Susu UHT adalah susu yang aman dikonsumsi anak-anak berusia di atas 1 tahun
Susu UHT aman dikonsumsi oleh anak berusia di atas 1 tahun

Bagi sebagian orangtua, susu UHT adalah salah satu cara praktis untuk melengkapi nutrisi pada anak. Selain kemasannya yang bisa dibawa ke mana-mana, susu UHT juga dipercaya mengandung banyak manfaat bagi kesehatan anak.

Meski demikian, si kecil harus berusia minimal 1 tahun sebelum orangtua dapat memberi susu yang bentuknya mirip susu segar ini. Selain itu, susu juga bukan pengganti makanan sehingga anak tetap harus mendapat asupan bergizi seimbang dari nasi, daging, sayur, dan buah-buahan.

Mengenal susu UHT

Susu UHT adalah nama pasaran yang diberikan untuk menjelaskan cara susu tersebut diolah, yakni dengan cara ultra-high temperature alias suhu yang sangat tinggi. Susu UHT biasanya dipanaskan dengan suhu 140 derajat celcius hanya selama dua detik kemudian langsung dikemas.

Pemrosesan ini bertujuan membuat susu UHT lebih tahan lama meski tidak mengandung pengawet. Pasalnya, suhu sangat tinggi yang dialami oleh susu UHT adalah salah satu metode untuk menekan pertumbuhan bakteri pada susu serta enzim yang bersifat tahan panas.

Proses UHT ini membuat susu UHT memiliki masa hidup yang lebih lama dari susu segar maupun susu pasteurisasi, yakni sampai 6 bulan lamanya tanpa harus dimasukkan dalam lemari pendingin. Namun, begitu kemasan susu UHT dibuka, susu harus langsung dihabiskan atau dimasukkan ke dalam lemari pendingin untuk disimpan maksimal 7 hari.

Bicara soal nutrisi, kandungan susu UHT sebetulnya sama dengan susu sapi pada umumnya. Dalam 1 gelasnya, nutrisi yang terdapat dalam susu UHT adalah sebagai berikut:

  • Energi 149 kcal
  • Protein 7,69 gram
  • Total lemak 7,93 gram
  • Lemak jenuh 4,55 gram
  • Kolesterol 24 mg
  • Karbohidrat 11,71 gram
  • Kalsium 276 mg
  • Zat besi 0.07 mg
  • Vitamin D 128 IU

Kandungan nutrisi pada susu UHT ini membuat susu tersebut memiliki banyak manfaat, misalnya memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D yang masing-masing mencapai 700 mg dan 600 IU saat usia anak mencapai 1-3 tahun.

Vitamin D merupakan nutrisi yang berperan penting untuk memperkuat kondisi tulang anak, serta membantu tubuh menyerap kalsium dengan lebih mudah.

Kalsium adalah komponen yang membuat tulang dan gigi tetap sehat dan kuat. Selain itu, kalsium juga membantu tubuh mengontrol pergerakan otot dan membantu dalam proses pembekuan darah sehingga anak tidak mudah mengalami pendarahan.

Susu UHT juga menyediakan protein bagi pertumbuhan anak dan karbohidrat sebagai sumber energi bagi si Kecil sepanjang hari. Ketika kebutuhan nutrisi ini terpenuhi sejak usia dini, anak akan memiliki risiko lebih kecil terkena penyakit kronis, seperti tekanan darah tinggi, stroke, kanker usus, dan patah tulang pinggul di kemudian hari.

Meski demikian, Ikatan Dokter Anak Indonesia mengingatkan bahwa susu UHT tidak boleh dijadikan sebagai pengganti makanan padat. Takaran pemberian susu UHT adalah maksimal 30 persen dari total kebutuhan kalori untuk anak yang berusia di atas 1 tahun.

Mengapa harus menunggu usia anak 1 tahun untuk diberi susu UHT?

Pencernaan bayi pada dasarnya dirancang untuk hanya menerima air susu ibu, setidaknya sampai usianya 6 bulan. Setelah menginjak 6 bulan, ia sudah bisa diberikan makanan yang mengandung produk susu, misalnya keju dan yogurt yang tidak mengandung gula alias plain.

Akademi Kedokteran Anak Amerika Serikat (AAP) memang merekomendasikan pemberian susu UHT maupun produk dari susu sapi lainnya setidaknya saat usia anak 1 tahun.

Pertimbangannya, kondisi pencernaan anak usia di bawah 1 tahun dikhawatirkan tidak mampu menoleransi protein sapi dalam jumlah besar sehingga akan memperberat kinerja ginjalnya yang memang belum berfungsi sempurna.

Protein pada susu sapi juga dapat melukai dinding usus bayi sehingga Anda bisa saja menemukan bercak darah pada feses bayi. Selain itu, susu UHT adalah variasi susu sapi yang memang miskin akan kandungan zat besi, vitamin C, dan nutrisi lain yang diperlukan oleh bayi.

Pada usia 1 tahun, sistem pencernaan anak sudah sempurna sehingga mampu menyerap nutrisi yang dimiliki oleh susu UHT. Namun, perhatikan juga hal-hal berikut ketika Anda memberi susu UHT kepada anak:

  • Jangan lupa untuk tetap memberikan anak gizi seimbang yang didapat dari makanan lain, seperti nasi, sayur, buah, dan daging.

  • Ibu tetap dapat memberi ASI pada anak yang berusia di atas 1 tahun dan mengonsumsi susu UHT. IDAI merekomendasikan ibu tetap memberi ASI hingga usia anak minimal 2 tahun.

  • Takaran pas untuk pemberian susu UHT adalah 473-700 ml per hari. Terlalu banyak minum susu UHT dapat membuat anak tidak nafsu makan sehingga mengganggu asupan nutrisinya secara keseluruhan.

  • Pilih susu yang mengandung lemak (full-fat), karena lemak susu penting untuk menjaga berat badan anak dan membantu tubuhnya menyerap vitamin A dan D. Namun, Anda bisa memilih susu low-fat atau non-fat jika anak terindikasi mengalami obesitas.

Jika anak memiliki kondisi khusus, misalnya alergi susu sapi, konsultasikan pemilihan susu UHT yang tepat dengan dokter anak. Beberapa alternatif susu UHT adalah susu kedelai atau susu almond, tapi kandungan nutrisi di dalamnya juga berbeda sehingga kebutuhan makan anak juga harus disesuaikan lagi.

Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/Milk-Allergy-Foods-and-Ingredients-to-Avoid.aspx
Diakses pada 20 November 2019

Dairy Australia. https://www.dairy.com.au/products/milk/long-life-milk
Diakses pada 20 November 2019

Baby Center. https://www.babycenter.com/0_cows-milk-when-and-how-to-introduce-it_1334703.bc?page=1
Diakses pada 20 November 2019

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/bolehkah-susu-kental-manis-skm-diberikan-pada-anak
Diakses pada 20 November 2019

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/1-2-3-menuju-asi-eksklusif
Diakses pada 20 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed