Syarat dan Cara Membuat Kartu Keluarga yang Lengkap Tahun 2020

Cara membuat kartu keluarga harus dilakukan berjenjang, dari tingkat RT hingga kecamatan
Cara membuat kartu keluarga tidaklah sulit

Kita memiliki KTP sebagai kartu identitas pribadi. Sementara itu bagi sebuah keluarga, kartu identitas tersebut dinamakan kartu keluarga (KK). Kartu ini sangat dibutuhkan dalam berbagai proses administrasi, mulai dari pendaftaran sekolah anak, syarat pernikahan, hingga untuk mendapatkan keringanan biaya perawatan kesehatan.

Kartu keluarga berisi berbagai data penting anggotanya, seperti nama lengkap, pekerjaan, susunan anggota keluarga, dan hubungannya. Karena setiap keluarga wajib memilikinya, berikut ini cara membuat kartu keluarga yang dapat Anda ikuti.

Cara membuat kartu keluarga baru

Bagi Anda yang baru menikah dan ingin membuat kartu keluarga sendiri, berikut ini syarat yang harus dipenuhi:

  • Surat pengantar dari RT atau RW serta kelurahan
  • Mengisi formulir F1.01 dari kecamatan
  • Kartu Keluarga awal yang gabung dengan orangtua, untuk data agar nama Anda bisa dipisah dari KK sebelumnya
  • Fotokopi buku nikah atau akta perkawinan
  • Memperlihatkan dokumen pendukung seperti ijazah, rapor sekolah, akta kelahiran, surat keputusan pengangkatan bagi pegawai serta paspor
  • Untuk WNA, lengkapi juga dengan: fotokopi paspor, fotokopi KITAS atau KITAP, surat keterangan penjamin atau sponsor, fotokopi KTP-el penjamin atau sponsor

Cara menambahkan anggota keluarga ke dalam kartu keluarga

Sementara itu, apabila ada penambahan anggota keluarga baru, Anda juga perlu mengurus KK agar datanya selalu sesuai dengan kondisi terkini. Syarat mengurus KK untuk menambah anggota keluarga, sedikit berbeda dengan membuat KK baru, yaitu:

  • Membawa kartu keluarga asli
  • Punya surat pengantar dari RT atau RW dan kelurahan
  • Mengisi formulir F1.01 dari kecamatan
  • Fotokopi Buku nikah atau Akta Perkawinan
  • Apabila ingin memasukkan anak yang baru lahir, sertai surat keterangan kelahiran dari bidan, rumah sakit, atau puskesmas tempatnya lahir.
  • Jika ingin memasukkan anggota keluarga yang sebelumnya tidak serumah, sertai dengan Surat Keterangan Pindah Datang dalam wilayah NKRI(SKDWNI) atau Surat Keterangan Pindah-Datang Luar Negeri

Apabila anggota keluarga yang ingin ditambahkan adalah warga negara asing (WNA), maka dokumen harus dilengkapi juga dengan beberapa hal di bawah ini:

  • Paspor
  • Izin tinggal tetap
  • Surat keterangan catatan kepolisian atau surat tanda lapor diri

Cara mengurangi anggota keluarga dari dalam kartu keluarga

Jika Anda ingin mengurangi nama anggota keluarga, seperti pada kondisi ada yang meninggal dunia atau menikah maupun pindah, syarat yang harus dipenuhi adalah

  • Membawa kartu keluarga asli
  • Surat pengantar dari RT atau RW dan kelurahan
  • Mengisi formulir F1.01 dari kecamatan
  • Membawa akta kematian apabila yang dikurangi sudah meninggal dunia
  • Membawa fotokopi surat perceraian dari pengadilan agama atau akta perceraian, apabila pengurangan disebabkan oleh perceraian
  • Membawa surat keterangan pindah keluar (SKDWNI) jika pengurangan nama tersebut terjadi karena perpindahan tempat tinggal

Persyaratan mengurus kartu keluarga yang hilang

Tidak diperlukan banyak dokumen untuk mengurus kartu keluarga yang hilang. Anda hanya perlu membawa ketiga dokumen di bawah ini:

  • Surat pengantar dari RTatau RW dan kelurahan
  • Surat keterangan kehilangan dari kepolisian
  • Mengisi formulir F1.01 dari kecamatan

Persyaratan memperbarui kartu keluarga yang rusak atau mengubah data

Apabila kartu keluarga Anda rusak atau terdapat kesalahan data, maka untuk memperbaikinya diperlukan syarat berupa:

  • Kartu keluarga yang rusak atau salah
  • Fotokopi KTP dari salah satu anggota keluarga
  • Surat Pengantar dari RT atau RW dan kelurahan
  • Mengisi formulir F1.01 dari kecamatan
  • Memperlihatkan dokumen pendukung untuk perubahan elemen data
  • Dokumen keimigrasian (bagi WNA)

Jika ingin mengurus kartu keluarga, harus datang ke mana?

Untuk mengurus kartu keluarga, baik yang baru ataupun tidak, memang membutuhkan proses yang cukup panjang dan harus berjenjang. Meski begitu, karena KK adalah dokumen penting yang wajib diurus, sebaiknya jangan tunda untuk mengurusnya. Berikut ini tahapannya jika Anda ingin mengurus kartu keluarga.

  • Untuk mengurus surat pengantar dari RT, kunjungi pengurus RT, tapi cap atau stempel yang perlu ada di surat, dimintakan ke pengurus RW.
  • Baru setelah itu, Anda bisa datang ke kelurahan untuk mengisi data dan menandatangani formulir permohonan pembuatan KK.
  • Bawalah dokumen-dokumen yang disyaratkan untuk membuat KK ke kelurahan
  • Lalu, dari kelurahan, Anda perlu ke kecamatan dengan membawa formulir yang didapatkan dari kelurahan beserta persyaratan lainnya.
  • Kartu kelurga Anda akan diterbitkan oleh kecamatan.

Langkah tersebut perlu dilakukan dalam semua tahap pengurusan KK, mulai dari pembuatan baru, penambahan dan pengurangan anggota keluarga, hingga mengurus KK yang rusak atau hilang.

Proses pengurusan kartu keluarga di dinas kependudukan, umumnya akan memakan waktu selama 4 hari kerja. Selama pengurusan pun, Anda tidak akan dipungut biaya alias gratis. Jika dalam pengurusan ada pungutan yang harus Anda penuhi, sebaiknya laporkan ke pihak berwenang.

Portal Informasi Indonesia dari Kementrian Komunikasi dan Informasi Indonesia. https://indonesia.go.id/layanan/kependudukan/ekonomi/cara-penambahan-pengeluaran-anggota-keluarga-pada-kartu-keluarga
Diakses pada 28 Februari 2020

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bandung. https://disdukcapil.bandung.go.id/layanan
Diakses pada 28 Februari 2020

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bantul. https://disdukcapil.bantulkab.go.id/hal/penerbitan-kartu-keluarga
Diakses pada 28 Februari 2020

Artikel Terkait