Susu Soya, Sebuah Alternatif untuk Anda yang Alergi Susu

Kandungan susu soya setara dengan susu sapi, sehingga cocok menjadi alternatif bagi mereka yang alergi susu
Susu soya atau susu kedelai juga memiliki kandungan gizi yang tinggi

Banyak orang yang memiliki intoleransi laktosa, yaitu suatu kondisi yang membuat seseorang tidak mampu untuk mencerna senyawa laktosa dalam produk susu. Keadaan lain yang hampir serupa adalah alergi susu. Meskipun dua hal tersebut adalah kondisi yang berbeda, tetapi keduanya menimbulkan efek yang mengganggu saat penderitanya mengonsumsi susu sapi.

Salah satu alternatif pengganti susu sapi adalah susu soya atau susu kedelai. Susu ini terbuat dari kacang kedelai dan mengandung protein yang hampir setara dengan susu sapi pada umumnya. Segelas susu sapi mengandung 8 gram protein, sementara kandungan protein dalam segelas susu soya yang tidak diberikan tambahan gula adalah 7 gram.

Kandungan Gizi Susu Soya

Segelas susu soya tanpa tambahan gula mengandung 80 hingga 100 kalori, 4 gram karbohidrat, dan 4 gram lemak. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan segelas susu sapi yang mengandung 150 kalori, 12 gram karbohidrat, dan 8 gram lemak. Atas dasar ini, susu soya bisa menjadi alternatif bagi orang-orang yang ingin menurunkan berat badan.

Tidak kalah dari susu sapi, segelas susu soya tanpa gula mengandung 301 mg kalsium. Kandungan kalsium sebesar itu telah mencakup 30 persen dari rekomendasi kalsium harian Anda. Susu soya mengandung zat besi yang dapat membantu sel-sel darah merah untuk menyalurkan oksigen dengan baik.

Kandungan asam amino yang lengkap pada susu soya sangat dibutuhkan oleh tubuh karena asam amino tersebut akan diubah menjadi protein-protein baru yang dapat membantu sistem imun tubuh, enzim-enzim yang memproduksi energi, serta protein-protein yang menguatkan jaringan.

Susu soya juga kaya akan vitamin B12 yang berguna untuk membantu produksi DNA, menyehatkan saraf, dan membantu fungsi sel darah merah. Kandungan vitamin B12 dalam satu gelas susu soya sebesar 3 mcg, melebihi kebutuhan harian vitamin B12 Anda, yaitu 2,4 mcg.

Selain kaya akan vitamin B12, satu gelas susu soya juga mengandung 0,5 mg riboflavin yang berfungsi membantu sel untuk memproduksi energi dan melindungi DNA dari kerusakan. Saat mengonsumsi segelas susu soya, Anda telah memenuhi 50 persen rekomendasi riboflavin yang dibutuhkan dalam satu harinya.

Risiko Mengonsumsi Susu Soya

Salah satu kekurangan susu soya adalah rasanya yang hambar. Selain itu, bagi penderita alergi susu, susu soya bisa jadi tidak sesuai sebagai alternatif susu sapi, karena beberapa penderita alergi susu juga sensitif atau bahkan alergi terhadap kedelai. Susu soya juga mungkin dalam menimbulkan masalah untuk orang-orang yang menderita gangguan tiroid dan penderita kanker payudara.

Healthline.
https://www.healthline.com/health/milk-almond-cow-soy-rice
Diakses pada 29 Maret 2019

Live Strong.
https://www.livestrong.com/article/425074-soy-milk-advantages-and-disadvantages/
Diakses pada 29 Maret 2019

Mayo Clinic.
https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/vegetarian-diet/art-20046446
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lactose-intolerance/symptoms-causes/syc-20374232
Diakses pada 29 Maret 2019

Okezone
https://lifestyle.okezone.com/read/2019/03/19/481/2032040/alasan-orang-indonesia-banyak-yang-intoleransi-laktosa?page=1
Diakses pada 29 Maret 2019

WebMD.
https://www.webmd.com/diet/news/20180201/cow-soy-or-almond-which-milk-is-best-for-you#1
Diakses pada 29 Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed