logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Wimar Witoelar Meninggal Dunia Akibat Sepsis, Apa Itu?

open-summary

Syok septik terjadi saat penderita sepsis mengalami tekanan darah yang sangat rendah. Hal ini menyebabkan tubuh tidak mendapat asupan darah dan oksigen yang cukup.


close-summary

24 Mei 2019

| Asni Harismi

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Sepsis adalah reaksi infeksi berlebihan tubuh yang merusak organ dan jaringan

Sepsis adalah reaksi ekstrim tubuh terhadap infeksi

Table of Content

  • Siapa saja yang berisiko terkena sepsis dan syok septik?
  • Apa penyebab seseorang bisa sampai mengalami syok septik?
  • Gejala-gejala syok septik yang umum terjadi
  • Komplikasi akibat sepsis dan syok septik
  • Apakah sepsis bisa disembuhkan?

Wimar Witoelar, yang dikenal sebagai penulis, pakar, sekaligus mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid, meninggal dunia pada Rabu, 19 Mei 2021, di usia 75 tahun. Menurut kerabat dekat, penyebab Wimar tutup usia adalah kondisi sepsis.

Advertisement

Sepsis adalah reaksi ekstrim tubuh saat mengalami infeksi. Saat tubuh terinfeksi oleh bakteri, virus, maupun penyebab lainnya, maka akan ada mekanisme perlawanan yang terjadi untuk menghilangkan infeksi. Pada orang yang mengalami sepsis, reaksi ini terjadi secara berlebihan, sehingga tubuh merusak jaringan dan organnya sendiri.

Sepsis yang sangat parah bisa berujung pada syok septik. Syok septik terjadi ketika penderita sepsis mengalami tekanan darah yang sangat rendah. Darah kemudian tidak mampu mengalir ke beberapa organ vital dalam tubuh untuk mengantar oksigen.

Kondisi ini termasuk kegawatdaruratan medis. Pasalnya, syok septik dapat meningkatkan risiko gagal organ hingga kematian pada penderita sepsis.

Siapa saja yang berisiko terkena sepsis dan syok septik?

Tidak semua orang yang mengidap infeksi otomatis pasti akan mengalami sepsis atau syok septik. Terdapat beberapa kelompok orang yang lebih rentan untuk mengalami kedua kondisi darurat medis ini. Apa sajakah faktor-faktor risiko tersebut?

  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya penderita HIV atau penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi.
  • Faktor usia. Sepsis dan syok septik lebih mudah terjadi pada bayi dan kalangan lanjut usia (lansia), terutama yang berusia di atas 65 tahun.
  • Memiliki kondisi medis tertentu, seperti diabetes, kanker, atau sirosis (jaringan parut pada organ hati).
  • Mengalami cedera atau luka, contohnya luka bakar.
  • Mengalami sakit berat atau sering menjalani perawatan di unit gawat darurat rumah sakit.
  • Menggunakan alat medis yang harus dimasukkan ke dalam tubuh. Contohnya, kateter atau alat bantu pernapasan.
  • Pernah mengonsumsi antibiotik atau kortikosteroid dalam waktu dekat.

Bagi Anda yang memiliki kondisi di atas, dihimbau untuk lebih waspada. Anda dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan secara rutin agar kondisi Anda bisa dipantau dengan saksama.

Apa penyebab seseorang bisa sampai mengalami syok septik?

Dalam kondisi normal, tubuh merespons adanya infeksi dengan melepaskan zat-zat pemicu peradangan atau inflamasi. Reaksi ini berfungsi untuk membantu tubuh dalam membunuh penyebab infeksi.

Bila jenis infeksi yang terjadi tergolong sangat parah dan tidak ditangani dengan saksama, bakteri atau virus bisa masuk ke dalam aliran tubuh dan menyebabkan beragam komplikasi. Tubuh pun kemudian melepaskan lebih banyak zat-zat inflamasi untuk memerangi infeksi.

Ketika tubuh kehilangan kendali atas zat-zat di balik inflamasi tersebut, mereka berbalik menyerang sel-sel yang sehat dalam tubuh hingga merusak organ dalam yang vital. Efeknya, kinerja organ-organ akan terganggu. Fungsinya bahkan bisa terhenti sepenuhnya alias gagal organ. Inilah yang terjadi pada tubuh penderita sepsis.

Jika kondisi sepsis tidak segera ditangani, tubuh penderita bisa mengalami syok septik. Dalam kondisi ini, tekanan darah penderita akan menjadi sangat rendah dan tidak bisa memberikan asupan darah maupun oksigen. Akibatnya, kerusakan hingga gagal organ akan terjadi dan mengancam nyawa penderita.

Gejala-gejala syok septik yang umum terjadi

Kondisi ini dapat memengaruhi kinerja beberapa organ tubuh seperti jantung, otak, ginjal, dan hati. Berikut ini beberapa gejala yang mungkin muncul ketika kondisi ini terjadi syok septik:

  • Panas dingin
  • Sesak napas
  • Sakit kepala ringan
  • Detak jantung cepat
  • Lesu, gelisah, dan linglung
  • Tekanan darah rendah, khususnya saat berdiri
  • Sedikit atau tidak ada urine saat buang air kecil
  • Lengan dan kaki terasa dingin serta terlihat pucat
  • Muncul ruam atau terjadi perubahan warna pada kulit

Komplikasi akibat sepsis dan syok septik

Jika tidak segera ditangani, sepsis bisa mengakibatkan kerusakan organ vital. Mulai dari otak, jantung, hingga ginjal. Kondisi ini kemudian berujung pada gagal organ dan kematian.

Sepsis juga dapat menyebabkan gumpalan darah pada organ maupun kaki dan tangan. Gumpalan darah ini dipicu oleh kerusakan pembuluh darah yang menyebabkan faktor pembekuan darah. Gumpalan darah tersebut menghalangi aliran darah dan menyebabkan kematian jaringan tubuh atau gangrene.

Baca Juga

  • Cara Mengatasi Masuk Angin yang Tepat? Dengarkan Sinyal Tubuh Anda
  • Benarkah Antibiotik untuk Flu Sebenarnya Tidak Diperlukan?
  • Mengenal Sederet Pencegahan Flu Burung yang Penting untuk Dilakukan

Apakah sepsis bisa disembuhkan?

Mayoritas penderita sepsis tingkat awal hingga menengah bisa disembuhkan. Namun ketika sepsis sudah mengakibatkan syok septik, harapan hidup penderita akan menurun. Maka, kunci dari penanganan syok septik dan sepsis adalah kecepatan dan ketepatan penangananya. 

Penderita sepsis memerlukan pemantauan dan perawatan ketat di rumah sakit. Sebab jika kondisi menurun dan masuk pada fase syok, pasien harus segera mendapatkan tindakan penyelamatan untuk menstabilkan pernapasan dan fungsi jantung.

Syok septik dapat ditangani dengan sejumlah obat untuk mengobatinya. Misalnya seperti memberikan obat antibiotik spektrum luas untuk melawan berbagai bakteri dan diberikan melalui intravena.

Setelah itu, jika hasil tes darah penderita sepsis telah keluar, dokter mungkin akan beralih ke antibiotik lainnya yang ditargetkan khusus untuk melawan bakteri tertentu yang menyebabkan infeksi.

Cairan intravena juga diperlukan penderita syok septik dengan segera, biasanya dalam kurun waktu tiga jam. Vasopresor juga mungkin diperlukan jika tekanan darah terlalu rendah bahkan setelah menerima cairan infus. Vasopresor berguna untuk meningkatkan tekanan darah.

Obat lainnya yang mungkin diterima adalah kortikosteroid dosis rendah, insulin untuk menjaga kadar gula darah, dan obat penghilang rasa sakit, atau obat penenang.

Pada beberapa kasus, operasi pembedahan mungkin diperlukan untuk menghilangkan sumber infeksi seperti sekumpulan nanah (abses), jaringan yang terinfeksi, atau gangren. Jika ginjal terpengaruh infeksi, prosedur dialisis juga perlu dilakukan.

Advertisement

sepsissyokinfeksi bakteriinfeksi virus

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved