Jangan sembarangan memberikan obat batuk bayi pada Si Kecil
Memberikan obat batuk bayi harus sesuai resep dokter

Ketika bayi terkena penyakit batuk, orangtua mungkin tergoda untuk memberikan obat batuk. Tujuannya agar buah hati merasa lebih nyaman, tidak rewel, dan bisa tidur nyenyak.

Banyak obat batuk anak yang dijual bebas. Tetapi orangtua harus sangat berhati-hati karena obat batuk anak belum tentu cocok digunakan sebagai obat batuk bayi.

Obat batuk anak tidak selalu sama dengan obat batuk bayi

Obat batuk anak yang dijual bebas sebetulnya tidak boleh digunakan untuk mengobati batuk pada anak-anak berusia di bawah dua tahun. Apa sajakah jenisnya?

  • Jenis ekspektoran

Obat ini bertujuan melegakan pernapasan penderita batuk dengan cara mengencerkan dahak di tenggorokan, sehingga lebih mudah dikeluarkan saat batuk. Contohnya, guaifenesin. 

  • Jenis supresan

Obat ini bekerja dengan menekan bagian di otak yang menstimulasi tubuh untuk batuk, misalnya dextromethorphan. Dengan demikian, refleks untuk batuk akan berkurang. Bayi tidak boleh menggunakan obat ini karena dapat berisiko terjadi penumpukan dahak pada paru-paru dan membuat sesak napas.

  • Jenis dekongestan 

Obat ini digunakan untuk melegakan pernapasan serta hidung tersumbat. Contohnya, pseudoephedrine dan phenylephrine.

Dekongestan bekerja dengan cara mengurangi pembengkakan pembuluh darah di dalam hidung, sehingga jalur pernapasan lebih lega.

  • Jenis antihistamin

Obat ini bekerja mencegah tubuh mengeluarkan histamine sehingga mengurangi batuk pilek sebagai reaksi alergi. Brompheniramine, chlorpheniramine maleate, dan diphenhydramine adalah contohnya.

  • Aspirin

Obat ini tidak boleh diberikan pada bayi dan anak-anak. Pasalnya, aspirin berisiko menyebabkan sindrom Reye, yaitu kondisi yang menimbulkan pembengkakan pada otak dan hati. 

Obat batuk anak yang dijual bebas memang bisa meredakan gejala-gejala penyakit. Tapi obat-obatan ini tidak bisa menyembuhkan penyakit batuk dan pilek yang disebabkan oleh virus maupun bakteri. 

Seperti semua obat, obat batuk anak juga memiliki efek samping. Untuk bayi dan anak di bawah usia dua tahun, yang dikhawatirkan adalah adanya risiko efek samping yang lebih parah sehingga berakibat serius. 

Jenis obat batuk bayi yang tergolong aman

Jika batuk pada bayi dibarengi dengan demam, orangtua boleh memberikan obat penurun demam yang sekaligus berfungsi mengurangi sakit tenggorokan. Misalnya:

   1. Paracetamol

Obat ini bisa diberikan untuk bayi berusia tiga bulan ke atas. Berhati-hatilah saat memberikannya karena dosis yang terlalu banyak bisa mengakibatkan kerusakan pada organ hati

Patuhi petunjuk penggunaan dan dosis paracetamol yang dianjurkan. Dosis ini biasanya tertera pada kemasan produk atau bisa berdasarkan anjuran dokter.

Dosis obat harus ditentukan berdasarkan berat badan anak, dan bukan usianya. Sementara pada kemasan, yang seringkali tertulis adalah dosis berdasarkan usia.

Oleh karena itu, orangtua harus hati-hati bila bayinya berbobot lebih besar atau lebih kecil dibandingkan rata-rata bobot bayi di usianya. 

Supaya lebih aman, gunakan pipet atau sendok ukur yang disertakan dalam kemasan saat memberikan parasetamol cair pada bayi dan anak. Obat dapat diberikan setiap enam jam atau tidak lebih dari empat kali dalam waktu 24 jam. 

   2. Ibuprofen

Ibuprofen berbentuk sirup bisa diberikan pada bayi berusia tiga bulan ke atas, guna meredakan demam dan nyeri. Obat ini sebaiknya diberikan setelah bayi disusui karena ibuprofen memiliki efek samping yang bisa membuat perut Si Kecil tidak nyaman, atau mengalami mual serta muntah

Sebagai obat batuk bayi, berikan dosis ibuprofen sesuai berat badan buah hati Anda. Frekuensi maksimal pemberian adalah tiga kali dalam waktu 24 jam.

Meredakan batuk pada bayi dan anak tanpa obat

Batuk dan pilek yang disebabkan oleh infeksi virus biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu sampai dua minggu. Ingat, batuk adalah cara tubuh mengeluarkan dahak dari saluran pernapasan untuk melindungi paru-paru.

Tanpa diberikan obat pun, gejala batuk dan pilek pada bayi dan anak biasanya akan mereda pada waktunya. 

Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orangtua untuk membuat buah hati merasa lebih nyaman saat terserang batuk adalah sebagai berikut:

  • Berikan banyak cairan, misalnya susu hangat. Langkah ini bisa meredakan sakit tenggorokan dan membantu mengencerkan dahak.
  • Pasang vaporizer atau humidifier di kamar tidur anak. Letakkan alat di dekat tempat tidur anak untuk membantu melembapkan udara dan melegakan pernapasannya.
  • Jika hidung bayi tersumbat atau ia batuk-batuk karena lendir kental sulit dikeluarkan, gunakan larutan saline dalam bentuk tetes atau semprot. Teteskan atau semprotkan ke lubang hidung bayi untuk mengencerkan lendir, lalu sedot dengan alat penyedot ingus khusus bayi.

Jika Anda masih khawatir dengan gejala batuk pada bayi Anda, lebih baik berkonsultasi dengan dokter anak terlebih tulu. Dengan ini, Anda bisa mendapatkan resep obat batuk bayi yang sesuai dan aman bagi buah hati.

Medicine Net. https://www.medicinenet.com/cold_and_cough_medicine_for_infants_and_children/article.htm#what_are_cold_and_cough_medicines_are_they_safe_for_infants_and_children
Diakses pada 9 Oktober 2019

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/ibuprofen-for-children/
Diakses pada 9 Oktober 2019

FDA. https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/when-give-kids-medicine-coughs-and-colds
Diakses pada 9 Oktober 2019

Kids Health. https://www.kidshealth.org.nz/safe-use-paracetamol-children
Diakses pada 9 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed