 Mei 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/311549.php
Diakses pada 17 Mei 2019
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000668.htm
Diakses pada 18 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait