SVT adalah Kondisi Jantung Berdetak Terlalu Cepat, Apa Penyebabnya?

SVT adalah kondisi yang terjadi saat jantung berdetak terlalul cepat, dan bisa menyebabkan pusing.
SVT adalah kondisi jantung yang berdetak terlalu cepat.

Supraventricular tachycardia atau SVT adalah adalah sebuah kondisi ketika jantung berdetak terlalu cepat. Saat jantung berdetak terlalu cepat daripada kondisi normal, darah tidak sepenuhnya masuk ke dalam jantung. Akibatnya, pasokan darah ke bagian tubuh lainnya terganggu dan dapat menyebabkan henti jantung mendadak.

SVT adalah gangguan jantung karena kondisi ini

Jantung berdetak normal dalam tempo 60-100 beat per minute (bpm). Sementara itu saat mengalami SVT, jantung berdetak lebih cepat, yaitu di atas 100 kali per menit.

Irama jantung dikendalikan oleh sinus nodus yang berada di serambi kanan. Sinus nodus menghasilkan impuls listrik yang akan bekerja setiap kali jantung berdetak. Impuls listrik bergerak melintasi serambi kanan jantung, sehingga menyebabkan otot di serambi kanan berkontraksi dan memompa darah menuju bilik jantung. Ketika mencapai ke otot-otot bilik jantung, impuls listrik akan berkontraksi yang membuat darah memompa ke paru-paru dan ke seluruh tubah.

Saat ventrikel jantung sulit berkontraksi, pasokan darah yang dibutuhkan tubuh pun tidak mengalir dengan semestinya.

Kelompok individu yang berisiko mengalami SVT

Kebiasaan merokok bisa tingkatkan risiko SVT.

Sebagian besar pengidap SVT merupakan individu dengan rentang usia 25-40 tahun, SVT dapat menyerang siapa saja, tanpa terkecuali. Namun, kelompok individu dengan kondisi berikut ini, lebih berisiko mengalami SVT.

1. Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Penyalahgunaan obat-obatan terlarang seperti kokain juga memicu SVT.

2. Kebiasaan merokok, mengonsumsi kafein dan alkohol

Kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman berkafein maupun beralkohol ternyata dapat meningkatkan risiko mengalami SVT.

3. Kondisi medis tertentu

Individu yang mengalami kondisi medis tertentu seperti pneumonia, kerusakan selaput jantung akibat serangan jantung, hingga kelainan jalur listrik di jantung sejak lahir (kongenital), dapat berisiko mengalami SVT. Selain itu, pengidap anemia dan tekanan darah tinggi juga rentan mengalami SVT.

4. Stres

Kecemasan berlebih yang mengakibatkan stres juga dapat memicu terjadinya SVT.

Seperti apa gejala SVT?

Sesak napas jadi salah satu gejala SVT.

Umumnya, individu yang mengalami SVT akan mengalami gejala berupa jantung berdebar. Sebab pasokan darah ke seluruh tubuh berkurang, individu yang mengalami SVT akan mengalami gejala lain seperti:

  • Pusing
  • Kelelahan 
  • Berkeringat
  • Nadi berdenyut kencang
  • Nyeri di dada
  • Sesak napas
  • Mual
  • Pingsan

Gejala SVT dapat muncul dan menghilang secara mendadak. Gejala ini juga dapat bertahan hingga beberapa jam. Jika Anda mengalami gejala SVT di atas, berkonsultasilah dengan dokter segera.

Mengenal jenis-jenis SVT

Ada 3 jenis SVT yang harus dikenali, yaitu atrioventricular nodal reentrant tachycardia (AVNRT), atrioventricular reciprocating tachycardia (AVRT), dan takikardia atrial.

  • Atrioventricular nodal reentrant tachycardia (AVNRT):

    AVNRT merupakan jenis SVT yang dapat terjadi di semua usia. Kendati demikian, jenis SVT ini lebih banyak dialami wanita muda.
    Saat mengalami AVNRT sel dekat nodus AV tidak mengirimkan sinyal listrik dengan benar, melainkan membuat sinyal yang melingkar. Akibatnya, timbul detak jantung tambahan. Jantung pun berdetak semakin cepat dibandingkan kondisi normal.
  • Atrioventricular reciprocating tachycardia (AVRT):

    AVRT merupakan jenis SVT yang paling banyak ditemukan pada remaja. Umumnya, sinyal yang dikirim nodus sinus akan berakhir setelah melewati semua ruang di jantung. Namun saat mengalami kondisi AVRT, sinyal tersebut memutar kembali ke nodus AV setelah melewati ventrikel. Oleh karena itu, muncul detak jantung tambahan.
  • Takikardia atrial:

    Saat mengalami jenis SVT, takikardia atrial, terdapat nodus selain nodus sinus yang mengirimkan impuls listrik hingga menimbulkan detak jantung tambahan. Kondisi ini umumnya dialami penderita penyakit jantung atau paru-paru.

Cara sederhana mengatasi SVT

Ketika mengalami SVT, jantung berdetak cepat hingga dapat menyebabkan kurangnya pasokan darah ke seluruh tubuh. Anda pun berisiko mengalami beberapa gejala seperti jantung berdebar, berkeringat, pusing hingga pingsan.

Untuk mengatasi jantung yang berdetak cepat akibat SVT, Anda dapat melakukan beberapa cara sederhana dengan manuver valsava. Teknik ini merupakan cara bernapas tertentu yang meningkatkan tekanan di dada. Teknik valsava dilakukan dengan menarik napas dalam-dalam dan menahan napas selama sekitar 10 detik.

Bayangkan bahwa otot-otot dada dan perut menjadi kencang dan menekan, seolah-olah sedang berusaha untuk buang air besar. Tarik napas dengan paksa, kemudian hembuskan dengan cepat.

Catatan dari SehatQ:

Jika langkah-langkah sederhana ini tidak berhasil, segeralah periksakan diri ke dokter untuk memperoleh penanganan medis yang tepat.

Mayo Clinic.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tachycardia/symptoms-causes/syc-20355127?p=1
Diakses pada 24 Maret 2020

Mayo Clinic.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/avnrt/cdc-20355254
Diakses pada 24 Maret 2020

Medical News Today.
https://www.medicalnewstoday.com/articles/322661#how-to-do-the-valsalva-maneuver
Diakses pada 24 Maret 2020

Stanford Health Care.
https://stanfordhealthcare.org/medical-conditions/blood-heart-circulation/supraventricular-tachycardia.html
Diakses pada 24 Maret 2020

Stanford Health Care.
https://stanfordhealthcare.org/medical-conditions/blood-heart-circulation/supraventricular-tachycardia/types/atrioventricular-reciprocating-tachycardia-avrt.html
Diakses pada 24 Maret 2020

NHS.
https://www.nhs.uk/conditions/supraventricular-tachycardia-svt/
Diakses pada 24 Maret 2020

Artikel Terkait